Komunitas Tangan Di Atas

Menambah Ladang Amal Dengan Berwirausaha

“Sesungguhnya harta ini adalah lezat & manis. Maka siapa yg menerimanya dengan  hati yg baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yg menerimanya dengan  nafsu serakah, maka dia tak akan mendapat berkahnya, Dia akan seperti orang yg makan, namun tak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” [HR. Muslim No.1717].

Hadits Rasulullah SAW. tersebut menjadi inspirasi bagi terbentuknya sebuah komunitas yang  sudah eksis sejak 2006 ini. Para pendirinya berinisiatif untuk membuat sebuah komunitas yang kelahirannya berasal dari hikmah pada hadits tersebut, yaitu tentang keutaman sedekah dan mensyukuri nikmatNya bagi seorang Muslim, karena tangan di atas (pemberi) itu lebih baik dari tangan di bawah (penerima).

Adalah komunitas Tangan Di Atas (TDA), yaitu sebuah komunitas bisnis yang bervisi menjadi Tangan Di Atas atau menjadi pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesama atau yang sering disebut sebagai abundance atau enlightened millionaire. Nama ini merupakan perwujudan dari keyakinan mereka bahwa menjadi Tangan Di Atas itu lebih mulia dari pada Tangan Di Bawah (TDB). Komunitas ini mengartikan TDA sebagai pengusaha dan TDB sebagai karyawan. Dengan berkomunitas, mereka meyakini bahwa dengan menumbuhkan semangat berwirausaha adalah salah satu solusi konkret terhadap permasalahan ekonomi bangsa.

Cerita awal pembentukan komunitas ini pun unik. Berawal dari sebuah blog yang ditulis oleh salah satu pendiri TDA, yaitu Badroni Yuzirman (http://roniyuzirman.blogspot.com/). Isi blog tersebut menurut sebagian orang cenderung memprovokasi pembacanya untuk menjadi pengusaha atau TDA. Kemudian, dari para pembaca blog tersebut tercetus ide untuk membuat pertemuan dalam bentuk talkshow dengan menghadirkan Haji Ali, salah satu tokoh sukses yang sering diceritakan di blog tersebut. Tepatnya pada 12 Januari 2006, talkshow pertama berlangsung dengan dihadiri oleh sekitar 40 orang yang bertempat di Restoran Sederhana Rawamangun, Jakarta Timur.

Setelah acara talkshow itulah diperkenalkan istilah Tangan Di Atas yang diperluas tafsirnya menjadi pengusaha atau pedagang. Para peserta kemudian ditantang untuk langsung take action memulai bisnis. Kemudian, untuk memperlancar komunikasi di antara para alumni talkshow, maka dibuatlah sebuah mailing list untuk saling berkoordinasi mengenai toko masing-masing dan membahas permasalahan bisnis. Pada akhirnya mailing list itu kemudian dibuka untuk umum dengan anggota mencapai ratusan orang. Hal itu yang menjadi cikal-bakal Komunitas TDA ini berkembang sampai sekarang, juga berkat kerjasama para pendirinya, yaitu tujuh pengusaha; Haji Nuzli Arismal (lebih dikenal dengan panggilan Haji Alay), Badroni Yuzirman, Iim Rusyamsi, Agus Ali, Hasan Basri, Hertanto Widodo, dan Abdul Rahman Hantiar.

Terus Berkembang

Berbeda dengan komunitas bisnis yang pernah ada, TDA memiliki keistimewaan tersendiri. Action oriented menjadi salah satu dari tujuan utama dari kegiatan komunitas ini. Dalam aktivitasnya, TDA adalah komunitas sosial, non profit. Tapi tujuannya adalah pragmatis yaitu agar para membernya menjadi 100% TDA alias pengusaha kaya. Karena itu, sejak 2006 resmi dibuka untuk umum, komunitas ini terus berkembang dan terus bertambah jumlah anggotanya.

 

Saat ini TDA sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia bahkan di luar negeri dengan jumlah  member milis 5.260-an anggota. Komunitas ini sudah tersebar di 55 kota di seluruh Indonesia, seperti yang aktif berkegiatan adalah TDA Bandung, TDA Surabaya, TDA Malang, TDA Joglo (Jogja-Solo), TDA Semarang, TDA Batam, dan lainnya. Sedangkan di luar negeri, TDA hadir di empat negara yaitu TDA Malaysia, TDA Singapura, TDA Hongkong, TDA Mesir, dan TDA Australia.

Melalui website officialnya (tangandiatas.com), TDA menegaskan tidak ada syarat khusus untuk menjadi anggota. Mereka yang ingin bergabung diharapkan memiliki syarat intrinsik secara personal yang bisa dibaca setelah bergabung ke dalam milis TDA. Komunitas ini terbuka untuk umum yang erat kaitannya dengan entrepreneurship, yaitu bagi peminat, pengamat dan praktisi wirausaha, dan bagi yang sedang dan akan ber-wirausaha.

Secara umum, anggota TDA dibagi dengan kategori TDB, Amphibi dan TDA. TDB atau Tangan Di Bawah maksudnya adalah anggota TDA yang masih menjadi karyawan/pegawai. Amphibi maksudnya adalah anggota TDA yang sedang beralih dari TDB menjadi TDA dengan juga memiliki usaha, sedangkan TDA adalah anggota yang telah murni sebagai pengusaha atau entrepreneur.

Terkait dengan kegiatan, pada umumnya kegiatan TDA berisi motivasi untuk berbisnis. Kegiatan tersebut bisa dalam bentuk seminar, talkshow, workshop, wisata atau kunjungan bisnis, pameran atau bazaar bersama, chat conference, buka puasa bersama, mastermind, kerjasama bisnis, pelatihan, pengajian, nonton bareng, milad atau anniversary dan sebagainya.

Pesta Wirasuaha, Acara Tahunan Bagi Para Member TDA

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, TDA juga memiliki sebuah acara rutin yang berlangsung setiap tahun sejak 2010 lalu. Acara ini biasanya berlangsung atas kerjasama TDA pusat dengan cabang-cabang TDA di berbagai daerah di Indonesia.

Memasuki tahun 2016, Komunitas Tangan Di Atas (TDA) telah berusia 10 tahun, yaitu pada tanggal  22 Januari 2016 lalu, genap Satu Dekade komunitas TDA berdiri. Bertepatan dengan satu dekade TDA (#1DekadeTDA), gelaran Pesta Wirausaha 2016 (PW2016) akan dikemas berbeda dari biasanya.PW 2016 merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian 21 kota Pesta Wirausaha-Wilayah yang berlangsung di tahun 2015 lalu. Acara ini akan menjadi ajang kolaborasi dan penghargaan seluruh stake holder kewirausahaan nasional Indonesia.

 

Presiden TDA, Mustofa Romdloni dalam sambutan #1DekadeTDA mengatakan bahwa peringatan #1DekadeTDA akan berlangsung dalam rangkaian acara Pesta Wirausaha tanggal 3,4,dan 5 Mei 2016 bertempat di Sasana Kriya TMII. Bukan hanya melibatkan keluarga besar TDA, tetapi acara ini mengajak beragam elemen masyarakat yang berperan dalam dunia kewirausahaan dan kemajuan bangsa Indonesia.

“Let’s Grow Together adalah tema utama dalam peringatan #1DekadeTDA, terkesan sebagai kalimat sederhana dan tidak menghentak-hentak. Sengaja kami pilih, karena pertumbuhan adalah sebuah komitmen dari pikiran mendalam dan tindakan. Dan kebersamaan adalah kunci bangsa kita dalam menghadapi tantangan kedepan,” jelasnya.

Selain itu, Mustofa Romdloni, Presiden TDA periode 4 mengatakan perubahan besar dalam hidup seringkali terjadi karena sebuah keputusan kecil, seperti hadir dalam Pesta Wirausaha 2016. karena itu, dia mengajak semua kalangan untuk hadir di acara yang bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis, yang mau mulai berbisnis, atau masyarakat umum.

Bagi anda yang tertarik mengikuti acara Pestawirausaha 2016 bisa menngunjungi website resmi mereka di www.pestawirausaha.com Sedangkan untuk informasi cara bergabung dan update kegiatan TDA bisa follow twitter @TanganDiAtas atau di www.tangandiatas.com. (fau/tda/pestawirausaha)

 


Back to Top