Komunitas One Day One Juz

Meski Sibuk, Di Mana Saja dan Kapan Saja Tetap Baca Alquran

Bekerja, belajar, kehidupan keluarga, sampai kegiatan sosial adalah beberapa yang menjadi tanggung jawab manusia sebagai makhluk dunia. Kegiatan-kegiatan itu menjadi rutin berlangsung terus menerus setiap hari. Sayangnya,  kesibukan tersebut menjadikan manusia lupa akan hakikat sebenarnya dalam hidup, yaitu beribadah.  Terkadang, karena kesibukan itu, Sholat lima waktu masih ada yang kosong atau tidak tepat waktu, begitu juga ibadah lainnya, seperti  membaca Alquran. Perlu ada usaha dan niat yang kuat untuk bisa melaksanakkan kewajiban beribadah di sela-sela kesibukan.

Fenomena ini yang menjadi alasan terbentuknya sebuah komunitas sejak tahun 2007. Komunitas ini menjadi salah satu perkumpulan orang yang mau dan ingin bersama-sama mengubah mindset sibuk di dunia tanpa diiringi dengan sibuk beribadah. Salah satunya adalah membaca Alquran, kitab suci umat Islam. Tapi tak dipungkiri, ada juga pribadi muslim yang sejak dulu sudah menargetkan tilawah satu juz sehari. Namun banyak pula yang mengalami kendala dalam mengatur waktu antara tilawah dan kesibukan sehari- hari, karena di negeri Indonesia yang mayoritas adalah penduduk muslim ini atmosfer kedekatan dengan Alquran alias tradisi khataman hanya terjadi pada bulan Ramadhan.

Adalah One Day One Juz ( ODOJ )  komunitas yang diinisiasi oleh para Alumni  Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah masyarakat  dalam tilawah Alquran dengan targetan satu  juz sehari. Cara berkomunikasi ODOJ pun unik, dengan memanfaatkan Instant Messager yang dibuat bergrup, tilawah satu juz sehari menjadi lebih menyenangkan dan lebih termotivasi.

Kemunculan ide program “One Day One Juz” alias satu hari satu juz Alquran ini, awalnya adalah  gerakan One Day One Juz digerakkan oleh Bhayu Subrata dan Pratama Widodo atas kesadaran dan kepedulian mereka pribadi. Perkenalan program One Day One Juz disebarluaskan dan dipublikasikan menggunakan fasilitas short message service (sms) dengan cara Bhayu mengirimkan SMS broadcast berupa nasihat tentang Quran untuk mengaji satu hari satu juz dan membuat buletin untuk disebarkan. Bhayu juga membuat buku saku yang berisi kumpulan doa-doa harian. Pada halaman awalnya diselipkan ajakan untuk setiap hari tilawah satu juz. Buku saku tersebut dibagikan sebagai souvenir pada pernikahan Bhayu.

Sedangkan Widodo, partner Bhayu, ditahun yang sama hingga 2009, membangun fanspage One Day One Juz di facebook dengan harapan program One Day One Juz tidak hanya berhenti di buku saku saja, tapi bisa mengjangkau seluruh pelosok Indonesia dan seisi dunia. “Teknik mudah baca Al Quran harian yaitu dengan menggunakan rumus 2×5, membaca 2 lembar setelah sholat fardhu (5 waktu) maka Insya Allahakan khatam 1 juz dalam 1 hari. Ajak dan motivasi teman anda untuk melakukan yang sama dan buatlah komunitas One Day One Juz,”  yang tertulis dalam fanspage yang dirintis Widodo tersebut kini resmi menjadi fanspage ODOJ pusat dengan 250.000 orang yang sudah me-likenya.

Selanjutnya, pada tahun 2010 ODOJ dikembangkan dengan metode whatsapp yang diperkenalkan oleh sekelompok alumni mahasiswa dari perguruan tinggi di Surabaya pada bulan September, dan  dengan metode ini segenap aktivis Rumah Quran Depok juga ikut menyebarluaskannya. Metode ODOJ dengan media whatsapp  mempunyai system, yaitu ada 30 orang dalam satu grup whatsapp yang kemudian juga berkembang melalui grup dalam blackberry message (bbm). Kemudian tahun 2013, kabar ODOJ pun sampai pada seorang pemuda yang melihat salah satu aktivitas group ODOJ dari Aktifis Rumah Quran. Kemudian tanggal 15 Oktober 2013 mengimplementasikan program ODOJ  dalam satu kelompok yang terdiri dari gabungan beberapa teman dalam kelompok liqo’(pengajian rutin) pada dengan anggota belum genap 30 orang sampai pada November di tahun yang sama dibentuk kepengurusan ODOJ kecil dengan nama “ODOJ support team” yang mencoba mengembangkan sistem berbasis website sebagai sarana promosi ODOJ dan juga sistem whatsapp One Day One Juz (WA ODOJ) bebasis Android untuk menjaga semangat tilawah pribadi dan grup seperti program kholas awal, khatam lebih awal, reward grup, dan lainnya. Terus berkembang, promosi kegiatan ODOJ berlanjut dengan kerjasama dengan seorang pemuda bernama Fajar yang sudah memiliki akun twitter dan website atas nama ODOJ.

Dari metode whatsapp, sms dan buletin, ODOJ Support Team mencoba menggabungkan tiga fasilitas tersebut dalam mengembangkan dan menyebarluaskan ODOJ. Sementara untuk ODOJers atau peminat ODOJ yang belum bisa menggunakan BBM dan WA difasilitasi dengan melalui SMS.

Saat ini, ODOJ sedang membangun sebuah sistem informasi yang cukup canggih berupa mobile app sebagai pengganti whatsapp nantinya, juga forum Al-Quran sebagai media pembelajaran dan silaturahim odojers serta Media sosial ODOJ. Tujuan utamanya adalah untuk mengelola ODOJ yang berbasiskan teknologi informasi, mudah, simpel serta semua umat Islam bisa memakai dan mengikutinya. Alhasil ODOJ menjadi sebuah gerakan  mengaji dimana saja dan kapan saja dengan sering melakukan ‘Ngaji On The Street (NGAOS), yaitu mengaji sambil menunggu di halte bus, di dalam transjakarta, saat adventure, dan masih banyak lagi.

 

Tiga Pilar Komunitas Semakin Berkembang

Dalam ODOJ terdapat tiga pilar yang harus diperhatikan para anggotanya, yaitu pertama, Tilawah secara istiqomah atau berkesinambungan. Kedua, One ukhuwah, dengan melaksanakan metode grup ini diharapkan terbentuk ukhuwah atau persaudaraan yang baik antara member ODOJ, dalam satu grup maupun yang berbeda grup, antara member satu daerah, lintas wilayah dan lintas negara.ketiga, Ilmu, yaitu diharapkan dengan ODOJ juga dapat menambah keberkahan dengan memotivasi diri sendiri dan orang lain, melalui ilmu-ilmu yang bermanfaat dan menjauhkan diri dari kegiatan yang sia-sia.

Pekembangan komunitas ini pun semakin pesat. Sejak soft launching tanggal 11 November 2013 hingga Desember 2014, jumlah anggota ODOJ sudah mencapai 125.000 ODOJer (sebutan untuk member ODOJ) yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia yang  terus bertambah sampai sekarang. Anggota ODOJ pun  dari berbagai latar belakang, seperti darikalangan agamis, mahasiswa, masyarakat umum, dan artis. Selain itu member juga dari berbagai usia mulai dari anak-anak usia 8 tahun, hingga orangtua usia 80 tahun. ODOJ juga berkembang di berbagai negara dalam bentuk afiliasi, antara lain di Qatar terbentuk 4 grup, di Australia, Hongkong, Malaysia, dan yang tergabung di grup Indonesia juga ada yang berasal dari Singapore, Mesir, Korea, Jepang, Jerman,dan berbagai negara lainnya.

Adapun kegiatan ODOJ di antaranya adalah melaksanakan program rutin ODOJ ( One Day One Juz), ODALF (One Day Half Juz), ODOL (One Day One Lembar), mensosialisasikan program ODOJ melalui social media dengan target Internasional, Move to Mobile Apps ODOJ and Websistem, memperbanyak grup ODOJ di sekolah, kampus, dan kantor, ODOJ Peduli Palestina (Kerja Sama dengan KNRP), Sebar Alquran Nusantara bekerjasama dengan PKPU, pembibitan 100 Penghafal Alquran, dan Qurban ODOJ (Bekerja Sama Dengan ACT).

Tahun 2016 ini, ODOJ akan menggelar acara Olimpiade Pecinta Qur'an (OPQ) yang diawali dengan acara nonton bareng Film religi Kalam-Kalam Langit pada Sabtu (2/04) di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan. Sedangkan untuk mendaftar menjadi anggota anda bisa mendaftar dengan mengetik REG#ODOJ/ODALF/ODOL#Nama#Usia#L/P#Domisili#No.WA lalu kirim ke 085778205517 (Hanya Nomor Pendaftaran). Bagi anda yang ingin mengetahui tentang ODOJ tentang keanggotaan atau seputar acara dari komunitas ini bisa me-follow twitter @onedayonejuz, fans page facebook di One Day One JUz dan website di www.onedayonejuz.org (fau/dbs)


Back to Top