My Night RISKA

Simak Cara Malam Mingguan Anak Menteng

Malam minggu menjadi malamnya anak muda.  Begitu yang umum terjadi di Indonesia. Karena besoknya dalah libur hari Minggu, maka Sabtu malam alias malam Minggu bisa menjadi waktu yang tepat untuk menghabiskan akhir pekan. Sebagian besar anak muda mengisi waktu dengan berkumpul di kafe-kafe, berbelanja dan menonton film di mal-mal, atau istirahat di rumah saja. Berbeda dengan perkumpulan anak muda yang satu ini. Malam minggu secara rutin juga dilakukan bersama, tapi tidak dengan kegiatan yang minim manfaat atau hanya menghabiskan uang saja.  Malam minggu komunitas ini bernama Muslim Youth Night atau akrab disebut My Night RISKA.

My Night Riska dengan motto: Malamku bersama Allah ini menjadi acara rutin yang dilakukan sebuah komunitas remaja masjid di Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu program pengembangan potensi remaja dalam bentuk workshop, talkshow dan i'tikaf yang berlangsung pada Jumat malam atau Sabtu malam di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Acara disajikan dengan tema yang sesuai dengan kondisi kehidupan saat ini, sehingga membantu remaja muslim untuk mengupgrade keilmuan mereka. My Night Riska berlangsung setiap dua bulan sekali, di hari Sabtu & Minggu terakhir di bulan tersebut yang  terbuka untuk seluruh remaja muslim di Indonesia.

Adalah RISKA, nama dari komunitas anak muda yang selain mengadakan acara My Night tersebut, juga rutin menggelar acara-acara lain yang bermanfaat bagi muda-mudi di Jabodetabek, bahkan di Indonesia. RISKA adalah singkatan dari Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa. Komunitas ini adalah bagian dari Masjid Agung Sunda Kelapa, sebagai wadah kepemudaan yang bertujuan untuk membina kehidupan beragama di kalangan remaja yang mendukung minat dan bakat anggotanya, terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.

Putri Assifa, Humas RISKA mengatakan saat ini ada 75 pengurus yang mengelola komunitas ini dengan anggota aktif dalam kegiatan adalah sekitar 200 orang. Karena RIKSA terbuka bagi anak muda muslim dari latar belakang mana saja, maka komunitas ini pun diisi oleh para anak muda beragam profesi, mulai dari pelajar dan mahasiswa, guru, pegawai swasta, fotografer, dan lainnya.

"Banyak sekali kesan, pelajaran, inspirasi dan pastinya ilmu yg saya dapat di RISKA. Di sini saya banyak bertemu dengan  teman-teman dan para tokoh yg menginspirasi, sampai Alhamdulillah skripsi S1 saya bisa dibimbing langsung oleh Bapak Anton Apriyantono (Menteri Pertanian RI era Presiden SBY), karena RISKA pernah mengadakan acara  silaturahim dan diskusi dengan beliau. Di RISKA pula saya bisa belajar dan mengembangkan kemampuan public speaking saya sehingga saya bisa terpilih menjadi finalis Abang None Jakarta Pusat 2015," jelas Apoteker di sebuah Rumah Sakit Swasta Tangerang ini. 

Organisasi ini lahir melalui proses sejarah yang cukup panjang. Cikal bakal RISKA dimulai sejak tahun 1969 dengan Pengajian Muda-Mudi Jalan Subang, Jakarta. Berlanjut pada  1971, Masjid Agung Sunda Kelapa berdiri dan mewadahi kegiatan tersebut. Tiga tahun kemudian, pada 1974, lahirlah RISKA dengan sistem keanggotaan inklusif. RISKA menawarkan studi Islam untuk berbagai kalangan dan menawarkan layanan pendidikan, serta workshop untuk kesenian, fotografi, jurnalistik, olahraga, dan lainnya. Selain itu, ada juga kegiatan sosial berupa program Adik Asuh RISKA, yang membantu masyarakat dhuafa sekitar dalam hal biaya pendidikan. Sistem manajemen organisasi yang modern dan dinamis, dukungan sumber daya yang ada dan  ditambah dengan kepercayaan dari banyak pihak merupakan modal utama RISKA dalam melaksanakan setiap kegiatannya.

RISKA telah mengadakan bermacam event mulai yang berskala kecil hingga yang besar, seperti Obor Persahabatan Dunia bersama MENPORA, Program Ciliwung Bersih bersama Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prof. Dr. Emil Salim, Gong Jakarta, Maharama 1991, ASEAN Youth Moslem International Meeting (AYMIM)  1995, serta kegiatan lainnya dengan massa yang tidak sedikit. Lokasi pelaksanaan pun beragam, dari ruang Ibadah Masjid Agung Sunda Kelapa sampai Taman Ria Senayan, mulai tempat perkemahan sampai ballroom hotel berbintang, ataupun ruang siaran stasiun radio dan chatting room di sebuah Internet Services Provider. Tema acaranya juga beragam, mulai tentang kelas fotografi, kelas motivasi, sampai kelas tausyiah ada di RISKA. Karena itu, kegiatannya sudah menjadi acara yang ditunggu para remaja untuk datang ke Masjid Agung Sunda Kelapa setiap pekannya.

Terlebih saat moment hari besar Islam, RISKA selalu mengadakan kegiatan dengan skala yang cukup besar dengan melibatkan massa yang tidak sedikit. Gema Muharram RISKA dan Ramadhan Bersama RISKA merupakan dua kegiatan besar RISKA, dengan peserta yang banyak dan juga jalinan kerja sama dengan banyak institusi bisnis. Dengan pengalaman di bidang event organizing selama bertahun-tahun, khususnya untuk target market remaja, serta nama besar yang disandang RISKA selaku trend setter remaja masjid Indonesia secara umum, tak pelak lagi RISKA merupakan sebuah nama yang patut dipertimbangkan sebagai mitra kerja untuk institusi komersil maupun non-komersil di Indonesia.

Dalam waktu dekat, RISKA akan menggelar My Night pada 23-24 April 2016 sebagai bagian juga dari kegiatan Pengajian Akhir Pekan (Paris) RISKA. Acara ini berisi dengan beberapa rangkaian acara, di antaranya workhop membuat kerajinan tangan, talkshow, tausyiah, dan juga mabit dengan sholat tajahud dan Subuh berjamaah. My Night kali ini bertema “creative with social media" yang akan menghadirkan beberapa pembicara terkait.

Selain itu, RISKA juga rutin merekrut anggota baru setiap tahunnya. Seperti 2016 ini, RISKA membuka pendaftaran anggota baru pada Februari 2016. Ada tujuh pilihan program yang bisa diikuti anggota baru, yaitu Studi Dasar Terpadu Nilai Islam (SDTNI), Studi Dasar Islam Siswa (SDIS), Belajar Mahir Membaca Alquran (BMAQ), Sister Club, Vocal class, fotografi, dan beladiri Muslim Thifan Pakhan. Terkait info kegiatan dan update dari RISKA bisa dilihat di twitter dan instagram @riskamenteng, atau di website resmi mereka di www.riska.or.id. (fau)

 

 

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top