Quran Indonesia Project

Acha, Afghan dan Raisa Rekam Suara Baca Alquran

Dari Abdullah bin Amr RA, bahwa Rasulullah Muhammad SAW. bersabda:

“Sampaikanlah dariku (Alquran) walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).

Jakarta, (gomuslim). Baru-baru ini gomuslim berkesempatan bertamu ke basecamp sebuah komunitas yang sedang naik daun saat ini di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan. Secara resmi diluncurkan pada Ramadhan 2015 lalu, komunitas yang terinspirasi dari Hadits “Sampaikanlah walau satu ayat” ini semakin terdengar gaungnya, khususnya di kalangan anak muda Indonesia yang berawal dari sebuah kamar yang dimodif menjadi studio rekaman dan kantor komunitas ini.

Adalah Quran Indonesia Project (QIP), sebuah komunitas yang berisi anak-anak muda produktif yang merekam ayat-ayat Alquran dengan tiga bahasa, yaitu Arab, Indonesia, dan Inggris. QIP mempunyai visi dan misi yang mulia, yaitu mereka ingin memudahkan akses terhadap Alquran beserta terjemahannya kepada masyarakat luas, khususnya para anak muda produktif yang berkegiatan dinamis, sehingga mendengarkan Alquran bisa mudah di mana saja dan kapan saja.

Founder atau producer Quran Indonesia Project, Archie Wirija menjelaskan campaign QIP ini ingin mengajak anak muda Indonesia lebih akrab lagi dengan Alquran melalui media audio yang dekat dengan mereka.

“Kami ingin Quran itu bisa didengerin saat terjebak macet atau lagi nunggu sesuatu. Misalnya, saat tidak  sempat baca (Alquran), minimal kita bisa mendengarkan,’’ kata alumni jurusan production management and performing arts Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta ini.

Ide tersebut lalu dia garap bersama dua teman kampusnya, Pasha Chrismansyah dan Narendra Pawaka, yang mengambil jurusan sound design. Archie bertindak sebagai produser, Pasha dan Eda, sapaan Narendra yang  mengerjakan editing.

Awalnya, hanya ada sekitar 150 orang kontributor pengisi suara, yang berasal dari berbagai kalangan. Archie dan tim QIP  mengajak beberapa public figure untuk ikut dalam project ini. Mereka berasal dari berbagai kalangan, di antaranya; penyanyi Afghan Syahreza dan Raisa Adriana, aktor film Kalam Kalam Langit Dimas Seto, aktris Acha Septriasa, Komika Ge Pamungkas, dan lainnya yang terus bertambah sampai sekarang.

“Mereka tidak dibayar oleh QIP, dan kami pun menyambut baik kebesaran hati mereka untuk meluangkan waktu ikut berkontribusi dalam project ini. Karena kami ini adalah organisasi non profit, niatnya adalah Lillahi Ta’ala dan semoga bernilai ibadah,”tambah Archie.

Ketika ditanya alasan mengajak para public figure tersebut, Archie menjawab karena pengaruh besar mereka di bidang masing-masing yang bisa menginspirasi anak muda untuk lebih dekat lagi dengan Alquran. Karena itu, kata Archie, bacaan-bacaan Alquran para kontributor belum sempurna dan masih dalam tahap belajar. Sebelum melakukan rekaman, QIP pun bekerjasama dengan Ustadz Uchi dari Lembaga Pendidikan Tahfidz Quran (LPTQ) Madani. Sebelum melakukan rekaman suara, para kontributor akan dibimbing, khususnya dalam membaca Alquran sesuai tajwidnya.

Melalui wawancara youtube QIP, Raisa Andriani, salah satu kontributor QIP mengatakan senang bisa bergabung dengan project mulia ini. karena niatnya adalah ingin anak muda lebih dekat dan  mempelajari Alquran.

“Semoga QIP bisa terus berkembang lebih baik lagi dan semakin banyak orang yang mau berkontribusi di project yang Insya Allah bernilai ibadah ini,” harap penyanyi Could it Be Love yang membacakan Surat Annas dan Albaqarah 255 (Ayat Kursi) dalam audio QIP ini.

Art Exhibition dan Aplikasi Smartphone

Para kontributor pertama QIP telah merekam suara mereka yang sudah dicopy dalam bentuk CD dan juga bisa diakses masyarakat secara luas melalui akun Soundcloud QIP dan website resmi mereka di www.quranindonesiaproject.com dengan didengarkan langsung atau didownload secara gratis di sana.

Menurut data dari Soundcloud, QIP sudah didengar oleh lebih dari 800 ribu orang lebih di 50 negara, di anataranya Malaysia, Singapura, Jepang, Arab Saudi, Amerika, Prancis, dan lainnya.

Untuk lebih mengenalkan Quran Indonesia Project ini, pada  Januari 2016 QIP menggelar sebuah Art Exibition bertema Alquran. Pameran tersebut diberi judul Quran Indonesia Project X Latiana yang menampilkan 50 lukisan Kaligrafi karya dari seorang wanita bernama Latiana  (Ita)  yang dikerjakan dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan selama dia menjalani perawatan di rumah sakit. Karya ini melengkapi visual dari bacaan ayat-ayat suci AlQuran audio yang direkam oleh Quran Indonesia Project.

Selain itu, tahun ini QIP akan menyiapkan sebuah campaign bernama #quranidprojectmycontribution yang bisa memudahkan masyarakat luas ikut berkontribusi merekam suara mereka. Karena saat ini masih ada ribuan ayat yang belum direkam di QIP. Kata Archie, hal itu memang sengaja dilakukan untuk mengajak masyarakat luas untuk bisa ikut dalam project ini. Dalam waktu dekat Archie dan tim juga akan meluncurkan aplikasi QIP yang bisa didownload di Appstore atau Playstore secara gratis.

“Tapi hal itu masih kami persiapkan, karena kami ingin saat launching aplikasi nanti, 30 juz Alquran sudah lengkap terekam,” kata Archie.

Terakhir, Archie berharap semoga nilai-nilai  Alquran yang disampaikan melalui QIP ini  bisa menginspirasi masyarakat secara luas, khususnya anak muda Indonesia. Karena katanya, anak muda itu harus berani bertindak dan berani berbuat untuk bermanfaat bagi orang lain dengan ide dan kreativitas masing-masing.(fau)

#QuranIndonesiaProject

Instagram: http://instagram.com/QuranIDproject

Twitter: http://twitter.com/QuranIDproject

SoundCloud: http://soundcloud.com/QuranIDproject

Website: http://quranindonesiaproject.com

 


Back to Top