Komunitas Pecinta Film Islami

KOPFI, Markas Besar Para Pecinta Film Islami

Yogyakarta, (gomuslim). Salah satu hobi anak muda Indonesia dalam menghabiskan waktu libur adalah menonton film. Apalagi sekarang, film dalam negeri banyak bermunculan dan juga berkualitas. Untuk itu, sering kita lihat di akhir pekan, bioskop-bioskop penuh oleh para pecinta film. Tapi, masih jarang ditemui komunitas yang mengakomodasi para pecinta film ini dan lebih khusus lagi, untuk film Islami yang kini mendapat tempat tersendiri di hati para penggemar film Indonesia.

Adalah Komunitas Pecinta Film Islami  (KOPFI), sebuah kumpulan anak muda para pecinta film Islami yang dibentuk tanggal 7 Oktober 2015 di Yogyakarta. Para pendirinya adalah sekelompok pemuda yang mencintai film Indonesia, khususnya film baik dan islami. Pemilihan kata ‘islami’ yang menurut KBBI berarti ‘akhlak’ islam, dilakukan untuk menegaskan bahwa komunitas ini hanya mendukung film baik yang memiliki akhlak, dengan maksud tidak bertentangan dengan ajaran islam. Founder dari komunitas ini terdiri dari lima orang mahasiswa Yogyakarta yang merupakan teman main dan punya passion yang sama, terhadap dunia film, yaitu  Kharis, Indri, Lya, Purna, dan Novi.

Humas KOPFI Kharis Indri mengatakan pembentukan komunitas ini untuk menjadi wadah berkumpulnya generasi penerus bangsa yang mampu memantik para sineas Indonesia dan Production House raksasa untuk melahirkan karya baik yang menjadi pembakar semangat kebaikan para pemuda Indonesia.

“KOPFI sebagai pecinta film yang Islami kembali menegaskan bahwa sebagai penikmat film, kami tidak sekadar menikmati karya-karya film yang Islami tapi juga berupaya menggali dan mencari makna, serta mengkritisinya dari sudut pandang seorang Muslim. Pandangan tersebut dapat berangkat dari kursi penonton dan juga dari kursi orang-orang yang paham film secara komprehensif, sehingga kritik dan saran yang disampaikan menjadi sesuatu yang berarti berharga bagi para sineas film baik dan Islami,” jelas Indri kepada gomuslim melalui pesan elektronik, (1/05/2016).

Perihal konten film, KOPFI juga mempunyai beberapa aturan khusus bagi film-film yang akan mereka review atau tonton bersama, di antaranya adalah isi dan konten yang disampaikan dalam film tidak bertentangan dengan nilai ajaran agama Islam, konten yang ditayangakan dalam film tidak mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.

“Menurut kami film baik adalah yang menginspirasi dan tidak menjadi ‘kontroversi’ dalam masyarakat. Karena itu, film yang kami dukung tidak harus bermuatan ajaran islam sebagai tujuan (Film Religi), tapi dapat pula Film baik yang bernafaskan Islam. Karena Islam adalah agama yang penuh dengan kebaikan, baik yang tersurat dan tersirat,” pungkas Indri.

Indri juga bercerita, awalnya KOPFI memang bermarkas di Kota Pelajar, Yogyakarta. Dalam waktu yang tidak lama, KOPFI Pekanbaru dan Samarinda terbentuk. Setelah tiga bulan berjalan, KOPFI berhasil melebarkan jala kebaikan sampai ke 27 Kota di Indonesia dan tiga negara, yaitu  Malaysia, Australia dan Jepang dengan memanfaatkan jaringan para pemuda Indonesia yang sedang menimba ilmu di sana. Masing-masing cabang memiliki pengurus yang berjumlah rata-rata 10 orang dan memiliki anggota komunitas yang berjumlah 50 sampai 100 orang.

 “Kami memanfaatkan jaringan personal kami ketika berada di lembaga kampus dan menghubungi teman-teman kami yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri. Kordinasi  dengan para anggota komunitas  dilakukan melalui grup-grup Whatsapp,” tambah Indri.

Selain itu, KOPFI juga mempunyai banyak kegiatan, di antaranya adalah event daerah, pusat, dan event pengembangan komunitas. Acara-acara tersebut terdiri dari event meet up, kopi darat, nonton bareng, talkshow, promosi, dan lainnya.

Di tahun 2016 ini KOPFI akan mengembangkan KOPFI menjadi 50 cabang, menjadi marketing beberapa PH (Production House) untuk beberapa film dan menguatkan jaringan komunitas yang ada. Komunitas ini juga berbagi cerita dan update di media sosial di antaranya dapat dilihat di web atau tumblr, melalui facebook, twitter dan intstagram, serta Fanpage Komunitas Pecinta Film Islami.

Sedangkan, cara bergabung dengan KOPFI adalah dengan menghubungi salah satu media sosial dan memiliki keahlian yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan yang paling penting adalah memiliki passion di bidang pengembangan komunitas dan film. Kata Indri, masyarakat dapat bergabung di KOPFI dan dapat menjadi agen dalam men-drive trend media dan perfilman Indonesia menjadi memiliki nilai-nilai yang lebih baik.

“Dengan adanya komunitas seperti ini, semoga ke depannya film-film Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tamu istimewa di negeri orang, sehingga nilai moral dari sebuah film serta kualitas film harus jauh lebih baik, “ harap Indri.(fau)

Sekretariat KOPFI:

Angkringan Merdeka R29 Taman Kuliner Condongcatur, Sleman, DIY

Twitter : @kopfi_id

Instagram : @kopfi_id

Tumblr : http://kopfi-id.tumblr.com/

Fanpage : Komunitas Pecinta Islam

Facebook : Kopfi

email : kopfi.pusat@gmail.com

 Contact Person : 087838599345 / 08984789012

 


Back to Top