Muslim Adventure Indonesia

Para Pendaki Ini Khatamkan Alquran di Atas Puncak Gunung

(gomuslim). Pembahasan tentang keindahan alam Indonesia memang tak ada habisnya. Mulai dari gunung, laut, ditambah keunikan budaya masing-masing daerah yang membuat banyak turis lokal maupun luar negeri  yang menjelajah nusantara. Tak jarang mereka pun membuat trip gabungan alias komunitas-komunitas pecinta alam, misalnya untuk melakukan pendakian gunung bersama-sama. Salah satunya adalah komunitas pecinta alam yang bersal dari Jawa Timur ini. Mereka menyebut komunitas ini dengan nama Muslim Adventure Indonesia.

Menggunakkan kata “Muslim” pada nama komunitasnya ini nmembuat para anggotanya semakin semangat menyebarkan dakwah Islam dan juga melakukan kegiatan positif selama perjalanan mereka. Muslim Adventure Indonesia (MAI) adalah komunitas pecinta alam yang berdiri sejak  29 Agustus 2014. Komunitas ini terbentuk dari ide kumpulan anggota One Day One Juz Jawa Timur, yaitu Dany Kurniawan, Sujay Saputra, Irfan Rochani, Wawan Kimiawan, Herman Effendi, dan Icha Solikha. Dengan membawa nama “Muslim”, MAI mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh komunitas sejenis yang lain. Saat melakukan pendakian gunung misalnya, MAI akan melakukan khataman Alquran dan sholat berjamaah ketika sudah sampai di puncak gunung.

Salah satu founder MAI Irfan Rochani bercerita kepada gomuslim, dalam kegiatan-kegiatannya MAI memiliki ciri khas tersendiri yaitu khatamkan Alquran di lokasi tujuan semisal event pendakian, maka akan berlangsung di puncak gunung.

“Selain itu adalah memberikan edukasi kepada para pendaki lain, bahwa kita di MAI selalu ingat sholat 5 waktu, menjaga kebersihan (saat BAB dan BAK), kita juga mengadakan tausiyah seusai sholat untuk mengingatkan kepada para anggota akan pentingnya rasa syukur kita sebagai hamba Allah SWT.,” jelas Irfan.

Selama hampir dua tahun terbentuk, gaung keberadaan MAI pun sudah mulai terdengar di banyak kalangan pecinta alam Indonesia. Sampai saat ini MAI sudah memiliki sekitar 1000 anggota yang berasal dari berbagai daerah, seperti  Jabodetabek, Pekanbaru, Lampung, Padang, Banten, Bandung, Jogja, Bali, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Kalimantan. Selama dua tahun ini juga sudah banyak pendakian berjamaah yang dilakukan MAI ke beberapa gunung Indonesia, seperti Gunung Semeru, Rinjani, Agung, Merbabu, Merapi, Prau, Raung, Kerinci dan beberapa gunung lainnya.

Dalam melakukan perjalanan, MAI tidak menggandeng travel agent, tapi melakukan manage perjalanan dengan para pengurusnya. Tapi, karena itu, kata Irfan, mereka akan dituntut melangkah lebih dari anggota yang lain dalam hal perencanaan, pembinaan, komunikasi, dan lainnya. Untuk itu  meskipun berbasis di Surabaya, Jawa Timur, MAI terbuka untuk umum. Tidak ada syarat khusus, anggota baru hanya harus mengikuti trip bersama dengan MAI. Untuk saat ini, ada tiga kriteria MAIers  (panggilan untuk anggota MAI), yaitu pertama MAIers Semeru; para anggota yang pernah melakukan event pertama kali,  di Gunung Semeru, kedua  MAI Trip yaitu MAIers yang sudah pernah mengikuti event MAI, dan ketiga  anggota MAI yaitu umum bagi simpatisan ataupun MAIers yang belum pernah mengikuti event namun ingin bergabung di MAI.  

Pada tahun 2016 ini, mereka akan segara melakukan pendakian ke Gunung Semeru dan Kerinci.  Informasi update tentang komunitas MAI ini bisa dilihat di akun sosmed mereka di  Facebook: Muslim Adventure Indonesia, Instagram: @Muslim_adventure_indonesia, dan Website di www.muslimadventureindonesia.com.

Melalui Muslim Adventure Indonesia, Irfan dan teman-teman ingin mengajak para anak muda untuk melakukan perjalanan. “Karena sebuah keniscayaan kalau kita sebagai manusia harus memiliki wawasan yang lebih dengan melakukan perjalanan, kita akan diajarkan secara langsung melalui hal-hal  yang kadang di kehidupan normal tidak kita alami, seperti bagaimana harus memanage logistik, waktu, buat perencanaan, mengelola tim, dan banyak hal lainnya, " pungkasnya. (fau)

 


Back to Top