Didik Umat Peduli Kebersihan Lewat ‘Gerakan Mukena Bersih’

(gomuslim). Kebersihan adalah sebagian dari iman. Hal ini yang melatarbelakangi terbentuknya sebuah komunitas yang konsen dalam mengumpulkan donasi beserta penyalurannya. Kegiatan komunitas ini pun menerapkan konsep sebuah gerakan, sehingga intinya mereka ingin mengajak masyarakat sama-sama lebih peduli dan perhatian lagi terhadap kebersihan diri, terutama kebersihan saat menjalankan ibadah Sholat lima waktu setiap hari.

Berawal dari pengalaman pribadi sang founder yang pernah menngunakkan mukena kotor saat menunaikan ibadah sholat Ashar di suatu masjid besar di Jakarta.  Dia sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena hal ini membuktikan bahwa umat muslim masih tidak peduli dengan kebersihan, salah satunya pada mukena untuk sholat di tempat ibadah umum. Waktu itu, sang founder pun tergerak untuk melakukan kegiatan mencuci dan menyetrika mukena-mukena yang sudah kotor dan tidak terawat di Masjid dekat rumahnya. Secara individu melakukan kegiatan tersebut, sang founder pun mengajak rekan-rekannya yang satu misi untuk membentuk komunitas yang diberi nama: Gerakan Mukena Bersih.

Gerakan Mukena Bersih (GMB) ini adalah program pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat Islami dengan memastikan ketersediaan mukena yang bersih di tempat ibadah umum (Masjid dan Mushola) di mana dalam prosesnya melibatkan berbagai unsur masyarakat. GMB lahir atas inisiasi keenam foundernya yang memiliki ikatan persaudaraan, yaitu Gita Saraswati, Diana Herutami, Dewi H. Gondokoesoemo, Indrawati DP, Niken Pongky dan Siska Utami yang resmi dibentuk pada (27/12/2007) bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1429 Hijriyah.

Gita Saraswati bercerita kepada gomuslim, kenyataan yang terjadi di masyarakat, bahwa ketersediaan mukena di tempat ibadah umum (masjid/mushola) jauh dari layak untuk beribadah, jarang ditemukan mukena yang bersih atau suci apalagi harum, (sebagaimana salah satu syarat sahnya shalat) dikhawatirkan menganggu kualitas ibadah muslimah di Indonesia. Selain itu, karena mukena identik dengan muslimah di Indonesia, mukena yang kotor menjadi imej yang merendahkan martabat muslimah di Tanah Air.

Adapun konsep komunitas ini adalah melibatkan relawan dan donatur. Bukan lagi menyucikan mukena, tapi meletakkan mukena baru. Program GMB yang bersifat nirlaba dan berbasis relawan ini, didesain sesederhana mungkin sehingga diharapkan dapat menyentuh berbagai kalangan di masyarakat. Beberapa dimensi pembelajaran dalam program ini meliputi : pencitraan Islam yang bersih, baik secara fisik maupun lebih jauhnya secara spiritual, meningkatnya nilai ukhuwah Islamiyah atau persahabatan umat Islam dalam masyarakat, meningkatnya kebersamaan dalam kebaikan dalam hidup bermasyarakat, mengasah sifat amanah, serta memfasilitasi penerapan syariah Islam dalam arti yang lebih luas dan sarat makna dalam keseharian.

Sebagaimana diinformasikan melalui website resminya, GMB merupakan sebuah wadah dari dua kegiatan utama yaitu pengadaan dan pemeliharaan mukena di tempat ibadah umum, Masjid atau Mushola. Pengadaan mukena dalam bentuk ‘Paket Amanah GMB’ diupayakan melalui berbagai kegiatan penggalangan dana maupun berbagai bentuk kerjasama. Adapun pemeliharaan mukena diupayakan melalui berbagai kegiatan sosialisasi untuk mendapat dukungan masyarakat luas sebagai Relawan Pemelihara.

Relawan Pemelihara adalah seseorang yang memahami manfaat program secara luas dan menyeluruh, baik untuk dirinya maupun masyarakat. Dengan landasan pemahaman tersebut, seorang Relawan Pemelihara berpartisipasi dalam program GMB dengan memberikan komitmennya untuk memelihara mukena (tukar-cuci berkala) bagi tempat ibadah umum di lingkungan sekitarnya, seperti sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

Adapun tempat ibadah (Masjid atau Mushola) di mana diletakannya mukena GMB ditentukan sendiri oleh Relawan Pemelihara dengan mempertimbangkan berbagai faktor dalam proses pemeliharannya, seperti lokasi dan frekuensi tukar-cuci mukena. Lebih jauh, seorang Relawan Pemelihara diharapkan dapat berperan sebagai Agent of Change bagi pembentukan budaya umat Islam yang lebih baik di tanah air.

Hampir sembilan tahun berselang, relawan GMB sudah mencapai 1.000 orang yang tersebar di 73 kota Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya juga berdomisili di luar negeri. Mereka datang dari latar-belakang dan profesi berbeda. Tua-muda, dari arsitek, ahli finansial hingga aktris. Bahkan tidak hanya muslimah, para muslimin pun ikut berpartisipasi.

Seiring meningkatnya kegiatan operasional program, pada Mei 2010 GMB mendirikan kantor sekretariat yang beralamat di Jalan Kemang Timur Raya 38 Bangka, Jakarta Selatan. Kantor sekretariat tersebut siap melayani pendaftaran Relawan Pemelihara selama enam hari dalam seminggu pada jam kerja. Sekretariat juga berfungsi sebagai basis administrasi penyelenggaraan program secara keseluruhan. Selain itu, menjelang delapan tahun kegiatannya dan dalam upaya memperluas jangkauan program, pada (15/05/2015) Yayasan Amanah Hati dibentuk sebagai payung kegiatan GMB.

"Yayasan Amanah Hati dibentuk untuk menaungi kegiatan GMB yang setelah delapan tahun berjalan Insyaallah akan terus berkembang dan meluas.  Bentuk kelembagaan formal diharapkan menjadi salah satu kendaraan GMB untuk memperluas syiarnya. Selain itu diharapkan menjadi wadah pengembangan program dan berbagai  inisiasi yang sejalan dengan visi misi GMB di masa mendatang, " jelas Gita. 

Selain merekrut relawan, GMB juga menerima donasi masyarakat sebagai dana untuk memproduksi  dan menyalurkan mukena bersih ke seluruh Indonesia. Infaq pengadaan mukena dan penyelenggaraan program dapat disampaikan melalui rekening: BCA No. 0711879594 An. Indrawati DP atau Gita Saraswati dan Bank Syariah Mandiri (BSM) No. 7567756771 An. Yayasan Amanah Hati. Kegiatan lainnya, yaitu tiga sampai empat kali dalam setahun secara berkala GMB menggelar berbagai bentuk kegiatan komunitas, namun masih terbatas pada komunitas di Jakarta. Kegiatan komunitas yang dilakukan biasanya dalam bentuk pengajian dan pelatihan dalam tema-tema beragam yang lebih ditujukan untuk membangun silaturahmi secara internal keluarga besar relawan GMB sambil terus saling menguatkan pada visi misi bersama dalam GMB. 

Dalam menyalurkan donasi mukena bersih ke Mushola dan Masjid ke daerah-daerah Indonesia, GMB tidak meyalurkan langsung mukena ke masjid atau mushola,karena GMB bukan kegiatan membagi-bagikan mukena, namun GMB lebih menitik beratkan kepada pemeliharaannya untuk memastikan ketersediaan mukena bersih yang layak digunakan beribadah di tempat ibadah umum. Mukena GMB yang tersedia dalam Paket Amanah GMB diberikan dengan cuma-cuma kepada Relawan Pemelihara yang mendaftar dengan sebuah akad (janji kepada Allah SWT) untuk dipelihara kebersihannya dengan tukar cuci secara berkala oleh Relawan Pemelihara.
 
"InsyaAllah dalam waktu dekat GMB akan mengeluarkan seri Paket Amanah Ibu & Anak yang terdiri dari mukena dewasa dan mukena anak. Harapannya keterlibatan anak dalam kegiatan ini bersama orang tuanya dapat menanamkan pemahaman yang lebih awal kepada generasi muda Islam di Tanah Air tentang pentingnya kepedulian, kebersihan dan kebersamaan dalam Islam, " ungkap Gita. 
 
Selain itu, Gita juga berbagi motivasi kepada amsyarakat bahwa kegiatan positif dan hidup bersih, serta disiplin bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. "Simple saja, agar kita mulai dengan niat lillahi ta’ala di hati yang dilanjutkan dengan ikhtiar sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah dalam keseharian, kalau belum bisa yang berat-berat yang mudah-mudah saja dulu seperti membantu memelihara mukena bersih di tempat umum, membuang sampah pada tempatnya, tepat waktu, dan yang lebih penting agar manfaatnya juga dapat dirasakan orang lain, " tambahnya. 

Jika masyarakat ingin mengetahui informasi tentang update kegiatan, ingin bergabung, dan informasi lainnya tentang GMB, bisa diakses melalui email: sekretariat@gerakanmukenabersih.or.id, website: www.gerakanmukenabersih.or.id, facebook: Gerakan Mukena Bersih, dan Twitter di @GMBmukenabersih. (fau/gmb)

 


Back to Top