Hijab Speak: Gerakan ‘Speak Up’ Hijab di Ruang Publik

(gomuslim). Hijab kini sudah menjadi bagian dari kehidupan muslimah di mana saja dan kapan saja. Dulu, hijab masih dipandang itu pakaian orang tua atau orang bertobat saja dan tak mendapat tempat di berbagai bidang, tapi kini hijab sudah menjadi pakaian muslimah semua umuran serta tampil dengan pesona berbeda. Buktinya, jumlah muslimah yang memakai hijab semakin bertambah, begitu pun peran mereka masing-masing yang semakin ‘pede’ berhijab di berbagai bidang, di mana hijab tidak menghalangi mereka untuk berkarya dan bermanfaat bagi sesama.

Hal ini yang menjadi visi utama dari sebuah komunitas yang digawangi ketiga muslimah Indonesia, yaitu Fikhanza Trimujiani, Yona Intan Zariska, dan Cahya Meythasari. Komunitas yang mereka beri nama Hijab Speak ini adalah sebuah bentuk community movement yang fokus di isu sosial, lingkungan dan pemberdayaan perempuan. Resmi  berdiri sejak September 2013, Hijab Speak pun telah menjadi bagian dari berbagai kampanye sosial dan kegiatan positif lainnya dengan melibatkan para hijaber Indonesia.

Salah satu founder Hijab Speak Fikhanza Trimujiani  bercerita kepada gomuslim, inti dari komunitas ini adalah gagasan untuk mengajak muslimah untuk "speak up". Berawal dari pengalaman pribadi Fika, begitu ia akrab disapa, yang  sudah menjadi atlet karate sejak di usia sekolah dasar. Saat duduk di bangku SMA kelas 3, Fika memutuskan untuk berhijab. Saat itu ternyata ada banyak tantangan, salah satunya adalah opini dan teman-teman di tim karate yang meragukannya tetap bisa jadi juara nasional karena berhijab. Ternyata banyak yang masih beranggapan bahwa hijab bisa membuat hidup jadi terkekang dan serba terbatas.

“Nyatanya, saya malah jadi makin semangat latihan supaya tetap bisa jadi juara. Saat itu masih sangat sedikit yang menggunakan hijab di lingkungan karate. Ini jadi motivasi saya untuk membuktikan kalau hijab sama sekali bukan penjara. Justru jika memutuskan sudah berhijab, harusnya muslimah jadi lebih semangat untuk speak up, jadi better person dan terus berprestasi, “ jelas penerima Gold Medal in National Karate Championship (2007-2010) ini.

Untuk itu, based on spiritnya, Hijab Speak ingin mengajak teman-teman hijabers untuk speak up. Mereka menyebut komunitas ini sebagai community movement, yaitu bukan hanya komunitas untuk saling berkumpul, tapi mereka juga mempunyai misis movement untuk berguna bagi masyarakat. Apalagi, tambah Fika, saat ini masyarakat sudah makin open minded. Hijab tidak hanya dipandang sebagai simbol agama, tapi juga bagian dari hidup wanita muslimah. Tidak ada lagi anggapan kalau pakai hijab itu ndeso dan kaku. Justru kalau menurut Fika, sekarang hijab sudah jadi bagian dari #generasikece.

Sejak awal didirikan, komunitas ini memang didisain untuk para hijaber, jadilah namanya Hijab Speak. Tapi dalam perjalanannya, komunitas ini juga diisi oleh siapa saja, tidak hanya para muslimah yang berhijab, bahkan mereka yang  non-muslim juga tertarik dengan kegiatan di komunitas ini.

“Hijab Speak sangat terbuka untuk siapapun yang mau belajar dan do something untuk masyarakat. Dari database kami, saat ini ada sekitar 8000 orang yang terdaftar dari Indonesia dan beberapa dari negara tetangga. Menariknya, member dan yang ikut di kegiatan Hijab Speak ternyata tidak cuma yang berhijab, yang tidak berhijab, yang bukan muslim dan laki-laki pun banyak yang menjadi member. Kami menerima siapapun yang mau ikutan, “ ungkap Fika.

Dalam merekrut anggota baru, Fika mengatakan Hijab Speak tidak mensyaratkan apapun. Tidak ada uang pendaftaran dan tidak ada uang iuran. Hal terpenting adalah mereka mempunyai semangat untuk  belajar dan membantu orang lain. Karena itu, pada kegiatan-kegiatan Hijabspeak seperti talkshow dan workshop semuanya free, dari tempat, pembiacara dan panitia semuanya tidak dibayar. “Alhamdulillah so far banyak yang mau ikut bantu. Prinsipnya, di Hijabspeak ini tempat untuk sharing dan caring,” kata Fika.

Pada tahun 2016, Hijab Speak sudah mempunyai beberapa agenda, di antaranya adalah tiga kegiatan berupa kampanye dan bakti sosial. Pertama, Departemen Sosial mempunyai program kampanye: #hopeforthefuture, yaitu program peduli anak kanker. Kegiatan ini adalah galang dana dan open recruitment volunteer untuk teman-teman yang mau ikut mengajar dan sharing di yayasan kanker anak. Kedua, Green Department punya program: “Ayo Bawa Tumbler”  yang mengajak teman-teman untuk membiasakan membawa tumbler dan mengurangi sampah botol plastik air minum. Green Department juga menjual Tumbler edisi khusus yang seluruh profitnya akan digunakan untuk pelaksanaan program-program lingkungan Hijabspeak. Untuk yang mau membeli bisa langsung kontak di social media Hijabspeak. Ketiga, Women Empowerment Department punya program #WEspeak, yaitu pelatihan dan workshop untuk perempuan, seperti workshop entrepreneurship, blogging, digital marketing, dan lainnya.

Selain itu, Fika yang juga aktif melakukan solo backpacking ke banyak daerah ini mengatakan melalui Hijab Speak ia ingin menyebarkan kebaikan dan impact positif kepada para muslimah untuk berani “speak up” dan ‘pede’ berhijab dengan mengembangkan potensi diri masing-masing.

“Untuk teman-teman semua, saya punya believe kalau hidup itu harus fair. Salah satunya adalah tidak hanya jadi orang yang terinspirasi, tapi juga harus ikut menginspirasi. Kita semua punya kesempatan untuk jadi inspirator yang menyebarkan semangat sharing dan caring. Speak up! Terus berusaha jadi the best version of yourself and be the best in your field. Apatis itu old school banget. Anak muda jaman sekarang tidak kece kalau apatis, “ pungkas pemilik akun instagram @fikhanza ini.

Hijab Speak aktif melakukan kampanye di sosial media beserta update kegiatan mereka melalui beberapa akun, seperti Twitter dan Instagram di @hijabspeak, Facebook: Hijab Speak Official, dan website resmi di www.hijabspeak.com. (fau)

 

 


Back to Top