Remaja Islam Masjid Agung Sunda Kelapa (RISKA)

RISKA Jadikan Masjid Rumah Kedua Bagi Generasi Muda Yang Gaul dan Berkarya

(gomuslim). Muda, Gaul, Berkarya. Inilah tagline dari organisasi bernama Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa (RISKA), Menteng, Jakarta Pusat. Organisasi yang bernaung di bawah kepengurusan Masjid Agung Sunda Kelapa ini menjadi salah satu role model bagi kegiatan remaja Masjid yang tak melulu soal pengajian saja, tapi pengembangan minat dan bakat, juga kegiatan sosial peduli lingkungan dan sesama.

RISKA adalah komunitas sebagai wadah kepemudaan yang bertujuan untuk membina kehidupan beragama di kalangan remaja yang mendukung minat dan bakat anggotanya, terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan. Organisasi ini lahir melalui proses sejarah yang cukup panjang. Cikal bakal RISKA dimulai sejak tahun 1969 dengan Pengajian Muda-Mudi Jalan Subang, Jakarta. Berlanjut pada 1971, Masjid Agung Sunda Kelapa berdiri dan mewadahi kegiatan tersebut. Tiga tahun kemudian, pada 1974, lahirlah RISKA dengan sistem keanggotaan inklusif. RISKA menawarkan studi Islam untuk berbagai kalangan dan menawarkan layanan pendidikan, serta workshop untuk kesenian, fotografi, jurnalistik, olahraga, dan lainnya.

 Selain itu, ada juga kegiatan sosial berupa program Adik Asuh RISKA, yang membantu masyarakat dhuafa sekitar dalam hal biaya pendidikan. Sistem manajemen organisasi yang modern dan dinamis, dukungan sumber daya yang ada dan  ditambah dengan kepercayaan dari banyak pihak merupakan modal utama RISKA dalam melaksanakan setiap kegiatannya.

RISKA telah mengadakan bermacam event mulai yang berskala kecil hingga yang besar, seperti Obor Persahabatan Dunia bersama MENPORA, Program Ciliwung Bersih bersama Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Prof. Dr. Emil Salim, Gong Jakarta, Maharama 1991, ASEAN Youth Moslem International Meeting (AYMIM)  1995, serta kegiatan lainnya dengan massa yang tidak sedikit. Lokasi pelaksanaan pun beragam, dari ruang Ibadah Masjid Agung Sunda Kelapa sampai Taman Ria Senayan, mulai tempat perkemahan sampai ballroom hotel berbintang, ataupun ruang siaran stasiun radio danchatting room di sebuah Internet Services Provider. Tema acaranya juga beragam, mulai tentang kelas fotografi, kelas motivasi, sampai kelas tausyiah ada di RISKA. Karena itu, kegiatannya sudah menjadi acara yang ditunggu para remaja untuk datang ke Masjid Agung Sunda Kelapa setiap pekannya.

Terlebih saat moment hari besar Islam, RISKA selalu mengadakan kegiatan dengan skala yang cukup besar dengan melibatkan massa yang tidak sedikit. Gema Muharram RISKA dan Ramadhan Bersama RISKA merupakan dua kegiatan besar RISKA, dengan peserta yang banyak dan juga jalinan kerja sama dengan banyak institusi bisnis. Dengan pengalaman di bidang event organizing selama bertahun-tahun, khususnya untuk target market remaja, serta nama besar yang disandang RISKA selaku trend setterremaja masjid Indonesia secara umum, tak pelak lagi RISKA merupakan sebuah nama yang patut dipertimbangkan sebagai mitra kerja untuk institusi komersil maupun non-komersil di Indonesia.

 

 

Seperti baru-baru, RISKA menggelar acara traveling sambil beramal bertajuk Ecosynergy: Act, Share, and Learn pada Sabtu dan Minggu (20-21/08/2016) di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Acara ini adalah penanaman sejumlah 1.437 bibit pohon mangrove,  kampanye peduli lingkungan melalui semi melukis dan mural (melukis di dinding) bersama para murid Sekolah Dasar Satu Atap Pulau Harapan dan mentoring pengetahuan tentang pengolahan sampah kepada anak-anak pulau tersebut. Kegiatan sosial Ecosynergy pun ditambah dengan kegiatan travelling wisata alam, yaitu berkunjung ke Taman Biota Laut pengangkaran penyu dan menikmati keindahan bawah laut lewat kegiatan snorkeling pada hari berikutnya. Karena itu, kegiatan Ecosynergy oleh Riska ini menjadi lengkap dan berkesan bagi para peserta sebagai; traveling seru sambil beramal.

Selain kegiatan tersebut, RISKA juga mempunyai kegiatan rutin berupa Pengajian Akhir Pekan RISKA (PARIS) dan My Night RISKA berupa malam minggu bersama di Masjid Agung Sunda Kelapa yang berlangsung dengan mengundang pembicara dan workshop sesuai tema setiap dua bulan sekali di Masjid Agung Sunda Kepala, Jakarta Pusat.

Rekrutmen Anggota Baru

Dalam rekrutmen organisasi, RISKA memiliki beberapa tahapan di antaranya saat awal pendaftaran, mereka akan dibagi sesuai program minat dan bakat selama enam bulan. Program minat dan bakat RISKA di antaranya adalah Studi Dasar Terpadu Nilai Islam (SDTNI), Studi Dasar Islam Siswa (SDIS), Belajar Mahir Membaca Alquran (BMAQ), Sister Club, Vocal Class, Fotografi, dan Beladiri Muslim Thifan Pokhan. Setelah itu mereka akan melalui tahapan jenjang karir berupa basic training, magang ke departemen-departemen yang ada di kepengurusan dan event-event rutin RISKA. Selanjutnya ada intermediate training jika mereka mau berkomitmen masuk dalam kepengurusan.

Putri Assifa, Humas RISKA mengatakan saat ini ada sekitar 100 pengurus yang mengelola komunitas ini dengan anggota aktif dalam kegiatan adalah lebih dari 200 orang. Karena RIKSA terbuka bagi anak muda muslim dari latar belakang mana saja, maka komunitas ini pun diisi oleh para anak muda beragam profesi, mulai dari pelajar dan mahasiswa, guru, pegawai swasta, fotografer, dan lainnya. Dengan rentang usia 16 sampai 26 tahun.

"Banyak sekali kesan, pelajaran, inspirasi dan pastinya ilmu yang saya dapat di RISKA. Saya banyak bertemu dengan  teman-teman dan para tokoh yang menginspirasi, sampai Alhamdulillah skripsi S1 saya bisa dibimbing langsung oleh Bapak Anton Apriyantono (Menteri Pertanian RI era Presiden SBY), karena RISKA pernah mengadakan acara  silaturahim dan diskusi dengan beliau. Di RISKA pula saya bisa belajar dan mengembangkan kemampuan public speaking saya sehingga saya bisa terpilih menjadi finalis Abang None Jakarta Pusat tahun 2015," jelas Apoteker di sebuah Rumah Sakit Swasta Tangerang ini.

 

 

Selain itu, Ketua Umum RISKA Rizki Syafitri mengatakan dirinya ingin menjadi RISKA dalam hal ini Masjid Agung Sunda Kelapa sebagai rumah kedua. Kata Kisyaf, begitu ia akrab disapa, saat anak muda nyaman berkegiatan di suatu organisasi maka mereka akan nyaman mengembangkan minat dan bakat, berkegiatan positif, dan mengembangkan organisasi RISKA menjadi lebih baik.

“Saya mengajak anak muda muslim khususnya di Jabodetabek untuk join di RISKA. Karena dengan memakmurkan Masjid dan kita anak muda muslim yang baik akan menjadi tonggak peradaban kepemimpinan Indonesia yang lebih baik di masa depan. Karena kalau bukan kita siapa lagi, “ ajak Kisyaf.

Saat ini RISKA sedang membuka pendaftaran anggota baru sampai (04/09/2016) mendatang dengan pilihan tujuh program minat dan bakat. Pendaftaran lebih lanjut bisa diakses melalui website resmi RISKA di www.riska.or.id. (fau)

 


Back to Top