Yayasan Annaba Center

Pesantren Ini Jadi Rumah bagi Mualaf Belajar Islam

gomuslim.co.id- Sebagian dari masyarakat Muslim mungkin tidak pernah tahu bagaimana kehidupan seorang mualaf setelah menyatakan keislamannya. Berpindah keyakinan bukanlah sesuatu yang mudah bagi setiap orang. Meskipun hakikatnya setiap manusia mempunyai kebebasan untuk memeluk agama. Begitu pun dalam Islam. Tidak ada paksaan untuk memeluk agama rahmatan lil alamin ini.

Ada banyak mualaf yang hidup dalam kesulitan setelah mengucap dua kaliamat syahadat. Sebagian dari mereka bahkan kehilangan tempat tinggal, pekerjaan dan terusir dari keluarga yang tak mau menerima keislaman mereka. Karena keprihatinan ini, didirikanlah  Yayasan Annaba Center dengan merintis Pesantren Pembinaan Muallaf. Pesantren ini dibangun untuk para muallaf untuk mulai menata hidup barunya sebagai muslim sejati.

Berlokasi di Jalan Cenderawasih IV No.1 RT.02/RW.03, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan, Banten, pesantren ini seperti layaknya sebuah pesantren modern pada umumnya. Bangunan mentereng dua lantai dengan hiasan kaligrafi di tiap sudut dindingnya semakin menambah keindahan gedungnya. Pesantren tersebut dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter persegi dari wakaf para muhsinin yang baik hati. Bangunan itu sengaja didesain supaya orang yang belajar disana merasa nyaman dalam belajar Islam lebih dalam.

Siapa sangka, Pesantren mualaf ini ternyata diinisiasi dan didirikan oleh seorang mualaf pula. Dialah Ustadz Syamsul Arifin Nababan, seorang mualaf asal sumatera utara yang begitu prihatin terhadap kaum muallaf yang hidupnya jauh dari kelayakan, merasa terbuang, dan terkadang kehilangan seluruh kesejahteraan yang pernah dirasakannya sebelum menjadi muslim.

Ustadz Nababan sering melihat para mualaf terlantar dan tidur di pelantaran masjid kota. Lantas dirinya berinisiatif untuk membangun tempat khusus bagi para mualaf. Hal demikian ia lakukan agar tidak ada lagi rasa khawatir bagi mualaf dalam menjalankan keislamannya. tidak ada lagi rasa terbuang dan tentunya tidak kembali murtad kerena mendapatkan Islam  sebagai agama yang membawa kedamaian.

“Saat baru memeluk Islam, keadaan mualaf kadang sangat memperihatinkan. Mereka terusir dari rumah dan hidup tanpa perlindungan orang tua atau keluarga. Pilihan ini mereka ambil karena mereka yakin keimanan tergadap agama Islam sangat cocok untuk memenuhi gemuruh batin yang bergejolak dalam hati mereka,” ujarnya saat ditemui tim gomuslim.

Lebih lanjut Nababan menjelaskan, keberadaan Pesantren Pembinaan Mualaf ini dapat membatu mereka yang sudah hidup prihatin. Dirinya berharap, para mualaf merasakan hidup yang lebih baik setelah berislam. Selain itu, mereka juga diharapkan merasakan adanya saudara seiman yang bisa membantu menguatkan akidah  Islam mereka. Terlebih, katanya, tak satupun selama dirinya menganut Islam, organisasi Islam yang besar maupun yang kecil mau memikirkan nasib kaum mualaf ini.

“Coba kita tengok kondisi saat ini. Kita umat Islam Indonesia memiliki banyak organisasi masyarakat Islam yang banyak, baik itu yang sekala besar maupun kecil. Namun, sayang sekali mereka masih disibukan dengan perebutan kekuasaan dan kursi politik. Berebut kue kekuasaan. Tak heran, jika keterlantaran para mualaf dan kegelisahan mereka tak pernah terjawab. Atas dasar kondisi semacam ini kami punya niat kuat mendirikan pesantren yang khusus bergerak di bidang pembinaan, penyantunan, dan perhatian serta pelayanan pendidikan bagi para mualaf,” terangnya.

Pesantren ini didirikan untuk menguatkan akidah para mualaf. Tempat yang dianggap sebagai rumah bagi mereka sehingga dapat merasakan Islam yang damai dan tidak lagi dalam kesusahan. Kenyamanan dalam belajar bagi mualaf sangat penting supaya mereka dapat mendalami ilmu agama Islam lebih dalam. Ketersediaan berbagai fasilitas yang disediakan oleh pesantren sangat dapat membantu dalam proses pembinaan dan pendidikan.

“Yayasan Annaba Center ini menyediakan berbagai fasilitas untuk para santri mualaf. Mereka dapatkan secara gratis dan murni sosial. Semuanya disekolahkan dan dikuliahkan di beberapa tempat. Tak ada urusan uang di sini. Kami hanya berharap bahwa kepedulian Islam terhadap para mualaf itu ada dan bisa menjembatani mereka menjadi muslim yang sejati, menerima ajaran Islam yang lurus dan tentu saja mendamaikan,” jelasnya.

Pesantren Mualaf ini menjadi tempat bagi mualaf yang masih bingung mencari tempat untuk belajar agama mulai dari dasar. Siapa pun dapat belajar di tempat ini asalkan niat serius untuk belajar selalu ada. Penyelenggaraan pendidikan yang pertama ditanamkan di pesantren ini adalah soal akidah (ideologi) Islam. Setelah itu baru diberikan materi-materi lain seperti fikih, ibadah, bahasa arab, baca tulis Alquran, dan kajian-kajian kitab secara rutin yang muaranya pada pemahaman akidah yang benar.

“Masyarakat umum pun yang ingin bergabung mengikuti kajian keislaman secara rutin, silahkan. Pesantren ini juga terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar agama dari dasar. Khususnya  bagi mereka para mualaf yang baru masuk Islam dan mencari tempat untuk belajar, disinilah tempatnya” ujarnya lagi.

Pendidikan yang diberikan simultan kepada para mualaf sangat penting untuk menjaga akidah mereka. Pemahaman akidah yang benar yaitu yang mengarah pada Alquran dan Sunnah Rasulullah Muahmmad SAW. Kedua hal inilah yang menjadi rujukan utama dalam pendidikan dan pembinaan untuk para mualaf.

“Barometer rujukan utama kami disini adalah dua kitab itu, kita tidak boleh termakan opini, seoalah-olah organisasi lebih utama dari alquran dan sunah. Karena orang yang mengikuti Alquran dan sunah-sunah rosul adalah akidah yang selamat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Nababan juga menyatakan, Islam adalah agama anti kekerasan dan  anugerah bagi seluruh alam. Sehingga, kalau ada orang Islam yang melakukan tindak kekerasan jangan pernah dihubungkan dengan agama. Sebab, pemahaman agama yang dangkal akan membahwa pada kerusakan. “Sesuai namanya, Islam artinya, damai, selamat, bahagian dan tentram. Hal ini pula yang terus kami yakinkan kepada para muallaf di sini,” pungkasnya.

Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center adalah sebuah institusi pendidikan non formal yang bertujuan melahirkan pribadi-pribadi Muslim yang kaffah, berkarakter serta berjiwa mandiri. Keberadaan Yayasan Annaba Center tidak hanya sekedar untuk mengisi kekosongan peran pembinaan mualaf, tetapi juga untuk mengefektifkan kerja-kerja pembinaan mualaf secara lebih baik dan bisa dilakukan semua pihak yang bergerak dibidang keislaman. “Alhamdulilah, saat ini kami masih bisa berjalan dengan kemandirian. Namun, besar pula harapan kami tiap ummat Islam bisa membantu perjuangan kami ini,” imbuhnya.

Hingga saat ini pesantren mualaf ini telah memiliki 60 santri putra dan putri. Setiap santri berasal dari berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa hingga Papua. Bahkan sejumlah santri juga berasal dari Timor Leste. Keragaman ini sengaja dipupuk dan dibina untuk menghindari kesan ekslusifitas terhadap suku, rasa atau etnis tertentu.

Informasi kegiatan dan update dari Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center bisa diakses di situs resminya: www.annaba-center.com dan akun-akun media sosial; Facebook: Annaba Cntr atau Annaba Center Indonesia. (njs/dbs)

 


Back to Top