Muslim Designer Community: Karena Berdakwah Tidak Selalu dengan Ceramah

gomuslim.co.id- Berani berbeda. Mungin itulah gambaran yang bisa diungkapkan kepada Muslim Designer Community (MDC).  Sebuah komunitas desainer Muslim yang sampai saat ini telah memiliki puluhan ribu anggota. Sesuai dengan namanya, komunitas ini bergerak dan berdakwah dengan karya desain yang dibuat masing-masing member. Ciri khas inilah yang menjadi pembeda dengan komunitas lainnya.

Meski lebih banyak bergerak di social media, MDC ini ternyata memiliki member yang berada diluar negeri. Selain sebagai wadah pemersatu bagi designer muslim untuk lebih aktif bergerak dalam kontribusi keshalihan sosial, komunitas ini juga dapat saling berbagi ilmu dan memberikan kemanfaatan yang nyata bagi umat. Atas visi besar inilah yang kemudian terus memperbanyak anggotanya.

Komunitas MDC sendiri awalnya didirikan oleh Nurhadi Ismail (Komandan), Toni Ardan (Sekjen), Ferry Widyoko (Bendahara) dan Dwi Sutrisno (Humas) di Solo, Jawa Tengah pada hari Jumat, 4 Oktober 2013. Namun, kemudian baru aktif rilis di Facebook pada tanggal 24 Oktober 2013. Melalui media Facebook inilah awal pergerakan dari MDC.

Sementara itu, untuk regional Jabodetabek sendiri, MDC diinisiasi dan diperjuangkan oleh oleh Yadhi Suryadi (Jakarta), Amal Jamaludin (Bogor), dan Eko Apriyanto (Bekasi). Rilis resminya pada tanggal 20 April 2014 di Masjid Istiqlal, Jakarta oleh 11 Desainer muslim yang berdomisili sekitar Jabodetabek.

Amal Jamaludin, selaku pengurus komunitas MDC bercerita kepada gomuslim. Dirinya mengatakan bahwa komunitas MDC ini konsen dalam dakwah kreatif ini menggunakan media komunikasi visual. “Sekarang ini media social terus berkembang pesat. Banyak desain-desain bermuatan negatif dan provokatif. Hal ini bisa menjerumuskan yang mengajak orang-orang kepada kemungkaran dan kemudharatan,” ujarnya

Lebih lanjut, pria kelahiran Jakarta, 18 April 1985 ini mengungkapkan bahwa desain-desain negatif tersebut bukan hanya berlalu-lalang di media social, namun juga sudah banyak merambah ke media iklan, billboard sampai ke media Kaos (baju). “Maka dari itu perlu adanya langkah perbaikan untuk melawan hal-hal diatas, salah satunya ya dengan menyuarakan kebenaran dan kebaikan melalui desain-desain visual,” jelasnya.

Di sisi lain, lulusan dari jurusan Desain Komunkasi Visual ini mengungkapkan pentingnya berdakwah melalui media ini karena merupakan bentuk tanggungjawab setiap Muslim untuk mensyiarkan kebajikan dan kebenaran. “Hal ini juga sebagai bentuk tanggungjawab kita sebagai Muslim yang mengikuti petunjuk Alquran dan Sunnah,” ujarnya.


Selain berdakwah melalui media visual, komunitas ini juga memberikan konsen lainnya dalam bentuk mengadakan pelatihan-pelatihan desain. Hal ini sebagai salah satu upaya pemberdayaan umat Islam yang potensial supaya dapat bersinergi dan bekerjasama dengan gerakan dakwah lainnya.

Menurut Ayah dari dua anak ini, perkembangan desainer Muslim saat ini sudah mulai banyak. Berbagai komunitas, lembaga maupun institusi Islam lain telah memiliki desain-desain promosi dakwah yang menarik dan bagus. “Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa banyaknya desainer muslim di berbagai tempat. Bukan hanya dari MDC, namun dari komunitas dan lembaga lainnya juga,” katanya.

Amal menilai, setiap bakat dan kemampuan seseorang merupakan Anugerah dari Allah SWT. Untuk itu, sudah semestinya hal tersebut di jalankan seusai dengan aturan-Nya. “Jadikan diri lebih bermanfaat untuk orang lain. Sekecil apapun itu, kalau bisa mendesain, desainlah yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Kalau belum bisa desain yang bemanfaat, jangan mendesain sesuatu yang mengajak kerusakan dan kemudharatan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain (HR Thabrani),”ujarnya.

Komunitas MDC ini terbuka untuk umum. Hingga saat ini, anggota yang sudah tergabung di grup Facebook sudah mencapai 39,704 member, dan memiliki lebih dari 20 Chapter di seluruh nusantara. Sementara, untuk MDC chapter Jabodetabek sendiri memiliki 80 member yang tergabung dalam grup MDC chapter Jabodetabek, dan Fanspagenya sudah ribuan likes.

Amal menjelaskan, tidak ada persyaratan khusus untuk bergabung dengan MDC chapter Jabodetabek. Yang penting Muslim dan ikut berkontribusi dalam dakwah kreatif visual. “MDC chapter Jabodetabek sendiri punya tambahan syarat masuk, yakni setiap calon member wajib memberikan satu desain dakwah (dibuat menggunakan media dan software apapun). Ini menjadi tiket masuk keanggotaan MDC chapter Jabodetabek” jelasnya.

Pada tahun 2016 ini, ada beberapa project dan kegiatan MDC chapter Jabodetabek yang sudah dilakukan. Kegiatan tersebut di antaranya seperti mengadakan workshop desain grafis, bekerjasama sebagai designer contributor di berbagai event (GEMAR-Gerakan Menutup Aurat 2016), dan pengisi materi desain.  “Insya Allah bulan ini mendapat kesempatan untuk mengisi satu hari di event 11th Bogor Islamic Boook Fair dan menjelang akhir tahun, kami akan mengadakan kegiatan Ngaji Kreatif,” ujarnya.

Informasi akun media sosial MDC Chapter Jabodetabek bisa diikuti melalui akun Instagram @mdcjabodetabek, Twitter @mdcjabodetabek, Fanspage : MDC Jabodetabek, Path :MDC Jabodetabek, BBM Chanel : mdc jabodetabek, Telegram chanel : telegram.me/mdcjabodetabek. (njs)

 

 


Back to Top