Hari Santri Nasional

AlaSantri: Sebar Kebaikan di Sosial Media Lewat Cerita Khas Pondok Pesantren

gomuslim.co.id- Tak banyak orang yang mengetahui, bahwa kehidupan di pondok pesantren penuh dinamika. Bagi santri, di balik mondok, ada banyak cerita, riuhnya pondok dengan hafalan, suka saat belajar semua ilmu, duka saat rindu rumah. Juga banyak cerita suka dan duka yang tak akan pernah terlupakan. Cerita para santri ini dibuat kekinian oleh sekelompok santriyin yang dinamakan Komunitas AlaSantri.

“AlaSantri lahir oleh para santri di pesantren. Berawal dari sharing dan tebak-tebakan tentang seluk beluk Nahwu Shorof via Whats App dan aplikasi sosial lainnya. Ternyata tebak-tebakan ini sangat berkesan bagi kami. Karena hal ini hanya dimengerti oleh para santri dan bagi kami itu lucu sekali. Seperti kata-kata gombal plesetan dari Nahwu, Shorof, Tajwid dan ilmu khas pesantren lainnya,” tutur Penasehat AlaSantri, Ahmad Kiromi, kepada gomuslim, Sabtu (22/10).

Misalnya, orang bilang bila cinta sudah melekat, kentut kucing bau coklat, namun tidak demikian dengan santri yang sedang belajar ilmu tajwid. Bagi dia, keindahan ilmu tajwid telah memudarkan kecantikan paras kembang pesantren. Atau bahkan yang seperti ini, di matamu, aku seperti nun mati pada bacaan idghom bilaghunnah, tampak jelas namun tak dianggap.

Ahmad yang merupakan Alumni Pondok Pesantren AlFalah Ploso, Kediri ini, lalu bercerita, bahwa para santri yang tergabung di group Whats App begitu menikmati tegur sapa ini, sambil mengenang masa-masa di pondok pesantren. “Hingga pada tanggal 25 November 2014 kami meluncurkan AlaSantri di Instagram, supaya bisa menjangkau kalangan lebih banyak lagi. Tidak hanya santri, namun semua masyarakat Islam di manapun bisa mengetahui kehidupan santri. Apalagi sekarang, internet bisa dijangkau oleh hampir siapapun. Sehingga, dari instagram ini, berkembanglah dengan dibuat website AlaSantri,” papar Ahmad.

Basis komunitas Ala Santri adalah pesantren-pesantren salaf di Jawa Timur dan Jawa tengah. Seperti, Pondok Pesantren Alfalah Ploso, Lirboyo, Langitan, Sidogiri, Dresmo, Jombang, Sarang Rembang, dan Krapyak Yogyakarta. “Namun semua santri bisa bergabung di komunitas ini. Karena kami tidak membedakan asal usul pesantren,” jelas Ahmad yang juga alumnus Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Komunitas ini pun tak hanya mengumpulkan santri seluruh Indonesia. Namun, sampai juga ke santri-santri di Tarim, Yaman, Mekkah, dan Amerika Serikat yang turut meramaikan. Dengan demikian, AlaSantri menyambung tali silaturahim.  

“Dengan adanya Ala Santri kami merasa lebih dekat karena kapan pun bisa saling bertegur sapa. Sebelumnya pertemuan santri antar pondok pesantren hanya bisa terjadi saat momen tertentu saja, dan itu pun terbatas tidak semua santri antar pesantren berkesempatan saling mengenal,” ungkap Pria kelahiran 12 Juni 1979 ini.

Sejauh ini, Komunitas AlaSantri merasa bersyukur, diberikan kelancaran dalam menyatukan para santri ini. “Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada kendala. Selama internet lancar kami bisa saling bertegur sapa,” ujar Ahmad.

Kemudian AlaSantri berkembang membentuk website alasantri.com. Redaksi pengelola website ini adalah beberapa alumnus pesantren Ploso, Lirboyo dan Tarim Yaman. “Saat ini, kami belum memiliki kantor, namun teknologi yang ada sekarang cukup mudah untuk menghubungkan kami, seakan terus bersama. Adapun kontributor ala santri adalah seluruh santri Indonesia,” jelas Ahmad.

Ke depannya, tentu saja komunitas AlaSantri ini ingin terus berkembang. Rencana ke depannya AlaSantri ingin membuat wadah komunitas dalam bentuk forum. Sehingga santri akan dengan mudah menyuarakan aspirasinya, memudahkan mereka untuk berdiskusi, dan saling berkirim kabar online. “Forum AlaSantri ini sedang kami kembangkan, dan sudah bisa diakses di www.alasantri.id," kata pengajar di Staiba Purwoasri ini.

Lebih lanjut, Ahmad pun menyatakan bahwa mereka ingin menciptakan aplikasi mobile berbasis Andoid dan iOS untuk memudahkan santriyin dan santriyat saling berbagi di forum. Secara umum, mungkin nantinya, aplikasi ini akan seperti aplikasi kaskus yang merupakan forum online terbesar tanah air.

Saat ini, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, AlaSantri pun mengatakan berbagai kegiatan, diantaranya. kegiatan yang saat ini sedang berlangsung untuk menyambut hari santri yaitu, Videotren Contest 2016.  Acara ini telah mulai disebarkan sejak 14 september hingga tiga hari sebelum pelaksanaan hari santri. “Setiap karya Video yang masuk akan kami tayangkan di Channel Nutizen dan TV9Nusantara. Selain itu akan ditayangkan pada puncak acara Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di Yogyakarta,” terang Ahmad, yang kini sibuk di Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur.

Komunitas ini berharap akan banyak santri yang memiliki kepribadian matang secara spiritual dapat berkontribusi lebih banyak lagi dalam masyarakat. “Mereka harus punya wadah untuk menyalurkan aspirasi dan pemikiran-pemikiran yang syar'i. Sehingga masarakat kita yang sebenarnya sangat membutuhkan bimbingan rohani ini dapat mudah mengakses informasi yang berhubungan dengan ritual keagamaan—ubudiyah dan tidak sampai salah langkah saat mengambil informasi keagamaan. Kami sangat prihatin dengan banyaknya informasi-informasi sesat yang banyak beredar di dunia maya,” ulas Ahmad.

Saat ini, AlaSantri pun sudah bisa diakses secara internasional. Kedepannya AlaSantri akan mengembangkan multi bahasa. In Syaa Allah hal tersebut sangat mungkin. Terutama bahasa Arab dan Inggris. Karena memang ada kontributor AlaSantri yang sedang belajar di Mesir, Yaman, Amerika, Inggris dan Jepang.

Di samping itu, harapan AlaSantri, semoga keberadaan website komunitas santri, bisa memberikan manfaat dan pengetahuan positif, “Hingga kami menjadi pribadi yang disabdakan Nabi Muhammad saw, seperti yang diriwayatkan oleh Thabrani, Khoirunnas Anfa'uhum Lin Nas—sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain,” tegas Ahmad. Informasi update tentang komunitas ini bisa diakses di akun instagram; @alasantri. (iys)


Back to Top