Naik Gunung Sambil Tafakur Alam, Begini Aktivitas Wisata Ala Pendaki Hijabers

gomuslim.co.id- Seiring dengan perkembangan pariwisata di Indonesia dan juga dunia, banyak wisatawan yang membentuk komunitas atau perkumpulan. Komunitas ini biasa melakukan gathering untuk berwisata bersama, seperti sharing cost, backpacker-an, sampai yang berwisata ala koper alias dengan budget mahal.

Indonesia sendiri mempunyai banyak komunitas untuk pecinta jalan-jalan. Sebut saja Backpacker dunia, Backpacker Indonesia, dan belum lagi komunitas-komunitas sejenis lainnya yang dibentuk dalam organisasi sekolah, kemahasiswaan, bahkan tempat kerja. Salah satu yang menarik perhatian dan memiliki ciri khas dari yang lain adalah komunitas Pendaki Hijabers.

Sesuai dengan namanya, komunitas ini memang diisi oleh para muslimah berhijab yang menyukai jalan-jalan, khususnya wisata alam dalam pendakian gunung. Mereka pun aktif mendaki berbagai gunung yang ada di Indonesia, termasuk juga di dalamnya dibuat organisasi yang baik untuk mengembangkan perkumpulan tersebut.

Kepada gomuslim, salah satu pendiri komunitas Pendaki Hijabers, Lidia Emalia bercerita bahwa komunitas ini sebenarnya sama seperti komunitas pendaki pada umumnya.

“Hanya saja yang membedakan adalah member kami yang beranggotakan wanita muslimah yang mengenakan hijab saja. Saat ini pengurus pendakihijabers ada 9 orang, yaitu saya, muzdalifah, Lia,Ika, Desti, Adillah, Pina, Ziah dan Meida. Para pengurus  berdomisili di Jabodetabek dan satu ada yang di Bandung, “ jelas Lidia.

Lebih lanjut, Lidia juga mengatakan tujuan utama dia dan rekan-rekannya membentuk komunitas ini adalah untuk tafakur alam dengan mengadakan pendakian dan kegiatan wisata alam lainnya.

“Sebenarnya  tidak ada latar belakang yang khusus, hanya saja melihat tingginya antusias para muslimah dalam kegiatan yang satu ini, maka dibuatlah wadah untuk berkumpul, share bagaimana pendakian bagi muslimah, dari mulai perlengkapan yang dipakai, pakaian, sampai dengan beribadah saat sedang dalam pendakian, “ tambah Mahasiswi tingkat akhir di salah satu universitas di Bogor ini.

Terbuka Untuk Umum

Terkait keanggotaan, Lidia mengatakan komunitas Pendaki Hijabers ini terbuka untuk umum. Tapi katanya, ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk bergabung menjadi member pendaki hijabers. Untuk kalangan, mereka tidak membatasi dan saat ini kebanyakan anggota komunitas adalah adik adik yang masih sekolah di bangku SMA dan dari kalangan mahasiswa.

“Jika para hijabers mau mendaftar jadi anggota kami, caranya adalah hubungi CP 085810311704 (Lidia) yang nantinya akan diarahkan kepada 2 admin pendataan member yaitu Ziah dan Lia. Untuk selanjutnya memenuhi syarat yang diberikan dan kami masukkan ke grup cahtting online whatsapp untuk kordinasi lebih lanjut, “ paparnya.

Sejak resmi berdiri pada tahun 2014, Pendaki Hijabers memang belum banyak gunung yang mereka sambangi. Beberapa gunung di Indonesia yang sudah pernah dilakukan pendakian bersama di antaranya, Gunung Gede Pangarango, Papandayan, Prau, Kerinci, dan Rinjani.

“Untuk sistem perjalanannya, terkadang kami berangkat perempuan semua tanpa didampingi ikhwan sebagai team back up. Tapi terkadang pun kami didampingi team back up ikhwan yang tentunya memang sudah kami kenal dan dipercaya, jika member yang ikut pendakian lebih dari 20 orang, “ tambah Lidia.

Kampanye Hijab

Karena bernama hijaber, komunitas ini pun mengemban tugas yang spesifik. Karena itu, para foundernya memang membentuk komunitas ini  untuk wadah perempuan muslimah yang mengenakan hijab saja, maka mereka spesialisasikan namanya menjadi pendaki hijabers.

“Hijab saat ini banyak merujuk kepada penutup kepala yang dikenakan muslimah, namun menurut Islam hijab adalah bagaimana cara berpakaian yang pantas untuk dikenakan perempuan muslimah dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki. Karena itu penting bagi kami melakukan kampanye soal hijab lewat kegiatan pendakian gunung yang kami senangi, “ jelas Lidia yang juga aktif di kegiatan pramuka.

Justru dengan hijab, kata Lidia, mereka tetap bisa menjadi diri sendiri sebagai muslimah, ketika melakukan hobbi aitu mendaki gunung, bahkan sekaligus bisa melakukan kegiatan ibadah dan bertafakur alam. Memang tidak dapat dipungkiri beberapa alasan lain yang membuat makna tersendiri yaitu merasa spesial dibandingan dengan yang lain.

“Saat naik gunung melihat pakaian minim sudah menjadi tren tersendiri. Kami pun bisa membuat sebuah tren baru sebagai muslimah dengan pakaian panjang, kerudung panjang, dan memakai rok berada di puncak gunung adalah suatu kebanggan dan rasa syukur, “ pungkas Lidia.

Karena itu, Lidia juga berpesan kepada para muslimah untuk yang belum mengenakan hijab segerakanlah, karna memang penyesalan selalu di akhir. Sedangkan untuk saudari seiman yang sudah berusaha istiqomah,  semoga lebih dimudahkan untuk tetap istiqomah.

“Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai muslimah, khususnya di indonesia yang mayoritas adalah muslim. Perbanyaklah silaturahmi dengan saudari kita, dengan berkumpul saja pasti banyak muncul ide-ide baru yang positif, maka akan muncul juga acara acara yang positif, jadi jangan putus silaturahmi. Perbanyaklah melakukan kegiatan yang manfaat  dan bergabung dengan komunitas yang membawamu pada jalan Allah, contohnya dengan melakukan kegiatan sosial dan lainnya, “ kata Lidia.

Untuk acara atau planning di tahun 2017 mendatang, Pendaki Hijaber juga akan menggelar pendakian-pendakian di beberapa gunung Indonesia. Sedangkan untuk acara terdekat, rencananya mereka akan melakukan  tafakur alam dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW., yaitu  mengadakan pendakian ke Gunung Prau, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Informasi lebih lanjut tentang Pendaki Hijabers bisa dilihat di akun media sosial mereka di Twitter: @pendakihijabers, Instagram: @pendakihijabers, dan Facebook: Pendaki Hijaber (Hijab Hiker). (fau)

 

 

 


Back to Top