Komunitas GEMAS

Manfaatkan Peluang Jadi Ladang Amal Ibadah, Begini Aktivitas Komunitas Gerakan Membersihkan Masjid

gomuslim.co.id- Masjid merupakan tempat penting bagi umat Islam. Sebagai sarana ibadah dan pusat dakwah, masjid harus terjaga kesucian dan kebersihannya. Namun, kondisi saat ini banyak masjid atau mushala yang kurang terawat dan kondisinya di bawah standar kebersihan. Hal demikian disebabkan karena banyak hal seperti kurangnya kepedulian, manajemen masjid yang kurang baik, atau kurangnya pengetahuan tentang cara tepat membersihkan masjid.

Atas keprihatinan itu, baru-baru ini ada sebuah komunitas gerakan membersihkan masjid (GEMAS). Kepada gomuslim, pendiri komunitas GEMAS, Romadi, salah satu pendiri komunitas ini menjelaskan bahwa komunitas ini hadir menyikapi persoalan umum di beberapa masjid di Indonesia terutama soal kebersihan.

Romadi bersama dua rekannya Nurdin dan Anang bertekad memanfaatkan peluang menjadi ladang amal yang luas. Mereka melakukan langkah langkah kongkrit untuk memberi manfaat dengan membersihkan masjid. “Program ini pertama kali melakukan aksinya di Masjid Alkaromah Learning Center pada 20 September 2016. Hingga saat ini sudah 40 Masjid atau Mushala yang sudah disasar,” ujar Romadi.

Lebih lanjut, Ketua Pengawas Yayasan Mualaf Center Indonesia ini menjelaskan konsen dari komunitas GEMAS ini adalah kepedulian di bidang kebersihan yang sering disepelekan oleh banyak orang. “Kita memulai dari hal-hal kecil, yang paling mudah dilakukan, dan di tempat yang paling strategis yakni Masjid. Tempat ibadah umat Islam dan sebaik-baiknya tempat muka bumi,” katanya.

Selain itu, kata Romadi, turun aksi dalam kerja nyata adalah bagian dari edukasi dini pengenalan umat pada permasalahan yang subtantif. “Melalui aksi sederhana ini, kami ingin menciptakan generasi cinta masjid, generasi yang diharapkan akan mampu mengemban tugas dakwah berbasis praktik atau kerja dan generasi yang dicintai Rasulullah dan Rabbnya,” jelasnya.

Menurut Ketua Koordinator Bidang Pengembangan Komisi Nasional Anti Pemurtadan (KNAP) ini, sesuai dengan namanya, GEMAS adalah modal awal dan dan sangat urgen dalan menyikapi kompleksnya persoalan yang harus dihadapi ini umat Islam di zaman sekarang. “Mayoritas umat Islam tahu bahwa kebersian adalah sebagian dari Iman, tetapi kondisi riil mayoritas masjid dan Musholla tempat berkumpulnya orang sholeh dan beriman kondisi kebersihannya masih memprihatinkan,” tuturnya.

Padahal, kata dia, dalam Alquran Surat Al Jin ayat 18 sudah jelas bahwa masjid itu adalah rumah Allah SWT. “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah”.

Bahkan, hal ini juga dipertegas dalam hadits yang diriwayatkan Imam Turmudzi bahwa  Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu,”.

Terbuka untuk umum

Adapun mengenai keanggotaan, Romadi menuturkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 400-an member yang tergabung. Anggota ini, kata dia, masuk dalam beberapa group Whatsapp GeMaS. “Rata-rata anggota GEMAS ini dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda seperti karyawan, pelajar atau mahasiswa, wiraswata dan yang lainnya,” ungkapnya.

Pengelola media online tentang keislaman ini mengatakan, tidak ada persyaratan khusus bagi yang ingin bergabung dalam keanggotaan GEMAS. “Persyaratannya cukup beragama Islam dan memiliki niat ibadah untuk membersihkan Masjid,” katanya.

“Inti dari Komunitas GEMAS ini adalah kami ingin membangun keanggotaan yang aktif dan kreatif. Alhamdulillah, perkembangan komunitas ini sangat bagus. Banyak teman-teman yang tergabung dan support lembaga sosial dan penebar kebaikan ini. Semua elemen umat Islam baik individu, perwakilan  komunitas, maupun institusi/organisasi bisa bergabung dengan kami,” tambahnya.

Program dan Kegiatan

Sampai saat ini, sudah banyak aksi yang dilakukan oleh komunitas GEMAS. Beberapa di antaranya seperti rekrutmen relawan, survey masjid atau musholla, silahturahim ke pengurus masjid atau musholla, dan membersihkan lingkungan dan sarana masjid atau musholla.

“Selain itu kami juga mengadakan pelatihan marbot masjid atau musholla, santunan untuk marbot, berbagi sarana pendukung masjid/musholla seperti karpet, pembersih, manual atau mesin, tempat sampah, dan Tol Darat  atau Toilet Darurat,” paparnya.

Komunitas Gemas, kata Romadi, juga menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga, kampus atau sekolah, komunitas lain dan instansi. “Kami ingin program-program ini konsisten lakukan aksi. Karena jika mau aksi menebar manfaat, tak perlu menunggu kesiapan sempurna dan ideal. Tapi, niatkan sempurna hanya berharap ridho Allah semata, siapkan rencana, tetapkan waktu, bangun sinergi, realisasikan aksi, dan terakhir evaluasi sebagai bahan perbaikan,” imbuhnya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang komunitas Gerakan Membersihkan Masjid (GEMAS), bisa dilihat di akun media sosial mereka di facebook: fb.me/bersihkan.masjid atau di website : www.gemamasjid.com dan juga bisa langsung datang ke Sekretariat GEMAS di Masjid Waqof Qomaruddin, Kav Polri Blok E IV no 1341, Jelambar - Grogol Petamburan Jakarta Barat  11460, Telp : 081 3333 11 202, Email : gemasjid@gmail.com. (njs)


Back to Top