Imapela

Ikatan Mahasiswa Peduli Halal: Beri Edukasi untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Produk Halal

gomuslim.co.id- Produk halal merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia khususnya umat Islam. Hal demikian karena dengan mengonsumsi produk halal sangat berkaitan erat dengan perubahan perilaku. Namun seiring dengan kemajuan teknologi yang kian pesat, pemahaman masyarakat akan produk halal dirasa masih minim. Padahal, saat ini proses produksi makanan, obat-obatan dan kosmetik terus diupgrade melalui beberapa proses seperti penambahan stabilizer.

Atas dasar itulah kemudian dibentuk sebuah wadah komunitas yang bernama Ikatan Mahasiswa Peduli Halal (Imapela). Presiden Imapela, Pambudiono kepada gomuslim menjelaskan bahwa Imapela adalah organisasi mahasiswa bersifat independen (tidak dibawahi oleh siapapun) yang bergerak di bidang halal.

“Kita sudah tiga tahun lebih, sejak didirikan pada tanggal 16 Mei 2013 silam di Kota Malang, Jawa Timur. Ketua pertamanya yaitu Ariq Suryo Wicaksono. Organisasi ini juga di bimbing langsung oleh Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta, ibu Hj. Ir. Osmena Gunawan. Beliau yang terus membimbing kami sampai sekarang lahir generasi Quarto atau generasi keempat pada Training of Trainer 2016,” paparnya.

Lebih lanjut, mahasiswa semester 5 jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, hingga saat ini Imapela telah melebarkan sayapnya ke beberapa kota besar di Indonesia Seperti Bogor, Jakarta dan Padang. “Pusatnya sendiri di kota Malang,” ujarnya.

Anak kedua dari pasangan bernama bapak Samirin dan ibu Salamah itu menuturkan, komunitas Imapela sendiri berkonsen pada edukasi dan sosialisasi mengenai halal sesuai level dan pendidikannya. “Imapela merupakan organisasi mahasiswa yang terlibat langsung dalam penyebaran informasi halal pertama di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, kami  bekerja sama langsung dengan LPPOM MUI, sehingga pengetahuan dan pemahaman tentang ketentuan halal juga kuat karena langsung dari ahlinya,” jelasnya.

Terkait keanggotaan, Imapela sendiri, kata dia, terbuka untuk semua mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Selain itu, dia juga berharap kedepannya Imapela bisa masuk ke skala internasional. “Kita ingin go internasional, sehingga semua mahasiswa di seluruh dunia dapat berpartisipasi dalam sosialisasi halal ini. Kemarin baru dibuka untuk regional Banten, dan sekarang sedang berupaya membuka regional baru di Surabaya, Madura, Batam, Yogyakarta serta Banjarmasin,” ungkapnya.

 

“Imapela tidak membatasi siapapun untuk bergabung. Selama berstatus sebagai mahasiswa aktif dan memiliki semangat dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan Imapela,” tambahnya.

Disinggung mengenai kegiatannya, laki-laki kelahiran Tanjung Selor Kab. Bulungan Provinsi Kalimantan Utara ini mengungkapkan, saat ini segudang kegiatan telah dilakukan Imapela. Kegiatan tersebut meliputi Training of Trainer (TOT) atau pelatihan untuk kader generasi, sosialisasi kepada siswa atau Halal Goes To School (HGS),  kajian rutin tentang halal, kunjungan dan pelatihan ke global halal centre (GHC) sebagai pusat halal di Indonesia, kerjasama dengan produk kecantikan atau Halal Beauty Class (HBC).

“Ada juga program pelatihan kepada mahasiswa komunitas, dan UMKM, sampai terbentuk Halal Forum Malang yang terdiri dari Imapela, AKU (Aneka KUliner) Halal Malang, Halal Corner, IMMPPG dan beberapa UMKM se-Malang Batu Raya. Lalu ada pendampingan dan edukasi kepada UMKM-UMKM atau Tim Manajemen Halal (TMH), Olimpiade Halal, AKSI Hari Pangan Sedunia dan Hari Gizi, Imapela Anniversary, dan program buka puasa bersama dengan anak anak panti asuhan,” paparnya.

Finalis Duta Anti Narkoba juga menjelaskan pengambilan nama Imapela diambil dari kepanjangan Ikatan Mahasiswa Peduli Halal. Menggunakan kata ikatan berarti memiliki makna kesatuan, karena disini para founder lebih mengutamakan makna kekeluargaan sehingga saling terikat satu sama lain.

“Ciri khas kita salah satunya adalah warna abu-abu. Ini menggambarkan sebuah kehormatan seperti motto kami Halal To Understand Halal To Do. Kegiatan kami dalam menelaah produk melihat dari dua sisi berbeda yaitu agama dan sains. Kami juga memiliki bukti konkrit sebagai mahasiswa yang telah memperoleh sertifikat trainer dari LPPOM MUI sebagai pendakwah halal yang sah,” ujarnya.

Pambudiono berharap, Imapela dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Apalagi saat ini beberapa negara seperti Korea, Jepang, Tiongkok dan Amerika sudah berlomba-lomba dalam sertifikat halal. Hal ini karena proyeksi kedepannya umat muslim akan bertambah secara signifikan dan kebutuhan akan pangan Halal harus terpenuhi.

“Dengan adanya Pasar Bebas ASEAN, nantinya produk-produk dari luar Indonesia akan mudah masuk begitu pula sebaliknya. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi negara kita. Untuk itu, sertifikasi halal sangat penting dan wajib bagi kalangan pengusaha dan UMKM di Indonesia,” imbuhnya (njs)

 


Back to Top