Komunitas AKu Halal

Komunitas AKu Halal: Kuatkan Ekonomi Islam Indonesia Dengan Identitas Kuliner Halal

gomuslim.co.id- Makanan dan minuman halal merupakan salah satu faktor penting bagi masa depan generasi penerus umat Islam. Hal ini karena setiap apa pun yang kita konsumsi akan menjadi daging dan darah yang mengalir kedalam tubuh. Dengan adanya jaminan kehalalan, selanjutnya akan berpengaruh terhadap perilaku dan kecerdasan manusia.  

Bahkan menurut para ulama, perut yang diisi dengan makanan haram atau syubhat akan cenderung melakukan perbuatan terlarang dan mengikuti hawa nafsu. Sebaliknya, perut yang senantiasa diisi dengan yang halal akan mendatangkan ketenangan dan kepatuhan untuk menjalankan perintah Allah SWT.

Saat ini, perkembangan kuliner di beberapa kota besar semakin pesat. Namun demikian, jaminan kehalalan makanan dan minuman yang tersedia terkadang masih perlu diteliti kembali. Selain itu, kebutuhan akan informasi kuliner halal pun menjadi hal utama bagi para traveler muslim.

Adalah Komunitas Aneka Kuliner Halal (AKU Halal) Malang yang hadir menjawab persoalan tadi. Kepada gomuslim, Ahmad Wildan Nuruzzaman, salah satu pengurus AKu Halal bercerita tentang aksi yang dilakukan bersama rekan komunitasnya. “AKu halal adalah komunitas para bakul kuliner di Malang raya yang peduli dengan kehalalan makanan. Berdiri tanggal 31 Juli 2013, dan diinisiasi oleh mbak Cony Septia,” ujarnya.

Wildan mengatakan lahirnya komunitas ini berawal dari pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul ketika membeli makanan di warung atau resto di Malang. “Saat itu pasti bertanya-tanya, apakah makanan ini halal?. Lalu dari situ muncul ide untuk membuat wadah berbagi informasi tentang kuliner halal di Malang. Dan akhirnya dibuatlah sebagai awalan adalah group di medsos Facebook bernama Aneka Kuliner Halal Malang,” paparnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Muslim Madura menuturkan bahwa komunitas AKu Halal berusaha mengajak dan mengedukasi masyarakat, khususnya pebisnis kuliner untuk lebih peduli terhadap kehalalan makanan yang disajikan dan dimakan. Apalagi, kata dia, mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

“Gerakan ini sangat di perlukan. Agama sudah mewajibkan kita untuk memakan makanan yang halal. Tapi saat ini masyarakat muslim kurang peduli tentang makanan halal. Seringkali asal makan yang penting enak apalagi murah tanpa memperhatikan kandungan bahan di dalamnya. Dengan ini, kami mengupayakan untuk masyarakat sadar akan makanan halal,” ujarnya.

Selain aktif dalam mengkampanyekan makanan halal, komunitas ini juga tidak hanya berkumpul semata, tetapi juga gencar dalam kegiatan sosial. “AKu Halal juga mengajak member untuk melakukan kegiatan sosial seperti buka puasa bersama anak yatim dan pemberian santunan,” katanya.

Saat ditanya mengenai jumlah anggotanya, Wildan yang juga Direktur LSM Forteens Kota Batu itu mengatakan bahwa saat ini komunitas AKu Halal sudah memiliki puluhan ribu member yang bergabung melalui sosial media. “Namun member aktif tercatat 64 member yang mayoritas adalah pelaku bisnis kuliner di Malang dan sekitarnya,” ungkapnya.

Keanggotaan ini, kata Wildan, tidak ada syarat khusus untuk bergabung. Bahkan, non muslim pun dapat menjadi member selama memiliki kepedulian tentang kehalalan makanan dan minuman sesuai syariat Islam. “Kami terbuka kepada siapa pun yang peduli tentang kehalalan makanan,” katanya.

Komunitas ini, lanjutnya, bercita-cita mewujudkan kota Malang sebagai kota wisata kuliner halal. Pada tahun 2017 ini, AKu Halal telah mendampingi para member yang mengajukan sertifikasi halal dr LPPOM MUI Jawa Timur. “Baru ada 15 member yang mengajukan. Mereka kami kawal sejak proses pembelian formulir, pengisian form, verifikasi dan audit hingga terbit sertifikat halal. Untuk gelombang berikutnya kami akan buka sekitar pertengahan tahun ini,” jelasnya.

Wildan berharap dengan semakin banyak anggota yang gabung dan banyak komunitas yang bertujuan serupa, akan saling bersinergi dalam mewujudkan Indonesia dengan identitas kuliner halalnya dan menguatkan ekonomi islam.

“Memakan-makanan halal bukan hanya seledar kewajiban bagi setiap muslim, namun efek dari makanan halal secara lahir dan batin telah teruji secara ilmiah mampu memberikan efek positif. Hal ini bukan hanya diakui oleh kalangan muslim, namun non muslim juga mengakuinya. Maka sudah seharusnya setiap muslim memperhatikan kehalalan makannya, dari mana sumbernya dan apa kandungan di dalamnya,” tandasnya. (njs)


Back to Top