Komunitas Niqab Squad, Wadah Kreativitas untuk Menjadi Muslimah yang Produktif

gomuslim.co.id- Berawal ketidaksengajaan Indadari Mindrayanti istri dari Caisar ex-YKS memuat tulisan Niqab Squad dan menggambar icon seseorang yang berniqab. Ia bersama salah satu rekannya Asti Pratiwi iseng akan menggunakan gambar itu menjadi desain topi. Akhirnya mereka membuat satu topi yang kemudian difoto dan diupload ke media sosial instagram.

Kepada gomuslim Asti Pratiwi mengungkapkan bahwa respon Muslimah di instagram sangat antusias dengan desai topi. “Tiba-tiba banyak yang nge-dm kami dan menanyakan cara order topi, kami kaget dengan respon followers yang bergitu antusias dengan desain topi yang kami buat dari sekedar iseng,” tutur Asti.

Karena respon positif dari Muslimah berniqab dan antusias yang besar, akhirnya pada 17 Februari 2017 Niqab Squad mulai dikukuhkan menjadi sebuah komunitas untuk seluruh kebutuhan Muslimah dan niqabi. Kemudian pada April 2017 Niqab Squad membentuk struktur dan tugas divisi kepengurusan Niqab Squad Indonesia.

Kegiatan Komunitas Niqab Squad

Adanya respon yang positif dari niqabi dan Muslimah di media sosial, akhirnya Niqab Squad mulai memfokuskan diri menjadi wadah yang dapat menampung permasalahan Muslimah dan niqabi yang baru berhijrah dan belajar sunnah yang memiliki kesulitan dalam bersosialisasi dan mengembangkan dirinya. Dan kemudian terbentuklah komunitas Niqab Squad yang menajadi wadah silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah Islamiah.

“Selain itu Niqab Squad juga menjadi ajang untuk melakukan kegiatan dakwah, informasi, donasi dan tempat berkumpulnya pengusaha Muslimah terutama yang berniqab maupun yang belum berniqab,” ujar Ayu.

Lebih lanjut, Asti menambahkan adapun kegiatan komunitas ini adalah untuk menjaga ukhuwah berupa kegiatan pengajian, kegiatan amal berupa aksi sosial dan untuk kegiatan menumbuhkan ekonomi kreatif berupa kerjasama dalam bisnis yang tentunya tanpa meninggalkan tugas utama seorang Muslimah yang dijalankan sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah.

“Sampai saat ini kegiatan rutin yang kami lakukan adalah kajian, gathering, dan pelatihan soft skills seperti yang belum lama ini dilakukan adalah pelatihan henna,” kata Asti.

Tak hanya sekadar wadah berkumpul, Niqab Squad juga memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk berwirausaha dengan menjual berbagai merchandise bertema Niqab Squad yang diproduksi sendiri. “Hal ini juga menjadi bagian dana usaha untuk operasional kegiatan kami,” ujarnya.

Niqab Squad Mendunia

Penjualan merchandise Niqab Squad tak hanya booming di Indonesia, topi Niqab Squad juga sampai ke Malaysia, Afrika Selatan dan Taiwan. Kemudian mereka membentuk komunitas Niqab Squad di negaranya masing-masing namun masih menggunakan brand Niqab Squad dari Indonesia.

“Di Indonesia sendiri kami baru ada di 11 kota seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Sumenep, Surabaya, Lampung, Jember, Tanggerang, Serang, Jogja, dan Medan namun seiring berjalannya waktu di seluruh Indonesia, InssyaAllah akan terbentuk,” pungkas Asti.

Dengan adanya wadah yang menampung aspirasi dan kreativitas para Muslimah dan niqabi, diharapkan komunitas Niqab Squad dapat menjadi wadah yang mampu mengubah stigma negatif masyarakat akan wanita bercadar. Dan menjadi tempat niqabi untuk saling berbagi pengalaman, ilmu dan kemampuan yang dimiliki agar lebih produktif.

“Berniqab bukan halangan dalam berkarya dan berusaha, kita masih bisa berwirausaha walaupun dengan berniqab dan faktanya banyak teman-teman kami yang berhasil di bidang itu. Jadi jangan takut dan ragu dan menjalankan sunnah berniqab,” tandas Asti.

Mari Menjadi Bagian Niqab Squad

Komunitas Niqab Squad terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung menjadi anggotanya. Mengikuti berbagai program kegiatan dan saling silaturahmi antar sesama niqabi maupun Muslimah yang belum berniqab. Untuk info lebih lanjut mengenai komunitas Niqab Squad, dapat dilihat di akun media sosial mereka di akun intagram: @niqabsquad, dan email: niqabsquadofficial@gmail.com. (nat)

 

 

   

 

 

 


Back to Top