Madrasah Relawan, Ajak Pemuda Muslim Tebar Manfaat Lewat Ekspedisi Menantang

gomuslim.co.id- Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memberikan dampak yang sangat besar. Tidak hanya dampak positif, tetapi juga hal negatif. Hal ini pun berpengaruh terhadap gerakan pemuda Islam yang kini mulai goyah. Semangat kebersamaan dan gotong royong para pemuda semakin tergerus karena terlena dengan segala kemudahan.

Hadirnya beragam fasilitas seperti aplikasi, game dan social media menyebabkan para pemuda semakin malas untuk bertatap muka dan bergerak membantu sesama. Padahal, di pundak pemuda lah harapan besar umat ada. Karena sejatinya pemuda masa kini adalah pemimpin di masa depan.

Berangkat dari kegelisahan itulah, Agung Gumelar, ST, Manager Program LAZIS Dewan Da'wah membentuk sebuah komunitas kepemudaan bernama Madrasah Relawan (MR). Sebuah komunitas yang mengajak pemuda muslim untuk menjadi relawan kemanusiaan penebar kebaikan.

Kepada gomuslim, Agung mengatakan bahwa komunitas Madrasah Relawan ini menjadi wadah dalam rangka merangkul pemuda muslim untuk bersama memberikan kebermanfaatan bagi umat. “Awalnya, Madrasah Relawan (MR) dimulai saat bencana banjir nasional Garut, pada bulan September 2016 lalu,” katanya.

Selanjutnya, gerakan berlanjut ke berbagai daerah lainnya seperti Bogor (Jawa Barat), Banda Aceh (Provinsi Aceh), Kupang (Nusa Tenggara Timur), dan Kuningan (Jawa Barat). “Gerakan yang diinisiasi oleh Lazis Dewan Da’wah ini berkhidmat sebagai pusat pembinaan dan pendidikan guna menyiapkan relawan bergerak peduli membantu umat dalam masalah sosial keumatan,” jelas lulusan Teknik Metalurgi Material Fakultas Teknik UI ini.

Sesuai visinya, Madrasah Relawan bertekad untuk mencetak relawan yang amanah, sigap, dan melayani untuk Indonesia. Adapun bentuknya seperti pemberian teori atau ilmu mengenai sosial keumatan, praktik dalam terjun sosial keumatan, forum peduli keumatan, dan social project yang berkelanjutan.

“Motto kami adalah ‘Muda, Menebar Manfaat!’. Madrasah relawan merangkul pemuda muslim untuk menjadi relawan, bergerak pada sosial keumatan, dan memiliki program ekspedisi yang cukup menantang serta menguji kemandirian relawan sambil menebar manfaat,” paparnya

Lebih lanjut, pria yang kini sedang menyelesaikan studi di pascasarjana Kesejahteraan Sosial UI ini menuturkan, komunitas Madrasah Relawan terbuka untuk pemuda muslim secara umum. “Syarat untuk bergabung di Madrasah Relawan ini yaitu muslim, tidak merokok, berusia 18 sampai 25 tahun dan memiliki jiwa sosial yang tinggi,” ungkapnya.

Saat ini, tambah dia, pengurus Madrasah Relawan ada 14 orang. Anggotanya ada sekitar 120 orang dan tersebar di beberapa kota. Tahun 2017 ini, Madrasah Relawan aktif di berbagai kegiatan seperti program air buat sedulur, program kebencanaan, sejuta mukena untuk umat, marbot ranger, kafilah pecinta Alquran, gerakan makmurkan masjid, dan mobil semangat.

“Harapan besar Madrasah Relawan adalah menjadi pusat pembinaan dan pendidikan untuk pemuda muslim yang siap menjadi relawan yang akan berkhidmat untuk umat. Dengan logo menyerupai kupu-kupu, filosofinya diambil dari proses metamorfosis dari ulat, kepompong, dan kemudian menjadi kupu-kupu yang siap terbang menebarkan manfaat menjadi inspirasi buat Madrasah Relawan,” jelas Ayah satu anak ini.

“Saat ini Madrasah Relawan terus bergerak baik melalui media online maupun kegiatan karitas (pengumpulan dana untuk kemanusiaan) lainnya. Para alumni membantu support untuk memviralkan berbagai program dan juga melakukan aksi kebaikan di kota masing-masing, terdata sudah ada sekitar 24 Kota,” sambung dia.

Kepada seluruh pemuda muslim, Agung pun berpesan agar selalu meminta doa kepada orang tua. Kebaikan, meski kecil atau sederhana akan berdampak besar jika konsisten. “Manfaatkan social media untuk hal yang baik. Berkumpul atau berorganisasilah dengan orang yang selalu mengajak pada kebaikan. Dan sibukkan diri dengan prestasi dan kegiatan positif,” tutupnya. (njs)

 


Back to Top