Komunitas Dhuha Umat : Menduniakan Dhuha dan Mendhuhakan Dunia

gomuslim.co.id- Dalam Islam, konsep berjamaah mempunyai nilai yang sangat mendalam dan  penuh arti. Tidak hanya untuk shalat fardhu yang lima waktu, tetapi juga ibadah lainnya termasuk yang sunnah. Karena sejatinya, setiap muslim mempunyai kewajiban untuk saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran kepada sesama muslim lainnya.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Alquran Surah Al-Asr ayat 3. Ayat inilah yang kemudian menjadi dasar berdirinya Komunitas Dhuha Ummat (Kodham). Sebuah komunitas yang memiliki tujuan akhir menduniakan dhuha dan mendhuhakan dunia.

Kepada gomuslim, Ketua Kodham, Rochiyat mengatakan bahwa komunitas Kodham adalah wadah silaturahmi bagi pecinta shalat dhuha baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bentuknya, sebagai organisasi resmi yang aktif di dunia maya serta hadir pula di dunia nyata.

“Konsen kegiatan Kodham adalah mengajak dan istiqomah bersama dalam menjalankan ibadah shalat Dhuha. Insya Allah dengan salah satu ibadah kita bisa istiqomah, ibadah yang lainnya bisa dijalankan bersama,” ujarnya, Kamis (02/11/2017).

Lebih lanjut, Pria kelahiran Cirebon, 1 Juni 1989  ini mengatakan selain mengingatkan ibadah shalat Dhuha, komunitas yang didirikan oleh Ustadz M. Lukmanul Hakim, pada 9 Maret 2014 lalu ini juga aktif di kegiatan sosial lainnya. Beberapa program seperti Yuk Berqurban, Bantuan Bencana, dan Jum'at Berbagi menjadi konsen lainnya.

“Insya Allah untuk project Kodham tahun ini Milad Kodham 3, Yuk Berqurban, Jum'at Berbagi, Santunan Anak Yatim dan Shalat Dhuha bersama dengan sinergi kegiatan Tabligh Akbar. Kodham terbuka untuk umum terutama yang memiliki fasilitas smartphone dan mau istiqomah dalam ibadah shalat Dhuha. Jadi siapa saja bisa ikut gabung di komunitas ini,” katanya.

Terkait pemberian nama Kodham, Richiyat menjelaskan bahwa tidak ada makna khusus dalam penamaannya. Kodham hanya merupakan singkatan dari Komunitas Dhuha Ummat. “Di komunitas ini yang paling ditekankan adalah saling mengingatkan dan istiqomah bersama dalam menjalankan ibadah shalat Dhuha,” tegasnya.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi saat ini sangat mempermudah siapa saja untuk berkomunikasi dan berbagi. Namun, pemanfaatannya juga perlu diarahkan kepada hal-hal positif dan bernilai ibadah.

“Alhamdulillah perkembangan gerakan sosial muslim sekarang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Salah satunya sosial media ini yang murah dan mempermudah,” ungkapnya.

Ia pun berpesan kepada umat Islam di Indonesia untuk tetap melakukan hal terbaik sesuai dengan kemampuan. Menurutnya, amalan yang baik, meskipun hanya satu akan lebih bagus jika istiqomah. “Lebih bagus lagi jika bisa amalannya dua, tiga, atau lebih,” pesannya.

Selain itu, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga memberikan tips untuk melakukan shalat dhuha. “Pertama, azam dan niat yang kuat untuk melakukan shalat dhuha. Kedua, sesuaikan waktu dan kegiatan untuk shalat. Untuk pekerja bisa sebelum berangkat atau saat ada di kantor atau saat diperjalanan berhenti sejenak. Ketiga, nikmati setiap keberhasilan melakukan shalat dhuha,” jelasnya. (njs)

 


Back to Top