#HariDisabilitasInternasional

Belajar dari Kartunet, Komunitas Blogger Tunanetra yang Optimis dengan Karya

gomuslim.co.id- Hari ini, 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional. Peringatan ini sebagai bentuk kampanye penyadaran masyarakat terhadap permasalahan yang berkaitan dengan penyandang cacat serta sebagai wujud kepedulian dan dukungan kepada penyandang cacat agar hak, martabat dan kesejahteraannya meningkat.

Dalam rangka peringatan tersebut, gomuslim akan membahas tentang sebuah komunitas anak muda, yang dengan keterbatasan mereka bisa menginspirasi kita untuk terus berkarya. Mereka adalah Komunitas Karya Tunanetra Indonesia (Kartunet).

Berawal dari pertemanan antara para penyandang disabilitas (pendis) tunanetra di sebuah Sekolah Menengah Negeri di Kawasan Jakarta Selatan, komunitas ini pun terbentuk pada tahun 2006. Kepada gomuslim, salah satu founder Kartunet, Dimas Prasetyo Muharam mengatakan tujuan utama dibentuknya komunitas ini adalah untuk memotivasi teman-teman pendis lainnya untuk bangga dan tak menyerah dengan keterbatasan. Kartunet hadir sebagai wadah menulis dan berbagi informasi untuk mereka, blogger, pembaca, dan siapa saja yang peduli tentang isu disabilitas.

“Bagi kami, internet menjadi sebuah peluang baru untuk bekerja dan berkarya. Banyak dari kami yang belajar secara otodidak soal coding, menulis blog, membuat game online, internet marketing, dan lainnya yang akhirnya menjadi lahan pekerjaan kami sampai sekarang, “ jelas penerima beasiswa Shortcourse Flinders University, Australia  ini.

Biasanya, lanjut Dimas, dalam memanfaatkan teknologi internet, mereka (para tunet) menggunakkan aplikasi komputer bicara atau screen reader untuk mengetik tulisan di komputer atau laptop dan juga lewat ponsel pintar.

Saat ini, anggota aktif Kartunet sudah mencapat 700 orang dengan 200 orang yang sudah terverifikasi dan aktif menulis.  Nama Kartunet sendiri berasal dari kliping kata “karya” dan “tunanetra”. Kemudian menjadi sebuah website yang didirikan oleh empat orang tunanetra yaitu Irawan Mulyanto, Aris Yohanes, M Ikhwan Tariqo, dan Dimas P Muharam. Fitur dan konten Kartunet ditujukan kepada siapapun untuk mempublikasikan kreasi dari kolaborasi penyandang disabilitas dan masyarakat.

Melalui situs www.kartunet.com, mereka hadir untuk memberikan pandangan baru yang inklusif. Diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan memahami bahwa penyandang disabilitas pun dapat berdaya, dan menerima disabilitas sebagai bagian dari keberagaman masyarakat.

Tak hanya kegiatan online, Kartunet  juga melaksanakan program-program yang fokus pada pemanfaatan media baru dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Program digagas oleh kaum muda yang memiliki empati dan pandangan bahwa disabilitas bukan halangan seseorang untuk berkarya.

Adapun program-program tersebut yaitu,  Kedai Penulis, wadah menulis rutin yang anggotanya adalah kontributor web Kartunet.com, #MeretasBatas, online campaign mengenai isu disabilitas di sosial media, Kompetisi SEO blogging untuk mendekatkan isu disabilitas ke masyarakat, Booth camp training penulisan kreatif, dan pelatihan komputer bicara dan internet marketing, serta Kartunet gathering, kopi darat sarana silaturahim komunitas di berbagai daerah.

Untuk informasi lebih lanjut terkait komunitas ini, kamu bisa akses di fanpage facebook: Komunitas Kartunet dan twitter di @Kartunet. (fau/kartunet)


Back to Top