Komunitas Berbagi Sedekah Nusantara, Gerakan Bersama dalam Lingkaran Kebaikan

gomuslim.co.id- Ibadah sejatinya bisa dilakukan beragam cara. Salah satu yang paling mudah adalah melalui sedekah. Ada banyak manfaat ketika seseorang rutin melakukan sedekah harian. Bukan hanya bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan, tetapi juga untuk diri sendiri agar mampu meningkatkan amalan melalui sebuah gerakan.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak bermunculan komunitas muslim yang memberikan inspirasi karena aktivitas dan gerakannya. Mereka memberikan contoh konkrit bahwa kepedulian terhadap umat harus terus ditingkatkan. Pasalnya, tidak sedikit dari kalangan umat Islam yang membutuhkan uluran tangan dan pertolongan. Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Berbagi Sedekah Nusantara.

Kepada gomuslim, Chairul Subhi, Founder Berbagi Sedekah Nusantara ini mengatakan bahwa sedekah adalah wujud ibadah sekaligus bentuk syukur atas limpahan bahagia dari-Nya. Menurutnya, kebahagiaan akan terasa jika bisa bersama-sama saling mengaitkan tangan dalam lingkaran kebaikan. Ia ingin komunitas ini menjadi wadah kegiatan kebaikan. Lalu, menjadi gerakan penyadaran kepada khalayak tentang dahsyatnya sedekah.

“Intinya menjadi sahabat mereka yang membutuhkan. Karena sesungguhnya bukan hanya mereka yang membutuhkan kita, tetapi kita pun membutuhkan mereka sebagai salah satu cara agar jiwa-jiwa kebaikan di hati kita tetap menyala. Tiada lain dan tidak bukan agar kita meraih Ridha-Nya,” ujarnya.

Selanjutnya, Chairul yang biasa di panggil Om Djenggot ini menuturkan bahwa Komunitas Berbagi Sedekah Nusantara terbuka untuk umum. Siapa pun boleh bergabung asalkan mau belajar membiasakan diri bersedekah.

“Kami ingin aktivitas sedekah nusantara bisa dirasakan manfaatnya sampai ke pelosok negeri. Inilah salah satu alasan dari pemberian nama komunitas ini,” kata konsultan komunikasi media luar ruang ini.

Ada beberapa program unggulan dari komunitas ini sekaligus jadi pembeda dari komunitas lainnya. Misalnya, pertama ada program Jumat berbagi nasi. “Biasaya kami lakukan malam hari. Kita melihat bahwa sebungkus nasi bisa sangat berarti. Ini bukan hanya tentang sebungkus nasi yang kami bagikan, namun ini tentang bagaimana kepedulian kepada mereka yang ada di sekitar kita. Seperti para tunawisma, para pekerja jalanan, pedagang asongan, para pengayuh becak, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut seorang pegiat sosial ini, sebungkus nasi sepertinya hal yang kecil. Namun bagi mereka yang membutuhkan mungkin saja hal yang istimewa. Apalagi disaat pendapatan tak mencukupi kebutuhan.

“Dengan Rp. 15.000 per bungkus nasi yang kita rutinkan setiap hari Jumat. Semoga bisa menjadi sedikit pembangkit energi untuk saudara-saudara kita yang sedang merasakan kelaparan dan membutuhkan makanan. Alhamdulillah, telah terbaikan 4200 paket di program jumat berbagi Nasi yang terlaksanan selama 21 hari,” ungkapnya.

Progam selanjutnya adalah wakaf sandal Masjid. Kegiatan ini, kata dia, berangkat dari keinginan komunitas untuk memberdayakan para pengrajin sandal di Dusun Mekar Desa Bojongsari untuk meningkatkan taraf kehidupan ekonominya.

“Bagi kami, wakaf sandal masjid yaitu sebuah program wakaf ekonomi yang mempunyai alur kebermanfaatan. Baik untuk mushala dan masjid atau pun penerima manfaat. Lebih dari itu juga untuk meningkatkan perekonomian untuk para pengrajin sandal,” katanya.

Lalu, ada pula program sembako untuk dhuafa. Menurutnya, kebahagiaan tersendiri ketika bisa meringankan keutuhan mereka yang sedang sangat membutuhkan. Meringankan kebutuhan dasar manusia. Diantaranya adalah dengan membantu meringankan kebutuhan para dhuafa diluar sana yang kesulitan bahkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka diantaranya kebutuhan pangan.

“Pangan untuk dhuafa adalah sebuah program untuk membantu pemenuhan dasar sebuah keluarga. Dengan Rp. 200.000 per paket, anda sudah bisa membantu meringankan pangan keluarga para dhuafa. Sembako ini semoga bisa menghidarkan mereka dari kondisi kesehatan yang buruk, kondisi kelaparan dan sebagainya. Alhamdulillah telah tersalurkan 366 paket sembako untuk dhuafa,” jelasnya.  

Sedangkan program sekolah berbagi, sambung tukang susu SHAPPY ini, tujuannya yaitu bagaimana empati tidak hanya diajarkan, tapi dicontohkan. Ia mengatakan mengenalkan anak untuk berempati adalah salah satu misi komunitas.

“Ini sebuah progam untuk mengajak anak sekolah dari sekolah yang berkecukupan untuk mengunjungi dan berbagi dengan anak-anak dari sekolah lain yang kekurangan. Dengan program ini kami ingin membentuk jiwa-jiwa kebaikan kesyukuran dan kemauan berbagi kepada anak-anak. Sekolah yang telah ikut berpartisipasi diantaranya MIN Plus Al Azhar Jagakarsa Jakarta Selatan, MTs Plus Al Azhar Jagakarsa Jakarta Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, sebaran manfaat program Komunitas Sekedah Berbagi Nusantara in sudah ke 18 Kota di 8 Provinsi. Beberapa diantaranya seperti Jakarta, Banten, Bandung, Garut, Tasik, Majalengka, Kuningan, Kediri, Blitar, Lampung, Banjarmasin, Aceh, Alor NTT, Jambi, Kaltim, Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Cirebon, dan Indramayu.

Manager Marketing ISLAH Travel Haji dan Umroh ini berpesan kepada generasi muda muslim untuk terus menumbuhkan kepedulian kepada umat. Menurutnya, membantu sesama itu tidak harus menunggu kaya. “Negeri ini butuh orang orang yang mau bergerak ketika melihat ada masalah sosial di lingkungannya. Jangan berharap sama pemerintah. Kita lakukan saja kebaikan apa yang bisa kita lakukan,” tandasnya.

Adapun Bascamp Komunitas Berbagi Sedekah Nusantara ini berlokasi di Jalan Raya sawangan G SMP Prisma RT/RW 04/09 Mampang, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. (njs) 


Back to Top