Pengajian Birmingham, Komunitas Dakwah Mahasiswa Muslim Indonesia di Tanah Rantau

Merantaulah! Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang!

gomuslim.co.id- Nasihat dari Imam Syafii ini menjadi falsafah yang patut diamalkan oleh kaum muda muslim Indonesia. Karena itu, tak jarang, dengan berikhtiar lewat beragam program beasiswa, para mahasiswa Indonesia banyak yang merantau ke negeri orang.

Tapi di sisi lain, bagi mahasiswa muslim, merantau di luar negeri di mana warga muslim adalah minoritas, menjadi sebuah tantangan tersendiri. Begitu juga yang dirasakan oleh para mahasiswa muslim di Birmingham Inggris. Meski begitu, perantauan justru membuat mereka saling bersinergi lewat komunitas dakwah yang mereka bina bersama.

Komunitas bernama Pengajian Birmingham (PB) ini menjadi wadah para mahasiswa asal Indonesia di  Birmingham Inggris untuk bersilaturahmi dan berdakwah di tanah rantau.  Kepada gomuslim, Ketua Pengajian Birmingham, Abdul Rauf bercerita dirinya kurang tahu persis kapan berdirinya Pengajian Birmingham. Tapi, katanya,  ketika Ustadz Hamid Fahmi Zarkasy berkunjung ke Birmingham September kemarin yang merupakan alumni UoB 1996-1998, beliau bercerita bahwa Pengajian sudah ada saat itu yang dimulai dengan berkumpulnya mahasiswa Muslim (pria) Indonesia setiap Jum’at malam di prayer room untuk mengaji bersama.

“Berawal dari forum Jum’at menjadi nama untuk grup muslim khusus laki-laki di Birmingham, lalu hadir As- Syifa untuk grup khusus muslimah Indonesia di Birmingham. Gabungan kedua grup tersebut yang melahirkan komunitas pengajian Birmingham, “ jelas mahasiswa Master program Electrical Power Systems with Advanced Research di University of Birmingham ini.

Sebagai sebuah komunitas warga muslim di negeri dengan muslim minoritas, kiprah dakwah komunitas ini berfokus sebagai wadah mempererat tali ukhuwah islamiyah, meningkatkan keilmuan atau pemahaman Ilmu Agama Islam masyarakat muslim khususnya Muslim Indonesia yang studi ataupun tinggal di Birmingham.

Selain itu, lanjut Rauf, Pengajian Birmingham juga rutin melakukan kegiatan pengajian setiap dua kali dalam sepekan, yaitu setiap hari Sabtu pekan pertama dan sabtu pekan keiga dan mereka juga menyelenggarakan Shalat Ied dan halal bi halal di University of Birmingham yang terbuka untuk seluruh umat muslim yang ada di Birmingham.

Adapun, anggota komunitas dakwah mahasiswa muslim asal Indonesia ini adalah  seluruh warga Muslim Indonesia baik pelajar,dependant ataupun warga Indonesia yang sudah menetap di Birmingham dan kota sekitarannya (Wolverhampton,Coventry).  Berdasarkan data PPI-MIB tahun lalu,  kurang lebih ada sekitar 300an anggota termasuk pelajar, dependant, dan warga Indonesia yang tinggal di Birmingham.

“Kami juga rutin menggelar pengajian bulanan pada pekan pertama setiap bulan yang berlangsung di ruang khusus di area kampus, dan pekan ke tiga pengajian terpisah di rumah salah satu anggota. Selain pengajian, ada juga agenda taman pengajian Alquran bagi anak-anak dependant yang diadakan mengikuti agenda pengajian. Untuk agenda besar seperti Ramadhan dan hari raya, seperti saat Ramadhan tahun lalu, PB bekerja sama dengan Islamic Society UOB (UBISOC) dengan mengadakan ifthar (buka puasa), “ paparnya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama bulan Ramadhan  dan beberapa kali buka Puasa disuguhi dengan makanan Indonesia. “Alhamdulillah setiap hari kurang lebih 200 porsi makanan utama disediakan selama bulan suci Ramadhan. Untuk kegiatan Idul Fitri kemarin, PB diamanahkan menjadi panitia Idul Fitri dan halal bihalal, dan alhamdulillah kurang lebih 300 jama’ah dari berbagai komunitas atau negara hadir untuk merayakan shalat Ied dan halal Bi halal di UoB, “ tambah Rauf.

Sedangkan, agenda terbaru Pengajian Birmingham adalah menghadiri agenda  KAG2017  atau Kibar Autumn Gathering pada Noveber 2017 lalu yang berlangsung di di Sheffield. Acara ini merupakan agenda dua tahun sekali tempat berkumpul warga muslim Indonesia yang ada di Inggris.

Planning Pengajian Birmingham

Lalu, seperti apa perkembangan Islam di Birmingham Inggris saat ini dan bagaimana terkait islamophbia?

Menurut Rauf, sejauh ini tidak ada keluhan dan diskriminasi yang da dengar dari mahasiswi muslimah di Birmingham khususnya. “Mungkin dikarenakan di Birmingham jumlah umat muslim sudah lumayan banyak (21.8 % dari jumlah penduduk di Birmingham) dan menjadi hal lumrah melihat wanita berhijab di area publik. Mayoritas Warga lokal di UK termasuk ramah dan memiliki sifat menerima dengan dengan perbedaan apapun termasuk berbeda pada hal SARA, “ jelas Rauf.

Ke depan, Rauf berharap Pengajian Birmingham ini bisa bisa lebih aktif memberikan kontribusi dan manfaat untuk warga Muslim Indonesia di Birmingham dan segera bisa merilis buk atau e-book buku panduan muslim Indonesia di Birmingham yang sedang dalam tahap penulisan.

“Saya merasa beruntung dan merasa banyak sekali keuntungan menjadi pelayan untuk warga muslim Indonesia di Birmingham. Selain bisa mengenal hampir seluruh warga muslim Indonesia di Birmingham serta juga bisa belajar lebih tantangan dan bagaimana dakwah komunitas muslim di-UK dan Birmingham khususnya, “ pungkas Rauf. (fau)

 

 

 

 

 

 


Back to Top