Komunitas Petualang Muslim, Wadah Pemuda Muslim Jelajah Alam dan Bina Relawan

gomuslim.co.id- Ada banyak wadah yang bisa menjadi tempat seorang muslim untuk berekspresi. Salah satunya dengan bergabung dengan sebuah komunitas. Pilihan komunitas pun kini semakin beragam. Mulai dari yang umum sampai dengan yang ekstrem seperti menjelajah alam. Dan inilah yang dilakukan Komunitas Petualang Muslim.

Kepada gomuslim, Founder Petualang Muslim, Aulia Ibnu Sina bercerita bahwa Petualang Muslim merupakan sebuah wadah bagi orang-orang yang ingin meningkatkan kepedulian terhadap sesama di medan-medan bencana. Komunitas ini membangun kebinarelawanan setiap anggotanya agar siap menghadapi segala medan.

“Petualang Muslim itu para pegiat alam. Basic-nya mereka sudah punya pernah tinggal di gunung. Penyusuran gunung, sungai, gua dan juga orang' yang peduli terhadap lingkungan. Berdiri pada bulan Desember tahun 2015 bulan desember. Anggotanya sekarang sudah 220 orang,” ujarnya saat ditemui dalam sebuah acara di JAG’S Kitchen, Jakarta Selatan, Kamis (15/02/2018).

Suami dari Pramudhi Ayu mengatakan Petualang Muslim memiliki perbedaan dari komunitas pada umumnya. Dalam hal recruitmen misalnya, komunitas ini menyeleksi anggotanya dengan beragam tahapan.

“Setiap tahun kita melakukan rekruitmen. Prosesnya panjang dan banyak. Ada psikotes, wawancara, tes fisik, kelas materi dan praktek di lapangan. Jadi anggota Petualang Muslim yang perpeksi secara kerelawanan,” kata ayah pendaki cilik, Khansa Syahlaa ini.

Petualang Muslim sendiri, kata dia, bentuknya seperti Yayasan yang berdomisili di daerah Cibubur, Jakarta Timur. “Ketebulan saya ketuanya Yayasannya. Alamdulillah, sekarang anggotanya tidak hanya dari wilayah Jabodetabek, ada juga yang dari Cirebon, Bandung, dan Jawa Tengah,” ungkap ayah tiga anak ini.

Ia menambahkan, program yang dilaksanakan Petualang Muslim saat ini beragam. Mulai dari pelatihan, penanganan kebencanaan, dan kegiatan-kegiatan di alam bebas seperti naik gunung, arung jeram dan lainnya.

“Intinya, Petualang Muslim ingin membangun para anggotanya menjadi pribadi yang handal, kuat siap ketika nanti di bencana menangani atau membantu. Ini sebagaimana latar belakang berdirinya PM yaitu berangkat dari kepedulian para pemuda muslim untuk bisa tampil membantu ketika ada bencana di Indonesia,” pelatih di beberapa pecinta alam ini.

Menurutnya, program yang sekarang jadi fokus tahun ini adalah pembukaan recruitment anggota baru. Ada beberapa persyaratan bagi calon anggota yang ingin bergabung dengan PM. “Persyaratan khususnya ya muslim, sehat jasmani dan rohani, umur 17-55 tahun, lulus tahap yang ditentukan, psikotes, belajar selama 4 hari,” katanya.

Namun demikian, meski menonjolkan pemuda muslim, dalam prakteknya komunitas ini tetap membantu siapa pun tanpa memandang apa pun suku dan agamanya. “Terkait kebencanaan, kita sudah aksi mulai dari banjir Sumbawa Banjir, Garut, Padang, Aceh dan kalau terjadi banjir di Jakarta, ya siap siaga,” ungkapnya.

Aulia yang juga aktif sebagai pengurus masjid ini menilai pergerakan komunitas muslim saat ini terus meningkat. Menurutnya, kesadaran akan keinginan beragama dari kalangan muda mulai membaik. Mereka dapat memilih apa pun komunitasnya sesuai dengan dengan keinginan dan cara beragama.

“Makanya yang daftar di PM itu banyak. Mereka pengen masuk komunitas yang agamanya hidup, shalat jalan, ada pengajiannya, ada shadaqahnya. Ini supaya belajar dan dapat manfaat amal yang bisa mereka lakukan,” katanya.

Selain itu, wadah seperti PM ini juga hingga sekarang luar biasa. “Kalau dulu, komunitas itu kesulitan anggota. Sekarang malah anggotanya terlalu banyak. Makanya kita seleksi,” ujarnya.

Kepada kalangan pemuda muslim, Aulia berpesan agar terus tampil memberikan manfaat untuk masyarakat. “Pemuda muslim harus tampil, terutama dengan ilmu, bekal pengetahuan yang cukup dan harus ada wadah sebagai tempat belajar dan berperan. Hal yang wajib dilakukan pemuda muslim dalam menyongsong kebaikan dan kebermanfaatan,” tutupnya. (njs)

 


Back to Top