Bersama Masyarakat Ekonomi Syariah Makmurkan Ummat

gomuslim.co.id- Konsep ekonomi syariah mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 1991 ketika Bank Muamalat Indonesia berdiri, yang kemudian diikuti oleh lembaga-lembaga keuangan lainnya. Pada saat itu sosialisasi ekonomi syariah dilakukan masing-masing lembaga keuangan syariah. Kemudian setelah dievaluasi bersama, disadari bahwa sosialisasi sistem ekonomi syariah hanya dapat berhasil apabila dilakukan dengan cara yang terstruktur dan berkelanjutan.

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Temi Sumarlin meyakini peran Muslimah terhadap bisnis syariah sangat besar.

“Ini ditandai dengan banyaknya bisnis busana Muslim, artinya Muslimah berdaya dan menjadi penggerak,” ujar Temi.

Selain itu, potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. Karena itu peran umat Muslim dituntut agar bisa memberdayakan, meng-empower, dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya produk syariah.

Menyadari potensi tersebut, lembaga-lembaga keuangan syariah berkumpul dan mengajak seluruh kalangan yang berkepentingan untuk membentuk suatu organisasi, dengan usaha bersama akan melaksanakan program sosialisasi terstruktur dan berkesinambungan kepada masyarakat. Kemudian organisasi ini dinamakan ‘Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah’ yang disingkat dengan MES, sebutan dalam bahasa Indonesia adalah Masyarakat Ekonomi Syariah, dalam bahasa Inggris adalah Islamic Economic Society atau dalam bahasa arabnya Mujtama’ al-Iqtishad al-Islamiy.

Perkumpulan ini didirikan pada hari Senin, tanggal 1 Muharram 1422 H, bertepatan pada tanggal 26 Maret 2001 M. Di deklarasikan pada hari Selasa, tanggal 2 Muharram 1422 H di Jakarta.

MES untuk Semua

MES dapat dibentuk oleh perorangan, lembaga keuangan, lembaga pendidikan, lembaga kajian dan badan usaha yang tertarik untuk mengembangkan ekonomi syariah. MES berasaskan Syariah Islam, serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga terbuka bagi setiap warga negara tanpa memandang keyakinan agamanya.

Didirikan berdasarkan Akta No. 03 tanggal 22 Februari 2010 dan diperbaharui di dalam Akta No. 02 tanggal 16 April 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Rini Martini Dahliani, SH, di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-70.AH.01.06, tertanggal 25 Mei 2010 tentang Pengesahan Perkumpulan dan telah dimasukkan dalam tambahan berita negara No. 47 tanggal 14 April 2011.

Pada awalnya, MES hanya di bentuk di Jakarta tanpa mempunyai rencana untuk mengembangkan ke daerah-daerah. Ternyata kegiatan yang dilaksanakan oleh MES memberikan ketertarikan bagi rekan-rekan di daerah untuk melaksanakan kegiatan serupa. Kemudian disepakati untuk mendirikan MES di daerah-daerah dengan ketentuan nama organisasi dengan menambah nama daerah di belakang kata MES. Organisasi MES yang didirikan di daerah tersebut berdiri masing-masing secara otonom.

Arah Pergerakan

MES adalah organisasi independen, dan tidak terafiliasi dengan salah satu partai politik atau Ormas tertentu, namun harus tetap menjalin kerjasama agar dapat diterima semua pihak. Alhamdulillah, dengan segala aktifitasnya, MES telah mendapat pengakuan di semua kalangan masyarakat, baik dari kalangan ulama, praktisi, akademisi, pemerintah dan legislatif baik di dalam maupun luar negeri.

“Ke depannya diharapkan peran MES dalam mensosialisasikan ekonomi syariah dapat lebih ditingkatkan lagi. Penggerak MES adalah mereka yang kreatif dan punya program-program unggulan,” seperti yang dikutip dalam website resminya.

MES menjadi mitra pemerintah (legislatif dan eksekutif) dan juga Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dalam mengembangkan ekonomi syariah. Bersama-sama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk mendorong pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Keuangan Syariah Dunia.

Visi

Menjadi wadah yang diakui sebagai acuan dan diikuti sebagai teladan bagi usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistim ekonomi dan etika bisnis islami di Indonesia, mandiri, bukan organisasi pemerintah, bukan organisasi politik dan/atau tidak merupakan bagiannya

Misi

  1. Menjadi wadah yang menghimpun seluruh sumber daya yang ada dan membangun sinergi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat penerapan ekonomi syariah di berbagai bidang.
  2. Menjadi wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi dalam rangka membentuk iklim ekonomi yang sesuai syariah.
  3. Memelihara persatuan dan kesatuan dari para pemangku kepentingan ekonomi syariah sebagai regulator, ulama, pengusaha, akademisi, praktisi, tokoh masyarakat dan lain-lain.
  4. Mendorong dan memotivasi anggota untuk meningkatkan kreatifitas, inovasi dan pembelajaran diri dalam mengembangkan berbagai usaha untuk mencapai maksud dan tujuan Masyarakat Ekonomi Syariah.
  5. Menjadi wadah membangun kerjasama dan kemitraan dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan islam, organisasi ekonomi syariah lain, organisasi profesi, organisasi industri dan lain sebagainya dalam mengembangkan program percepatan pengembangan ekonomi syariah.

Kegiatan

  1. Mewujudkan silaturahmi diantara pelaku-pelaku ekonomi, perorangan dan lembaga yang berkaitan dengan ekonomi syariah. Membangun sinergi dan kemitraan di antara perorangan dan lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan ekonomi syariah.
  2. Mendorong pengembangan aktivitas ekonomi syariah sehingga menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam kegiatan usaha termasuk dalam hal investasi maupun pembiayaan.
  3. Meningkatkan hubungan antar anggota dan otoritas yang terkait dengan kegitan ekonomi dan keuangan syariah. Meningkatkan kegiatan untuk membentuk sumber daya insani yang mempunyai akhlak, ilmu dan kemampuan untuk menjalankan dan mengembangkan kegiatan ekonomi syariah melalui penelitian, pengembangan dan pelatihan
  4. Meningkatkan kesadaran dan keterlibatan anggota dan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi, namun tidak terbatas pada seminar, talkshow, workshop, pameran, konferensi, pendampingan, pelatihan dan lain sebagainya.
  5. Menginisiasi dan mengembangkan berbagai lembaga pendukung ekonomi dan keuangan syariah.
  6. Mengembangkan hubungan kerja sama dan penyedia informasi serta dukungan bisnis kepada pelaku keuangan syariah di domestik dan luar negeri.
  7. Mengembangkan standarisasi / akreditasi berbagai sektor industri dan sektor profesi yang sesuai syariah.
  8. Mendorong dan memberikan dukungan kepada pemerintah, DPR dan organisasi regulator lainnya dalam menyediakan ketersediaan undang-undang, peraturan pemerintah dan peraturan lainnya yang mendukung masyarakat menerapkan aktivitas ekonomi syariah.

Alamat :

Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah

Jl Tebet Dalam IV E No. 70, Tebet Barat, Jakarta Selatan – 12810

Telp : 021 – 829 97 46 | 021 – 829 97 47

Website : www.ekonomisyariah.org

 

 


Back to Top