GSA Royal Jordanian Resmikan Kantor Baru

JAKARTA – PT Anugrah Angkasa Semesta, GSA maskapai Royal Jordanian Airlines (RJ) di Indonesia, meresmikan kantor baru di Jakarta, baru-baru ini. Tepatnya di Kensington Commersial, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Peresmian ditandai pengguntingan pita secara bersama, oleh Presdir  Anugrah Angkasa Semesta Widiasih Kindangen, RJ Area Manager Indonesia Ehab W Alwaked, Dubes Jordania untuk Indonesia Walid Abdel Rahman Al Hadid, dan Dubes Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi. Hadir pula sejumlah perwakilan biro perjalanan umum dan travel muslim yang selama ini menjadi mitra Anugrah  Angkasa.

PT Anugrah Angkasa Semesta menjadi general sales agent maskapai Royal Jordan yang kembali melayani rute Amman-Jakarta (pp) via Kuala Lumpur mulai 23 Desember 2015, dengan jadwal 3 kali sepekan, yakni setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Dengan menggunakan pesawat badan lebar Airbus 330, rute ini dilayani mulai dari Bandara Internasional Queen Alia di Amman take-off pukul 01.30 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 18.25 WIB. Pesawat yang sama akan berangkat lagi dari Jakarta pukul 19.55 WIB dan tiba di Amman pukul 04.15 di hari berikutnya.

RJ sebelumnya pernah mengoperasikan rute  Amman-Jakarta medio 1992 hingga 2002, namun kemudian dihentikan karena alasan bisnis. Dengan demikian masa vakum penerbangan RJ rute Amman-Jakarta terbilang cukup lama, sekitar 12 tahun.

Widiasih mengatakan, pasar penumpang udara Jakarta-Amman cukup besar, terdiri atas para peziarah ke kota suci Yerusalem serta jamaah umrah plus ziarah ke Masjidil Aqsa dan wisata religi di Yordania. Itu pula yang menjadi alasan RJ membuka kembali rute RJ Amman-Jakarta. “Sejak dibuka kembali per 23 Desember 2015 respons penumpang ke Amman dari Jakarta cukup baik,” ujarnya kepada GoMuslim.

Namun, Widiasih tidak bersedia menyebutkan besarnya tingkat isian (load factor) penumpang maskapai RJ rute Jakarta-Amman sejak dibuka sekitar dua bulan lalu. “Tingkat load factor memang belum memenuhi target kami, tapi potensi pasar penumpang udara ke Amman  besar sekali,” katanya.

Untuk memasuki kota Yerusalem-Palestina yang hingga kini masih dibawah penguasaan Israel, wisatawan asing bisa melalui tiga pintu masuk, yakni Tel Avif (Israel), Amman-Yordania, dan Taba-Mesir. Dari kota Amman wisatawan harus menempuh perjalanan darat 45 Km (sekitar 1 jam) ke utara menuju King Hussein Bridge di wilayah Yordania yang berseberangan dengan Allenby Bridge di wilayah Israel.

Rute Amman-Jakarta adalah rute baru internasional ketiga yang dioperasikan maskapai RJ sepanjang tahun 2015. Sebelumnya, pada 8 Desember 2015 RJ membuka penerbangan ke Ankara, serta di  awal tahun RJ terbang ke Tabuk dan Najaf dari bandara Queen Alia di Amman.

Menurut CEO Royal Jordanian Suleiman Obeidat, rute Amman-Jakarta untuk melayani turis dari Yordania dan para pelajar Indonesia yang kuliah di negeri jejak para Nabi ini. Selain itu juga untuk melayani para pekerja, jasa kargo, kalangan pebisnis, serta jamaah umrah-haji yang transit di Amman  sebelum melanjutkan kunjungan ke kota Suci Yerusalem.

Dubes Yordania Walid Abdel Rahman Al Hadid meminta wisatawan Indonesia tidak takut datang ke Yordania mengingat negeri ini sangat aman, kendati dikepung oleh negara-negara tetangga yang tengah berkonflik. Pasalnya, pemerintah Kerajaan Hasyimiyah Yordania menjamin keamanan setiap warganya dan kaum pendatang.

Banyak turis Indonesia datang ke Yordania lantaran kedekatan relijius. Bukan hanya muslim tapi juga umat Kristiani. Yordania memiliki beragam tujuan wisata umat Kristiani, kendati umat Kristen di negeri ini hanya sekitar 2%, seperti Gunung Nebo (pinggiran kota Madaba dan Lembah Yordan) tempat petilasan Moses, Gereja Mosaik (St Georges Church), juga Bethani tempat pembabtisan Yesus Kristus di tepian Jordan River.

Destinasi wisata Yordania terbilang lengkap, terdiri wisata alam, reliji,  medis, kuliner, dan iptek. Di wilayah utara terdapat Benteng Ajloun (Qalah Al Rabad) peninggalan Shalahudin Al Ayyubi dan kompleks  bangunan peninggalan bangsa Romawi di Jerash. Di pinggiran Amman ada Roman Temple, gua Ashabul Kahfi (the Seven Sleepers), dan Museum Automobile. Ada restoran legendaris Haret Jdoudna di Madaba, dekat Amman. Adapun di wilayah tengah dan selatan terdapat Laut Mati, Wadi Rum, Wadi Musa (Petra), dan Teluk Aqaba.

Yordania juga tercatat sebagai negara investor terbesar ke-15 di Indonesia, dengan total investasi mencapai US$ 211,9 juta. Sejumlah proyek investasi Yordan berlokasi di Jakarta dan Jawa Timur. Adapun produk ekspor Indonesia ke Yordan antara lain kayu dan produk olahannya, tekstil dan garmen, minyak sawit, furniture, kopi, dan teh. Sementara Indonesia mengimpor dari Yordania, seperti fosfat, garam, dan produk-produk dari Laut Mati. (dns)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top