Syariah Hotel Solo

SHS, Sabet Kategori Halal Perhotelan Syariah Terbanyak

Jakarta (gomuslim).  Kehadirannya langsung menghentak laju geliat bisnis properti syariah di bidang perhotelan. Syariah Hotel Solo atau lazim diakronimkan menjadi SHS, yang identik dengan Tommy Soeharto, dibangun sejak 17 Januari 2013, berlokasi di perbatasan antara kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Persisnya di jalan raya Adi Sucipto No. 47 Solo. Sejumlah ulama diketahui berada di belakang pendirian SHS antara lain Ustad Yusuf Mansur dan Habib Syech.

Keberadaannya relatif strategis, tak jauh dari Bandara Adi Sumarmo—kira-kira perlu 5 menit berkendara untuk mencapainya. Berada tepat sebelah barat hotel Lorinn Solo. Tetamu yang menginap hanya perlu waktu 10 menit untuk ke kota, misalnya ke pasar Klewer. SHS untuk sementara terbilang hotel syariah terbesar di Solo Jawa Tengah, dengan klasifikasi bintang 4, bahkan konon di Indonesia. Hotel syariah di Indonesia kebanyakan hanya memiliki kamar sekitar 70 hingga 100 kamar.

Syariah Hotel Solo dibangun hingga 12 lantai serta memiliki 387 kamar, dan masing-masing lantai dilengkapi tempat ibadah atau mushala. Sehingga sangat representatif bagi tamu muslim yang tak hanya mencari kenyamanan tapi ketenangan berteduh. Setiap datang waktu sholat di setiap lantai ada praying time reminder yang akan menyuarakan kumandang azan.

Di penghujung tahun 2015 lalu, SHS mendapat sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Makanan serta kosmetika (LPPOM) – MUI  Jawa Tengah, untuk kategori restoran. Menurut General Manager Syariah Hotel Solo, Purwanto Yudhonagoro, untuk mendapatkan standar kehalalan dari lembaga seotoritatif MUI, perlu waktu dua tahun bagi SHS menjaga perfoma sebagai hotel syariah yang menyediakan food and beverage yang halal, bersih dan higienis hingga diganjar label halal MUI.

“Proses kami untuk mendapatkansertifikat ini benar-benar fair dan mengikuti semua prosedur yang disyaratkan oleh MUI. Terlebih item yang kami ajukan cukup banyak, dan hal ini yang menjadi tantangan kami untuk merampungkannya,”ujarnya.

Sekretaris sekaligus Auditor LPPOM MUI Jateng, Ahmad Izzudin memaparkan, Syariah Hotel Solo menjadi satu-satunya hotel yang restonya telah tersertifikasi halal. Kata Izzudin, Syariah Hotel Solo menurutnya telah berhasil lolos melewati 11 kriteria.

Sebagaimana hotel syariah umumnya, penyediaan layanan mulai dari makanan dan fasilitas memang semuah harus sesuai dengan standar syariah. Makan dan minuman yang disajikan tidak mengandung unsur yang diharamkan secara syar’i; misalnya minuman beralkohol, daging babi dengan segala jenis turunannya. Selain itu, secara fundamental hotel bisa dikatakan syariah jika juga mendukung pola hidup islami, seperti menyediakan ruang dan kesempatan beribadah lima waktu berserta alat bersucinya. Maka SHS juga menyediakan musala di setiap lantai lengkap dengan kecukupan air untuk bersuci (wudlu) atau bertharah lainnya seperti istinja (bersuci saat buang air besar dan kecil).

Dengan tercapaikan kriteria kesyariahannya, SHS diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat muslim maupun non muslim sebagai sarana meeting, invention, convention, dan exhibition.

"Kami juga berharap pendirian hotel syariah ini nantinya akan menjadi sentral meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE),"  ujar Johny Subarkah, Direktur Hotel Anomsolo Saranatama, yang juga ikut mengelola SHS. (boz)

 

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top