Reksadana Syariah

Aberdeen Luncurkan Investasi Syariah Asia Pasifik Plus Jepang di Indonesia

Jakarta, (gomuslim). Secara besaran perputaran siklus keuangan dunia saat ini mengarah ke kondisi yang lebih baik,  terutama di kawasan Asia. Melemahnya dolar AS, kebijakan pelonggaran atas pengetatan moneter yang dilakukan bank sentral AS, ditambah stimulus China terbaru menjadi momentum investasi. Di Indonesia pasar modal syariah mulai menjadi perhatian institusi manajer investasi global. Jumlah penduduk muslim terbesar di ASEAN, kesadaran umat muslim (moslem awarness) akan bisnis syariah dan  produk halal menjadi satu atau dua diantara sekian varibael penting yang menjadi pertimbangan aksi manajer investasi global. 

PT Aberdeen Asset Management – Indonesia salah satu dari lima manajer investasi aset global di Eropa, berkantor pusat di Inggris, sejak berdiri 2014 lalu di Indonesia, untuk pertama kalinya meluncurkan produk investasi syariah di Indonesia—Aberdeen Syariah Asia Pacific Equity USD Fund.

Sigit Pratama Wiryadi, Presiden Direktur Aberdeen, mengatakan produk ini bisa diperoleh dengan investasi awal minimal USD10,000 dan pembelian berikutnya minimal USD 5,000.

Sekurangnya ada dua latar belakang yang mendorong Aberdeen Asset Management mengeluarkan produk ini. Pertama pertumbuhan ekonomi Asia. Tahun 2012 yang lalu Asia menyumbang 29% dari PDB global. Tingkat pertumbuhan ekonomi di Asia untuk lima tahun terakhir yang tinggi, dan jadi prospek investasi jangka panjang. Selebihnya ada ekpertise atau kemampuan internal pada Aberdeen Asset Management yang telah lama mengelola aset, modal dan berinvestasi di beberapa negara Asia. Di Asia ada belasan negara, dan hampir Aberdeen mengelola portofolio offshore di beberapa negara itu. Terutama di Malaysia, ia dipercaya mengelola pasar modal syariah. Secara perfoma Aberdeen sebagai manajer investasi di Asia Pasifik sudah berpengalaman sejak 1981.

Selain itu, produk ini diluncurkan terdorong oleh kebijakan OJK yang mengijinkan manajer investasi syariah untuk menaruh modalnya 100% secara keseluruhan di luar negeri. Juga keinginan pemerintah Indonesia membangun arsitektur ekonomi syaraih yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019.

“Kami yakin produk ini akan sangat diminati oleh investor Indonesia yang berminat berinvestasi di luar negeri,” tutur Sigit kepada gomuslim, saat peluncuran di Jakarta, Selasa (12/04/2016).

Melalui produk ini, Aberdeen mengundang para investor profesional untuk menanamkan modalnya di portofolio-portofolio luar negari yang sudah terpecayai oleh Aberdeen.

“Tetapi kami akan tetap hati-hati dalam berinvestasi. Kami akan mengelola dana secara konservatif dengan berkonsetrasi pada perusahaan-perusahaan yang telah kami kenal bertahun-tahun. Tujuan kami ialah berinvestasi dalam jangka panjang, berkesinambungan, dan menjaga turn-over tetap rendah. Kami tidak akan begitu saja mengikuti trend pasar, tetap akan kami lakukan analisis. Yang terpenting menjaga kinerja agar tetap stabil dalam jangka panjang,” ujar Bharat Joshi, Direktur investasi untuk Aberdeen Indonesia menambahkan untuk gomuslim.

Produk equitas syariah ini menggunakan MSCI Islamic Index sebagai benchmark, dan US dolar sebagai nilai tukarnya, serta murni berbasis syariah dan secara keseluruhan dana 100% diinvestasikan di portofolio luar negeri (offshore). (boz)


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top