Garuda Indonesia

Pesawat Kebanggaan Jemaah Haji Lintas Generasi

Untuk kesekian kalinya, eksistensi Garuda Indonesia kembali diuji dengan menyandang status sebagai salah satu maskapai penerbangan dengan sederet prestasi dunia asal Indonesia kembali mendapatkan amanah dari pemerintahnya sendiri dengan menjadi pemenang tender pengangkut jemaah haji dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Keputusan sebagai pemenang tender haji ini sudah dilakukan sejak bulan lalu dengan mengalahkan pesaing berat lainnya, yakni Lion air, Air Asia, Sky Aviation, Sriwijaya Air, Avia Star, Trigana, Batik Air, dan Citylink.

Sejak pertama kali mengudara pada tahun 1949 dengan nama “Garuda Indonesia Airways”, Garuda Indonesia sukses menyita perhatian dunia dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dengan kehadirannya. Kemudian, sejak saat itulah Garuda Indonesia mulai meramaikan lalu lintas di udara, salah satunya dengan memberangkatkan jemaah haji meskipun dalam jumlah yang terbatas hingga pada akhirnya kini Garuda menerbangkan lebih dari 80.000 jemaah haji di setiap tahunnya.

Seakan tak pernah tergantikan, Garuda Indonesia setiap tahunnya selalu menjadi langganan pemenang tender. Tentu saja dengan pengalaman dan penawaran yang diberikan oleh PT. Garuda Indonesia kepada pemerintah dan juga Calon Jemaah haji.

Kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2016 ini pun telah melengkapi prestasi lainnya yang baru saja didapatkan pihak Garuda Indonesia, yakni sebagai World’s Best Cabin Crew dari Skytrax. Skytrax sendiri adalah sebuah lembaga independen pemeringkat penerbangan yang berkedudukan di London. Tentu saja kredibilitas lembaga tersebut sudah diakui dunia sehingga penilaian dan penelitian yang dilakukan hingga menetapkan Garuda Indonesia sebagai World’s Best Cabin Crew tersebut bukanlah suatu yang main-main.

Selain itu, masih dalam penilaian Skytrax, Garuda Indonesia berhasil masuk kategori maskapai dengan kelas ekonomi terbaik di dunia tahun 2016, melengkapi maskapai asal Asia lainnya, yakni Aisana Airlines, Qatar Airways, Singapore Airlines, Cathay Pacific, Emirates, Thai Airways, Turkish Airlines, Etihad Airways, dan ANA All Nippon Airways.

Meskipun mengalami penurunan peringkat dari sebelumnya menempati peringkat keempat dikategori yang sama, hal itu bukan berarti Garuda Indonesia tidak berkembang dan berinovasi. Baru-baru ini, pihak Garuda Indonesia resmi mengumumkan bahwa akan ada penambahan armada sebanyak 17 pesawat dengan spesifikasi 5 pesawat wide body, terdiri dari 4 Airbus A 330-300, satu pesawat Boeing 777-300 ER, dan ditambah 4 ATR 72-600. Delapan pesawat untuk Citilink.

Inovasi demi inovasi kemudian tidak berhenti sampai di situ. Untuk meningkatkan layanan dan memperluas jangkauan, Garuda Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu dinobatkan sebagai maskapai Indonesia pertama yang bergabung dengan Sky Team. Sky Team sendiri adalah aliansi Aliansi yang beranggotakan berbagai maskapai besar di dunia. Dengan bergabungnya Garuda Indonesia dalam aliansi ini, maskapai ini mendapatkan akses untuk mengantarkan para pelanggan ke lebih dari 1.000 kota destinasi di seluruh dunia.

Kesempatan untuk terbang di langit dunia dengan lebih dari 1.000 kota destinasi pun dirasa berimbas langsung pada eksistensi Indonesia itu sendiri di mata masyarakat dunia. Lebih dari itu, dengan konsep yang unik yakni menggabungkan unsur Indonesia dalam setiap pelayanannya, semakin mengukuhkan kontribusi Garuda dalam mempromosikan Indonesia di dunia internasional.

Untuk di wilayah dalam negeri sendiri, Garuda Indonesia memiliki rute terbang ke 60 tujuan domestik, mulai dari ujung sabang sampai merauke dan miangas hingga pulau rote, dengan jumlah penerbangan mencapai 600 penerbangan per hari dan jumlah armada yang dioperasikan mencapai 160 armada.

Perjalanan serta lalu lintas udara dengan jadwal yang padat rupanya tidak melalaikan Garuda Indonesia untuk memberikan pelayanan terbaik. Dengan konsep layanan Garuda Indonesia Experience yang didasarkan lima pancaindra atau 5 senses (sight, scent, sound, taste, and touch) dan mencakup 24 “customer touch points”; mulai dari pelayanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight dan post-journey, Garuda Indonesia berhasil menyajikan kenyamanan yang spesial hingga seluruh perjalanan menjadi sangat berkesan untuk para pelanggan. (alp/dbs)

 

Profil Dewan Komisaris

Jusman Syafii Djamal           : KOMISARIS UTAMA

Chairal Tanjung                    : Komisaris

Dony Oskaria                       : Komisaris

Hasan M. Soedjono               : Komisaris Independen

Isa Rachmatarwata               : Komisaris

Muzaffar Ismail                    : Komisaris

 

Garuda Indonesia Head Office

Jl. M1, Area Perkantoran Gedung Garuda City Center

Soekarno-Hatta International Airport

Cengkareng 19120 - Indonesia

P.O.Box 1004


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top