BCA Syariah

Solusi Tepat untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Berbasis Syariah

(gomuslim). Sejarah Bank BCA Syariah tidak lepas dari sejarah Bank BCA itu sendiri. BCA didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV oleh salah satu konglomerat Indonesia, Sudono Salim, pemilik Grup Salim. Perkembangan BCA barulah terlihat pada tahun 1988 ketika Mochtar Ryadi menerapkan suatu skema rekening tabungan / deposito dengan hadiah besar yang disebut tahapan. Pada tahun 1994, BCA tercatat dalam sejarah perbankan Indonesia sebagai bank dengan jumlah nasabah paling banyak di Indonesia. Tiga tahun kemudian, nasabahnya yang berjumlah jutaan itu berhasil mengantarkan BCA sebagai bank terbesar di Indonesia kala itu.

Namun, krisis moneter di Indonesia yang terjadi pada tahun 1997 membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia tak terkecuali BCA. Keadaan pada saat itu sangat mempengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA di tahun 1998.

Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana berlangsung di tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA.

Setelah melihat perkembangan perbankan syariah yang cukup pesat dalam beberapa dekade terakhir, menunjukkan minat masyarakat mengenai ekonomi syariah semakin bertambah. BCA akhirnya membentangkan sayapnya untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan layanan syariah, maka berdasarkan akta Akuisisi No. 72 tanggal 12 Juni 2009 yang dibuat dihadapan Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi, .PT.Bank Central Asia, Tbk (BCA) mengakuisisi PT Bank Utama Internasional Bank (Bank UIB) yang nantinya menjadi PT BCA Syariah.

Selanjutnya berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan di Luar Rapat Perseroan Terbatas PT Bank UIB No. 49 yang dibuat dihadapan Notaris Pudji Rezeki Irawati, S.H., tanggal 16 Desember 2009, tentang perubahan kegiatan usaha dan perubahan nama dari PT Bank UIB menjadi PT Bank BCA Syariah. Akta perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-01929. AH.01.02 tanggal 14 Januari 2010. Pada tanggal yang sama telah dilakukan penjualan 1 lembar saham ke BCA Finance, sehingga kepemilikan saham sebesar 99,9997% dimiliki oleh PT Bank Central Asia Tbk, dan 0,0003% dimiliki oleh PT BCA Finance.

Perubahan kegiatan usaha Bank dari bank konvensional menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui Keputusan Gubernur BI No. 12/13/KEP.GBI/DpG/2010 tanggal 2 Maret 2010. Dengan memperoleh izin tersebut, pada tanggal 5 April 2010, BCA Syariah resmi beroperasi sebagai bank umum syariah.

Tujuan Pendirian

BCA Syariah mencanangkan untuk menjadi pelopor dalam industri perbankan syariah Indonesia sebagai bank yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran, penghimpun dana dan pembiayaan bagi nasabah perseorangan, mikro, kecil dan menengah. Masyarakat yang menginginkan produk dan jasa perbankan yang berkualitas serta ditunjang oleh kemudahan akses dan kecepatan transaksi merupakan target dari BCA Syariah.

Visi

Menjadi Bank Syariah Andalan dan Pilihan Masyarakat

Misi

  • Mengembangkan SDM dan infrastruktur yang handal sebagai penyedia jasa keuangan syariah dalam rangka memahami kebutuhan dan memberikan layanan yang lebih baik bagi nasabah.
  • Membangun institusi keuangan syariah yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran, penghimpunan dana dan pembiayaan bagi nasabah bisnis dan perseorangan.

Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah

Sekilas mengenai struktur kepengurusan BCA Syariah sesuai dengan ketentuan perbankan syariah:


 

DEWAN KOMISARIS

Iwan Kusumobagio

Presiden Komisaris

 

Suyanto Sutjiadi

Komisaris Independen

 

Joni Handrijanto

Komisaris Independen

 

 

DIREKSI

 

Yana Rosiana

Presiden Direktur

 

 

 

John Kosasih

Wakil Presiden Direktur

 

Tantri Indrawati

Direktur Kepatuhan

 

 

DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS)

 

Fathurrahman Djamil

Ketua Dewan Pengawas Syariah

 

Sutedjo Prihatono

Anggota Dewan Pengawas Syariah


 

Perkembangan Jaringan

BCA Syariah hingga saat ini memiliki 49 jaringan cabang yang terdiri dari 9 Kantor Cabang (KC), 3 Kantor Cabang Pembantu (KCP), 3 Kantor Cabang Pembantu Mikro Bina Usaha Rakyat (BUR), 8 Kantor Fungsional (KF) dan 26 Unit Layanan Syariah (ULS) yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, Surabaya, Semarang, Bandung, Solo dan Yogyakarta (data per Agustus 2016).

 

Penghargaan yang telah diterima BCA Syariah

2013


IT Banking Excellence Award 2013

2016

  • Contact Center Service Excellence Award (CCSEA) 2016

BCA Syariah meraih predikat terbaik yaitu Exceptional Service Performance pada kategori Sharia Banking

  • Islamic Finance Award 2016

BCA Syariah berhasil meraih penghargaan tertinggi sebagai Bank Umum Syariah Terbaik (1st Rank The Best Islamic Bank)

  • Banking Service Excellence Award (BSEA)

Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menerima tiga penghargaan sekaligus yaitu Peringkat Keempat Performa Terbaik Overall, Peringkat Pertama Performa Terbaik ATM dan Peringkat Ketiga Performa Terbaik Telepon.

 

 

 

 

 

 


Komentar

    Tulis Komentar


Back to Top