Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh

Inilah Bandara Internasional Ramah Muslim Wakil Indonesia di Ajang 'World Halal Tourism Award' 2016

gomuslim.co.id- Kini gaya hidup traveler mulai digandrumi lapisan masyarakat dunia, khususnya para generasi milenia di Indonesia. Pertumbuhan minat jalan-jalan orang Indonesia mulai meningkat di pertengahan tahun 2012. Hal ini tentunya didukung dengan pembangunan infrastruktur dan objek pariwisata di Tanah Air.

Salah satu tujuan wisata favorit kebanggaan Indonesia adalah Nangroe Aceh Darussalam. Provinsi yang mempunyai julukan Serambi Mekkah ini terkenal dengan keelokan alamnya menjadi magnet para pelancong lokal maupun asing.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Aceh per Juli 2016 mengalami peningkatan drastis tercatat 79.582 penumpang yang diangkut melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Angka tersebut menunjukkan peningkatan hingga 22,17 persen dari bulan Juni lalu. Secara total, seluruh bandar udara di Aceh mengangkut sebanyak 94.576. Jumlah wisatawan luar negeri tersebut kebanyakannya berasal dari Malaysia, Cina dan Australia.

Apalagi, Aceh bersama wakil dari daerah lain ikut mewakili Indonesia di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Pada ajang ini, Aceh masuk di kategori Destinasi Wisata Budaya dan Bandara ramah Muslim. Pada bahasan Korporasi pekan ini, gomuslim akan membahas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda yang mewakili Indonesia di ajang WHTA. Berikut selengkapnya:

Selayang Pandang

Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, dikenal juga dengan Bandara Sultan Iskandar Muda adalah sebuah bandar udara yang melayani Kota Banda Aceh dan sekitarnya, yang terletak di wilayah Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Iskandar Muda, seorang pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh.

Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II, untuk melayani rute domestik dan internasional. Saat ini sudah ada dua penerbangan internasional, yaitu Air Asia ke Kuala Lumpur dan Firefly ke Penang. Bandara ini juga pernah difungsikan sebagai basis pengiriman obat-obatan sesudah Gempa bumi Samudera Hindia 2004, yang hilir mudik dari berbagai wilayah di Dunia, kepada para pengungsi yang terisolir di berbagai wilayah yang dihantam Tsunami di Aceh. Setelah dilanda Tsunami pada 26 Desember 2004.

Bandara ini telah direnovasi dan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter yang mampu menampung pesawat berbadan lebar. Pada 9 Oktober 2011 sebuah Boeing 747-400 berhasil melakukan take off dan landing, yang membuktikan bahwa bandara ini bisa dijadikan tempat transit bagi perusahaan penerbangan internasional.

Di Ajang World Halal Tourism Award 2016

Bandara Sultan Iskandar Muda Internasional Airport Banda Aceh menjadi salah satu bandara bertaraf internasional yang maju di ajang World Halal Tourism Award 2016 kategori World’s Best Airport for Halal Travellers yang pemilihan onlinenya digelar pada sejak Oktober 2016.

Bandara Sultan Iskandar Muda bersaing dengan Bandara lain di dunia untuk disematkan sebagai bandara halal dunia. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda mampu bersaing dengan empat finalis lainnya yaitu Bandara Internasional Hamad di Doha, Bandara Dubai, Bandara Internasional King Abdul Aziz di Arab Saudi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

Jika dibandingkan dengan empat bandara internasional yang masuk nominasi itu, secara fisik mungkin tertinggal. Tetapi kelemahan di fisik ini, bisa dikompensasi oleh kelebihan dari sisi yang lain.

“Yang pasti, bandara ini memenangkan Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional Indonesia. Itulah mengapa kami endors untuk maju ke level dunia,” ungkap Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar dalam rilisnya.

Fasilitas Ramah Muslim

Menurut Riyanto, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda sudah sangat layak berkibar di level wisata halal dunia. Di sana, ada suguhan pemandangan halal secara keseluruhan. Makanan halalnya pun bisa dengan mudah dicari. Semua ini pun ikut menjadi pertimbangan.

“Malahan makanan tidak halal tidak tersedia,” ungkap Riyanto.

Untuk tempat ibadah, traveler Muslim bisa dengan mudah mendapatkan mushala. Arsitekturnya pun dirancang sangat Islami. Bentuk kubahnya seperti masjid. Unsur estetika dalam arsitekturnya merupakan perpaduan antara arsitektur Islam, modern dan nilai lokal di bagian interior.

Adapun, Bandara ini terdiri dari tiga kubah yang sangat besar. Tiga kubah ini melambangkan tiga keistimewaan Aceh yaitu agama, budaya dan pendidikan. Karena bentuknya yang memiliki kubah, banyak yang mengira Bandara Sultan Iskandar Muda adalah masjid. Ada juga yang mengatakan saat landing merasakan sensasi seperti di Timur Tengah.

Saat ini, Bandara Sultan Iskandar Muda melayani rute domestik dan internasional. Untuk rute domestik, penerbangan dilayani dua maskapai yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air. Sementara untuk rute Internasional, maskapai yang tersedia di Bandara antara lain Air Asia, Firefly, Garuda Indonesia dan Mid East Jet. (nat/dbs)

Informasi dan kontak:

Sultan Iskandar Muda International Airport, Banda Aceh 23372
 
Telp: 065121341 
 
Email: contact.center@angkasapura2.co.id
 
 

Back to Top