Peringatan International Women Day 2016

Experiencing Islam: Cerita Muslimah Indonesia di Amerika

Dalam rangka memperingati International Women Day (8/03), @america bekerjasama dengan Kedutaan Amerika Serikat menggelar seminar "Experiencing Islam in America: Women". Acara tersebut menghadirkan tiga pembicara yang mempunyai pengalaman tinggal di Amerika sebagai seorang muslimah. Mereka adalah Siti Ruhaini Dzuhayatin, ketua Komisioner HAM di KTT OKI (OIC Independent Permanent Human Rights Commission Commissioner), Rahimah Abdulrahim, Executive Director of The Habibi Center, dan Hanum Salsabiela Rais, penulis novel Bulan Terbelah di Langit Amerika.

Acara yang berlangsung di lantai 3 Pacific Place ini memberi kesempatan kepada masing-masing pembicara untuk menceritakan apa saja pengalaman mereka sebagai perempuan muslim yang tinggal di Amerika, yang bisa dijadikan pelajaran bersama.

Siti Ruhaini bercerita, sebagai seorang mahasiswi  magister yang berkuliah di sana, dia sangat mengapresiasi perilaku orang Amerika kepada para perempuan muslim, khususnya yang berjilbab.

"Selama tinggal di Amerika, saya tidak merasa sebagai perempuan, karena semua orang memperlakukan saya tidak melihat gender. Hal itu saya rasakan sendiri, saat saya bertamu ke rumah teman Amerika saya," jelas wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Sedangkan Rahimah, yang tinggal di Amerika sebagai seorang aktivis, mengaku pernah tinggal di Amerika selama tiga periode. Pengalaman tersebut membuat dia belajar tentang perbedaan di sana, sehingga dia bisa menghargai agama dan dirinya sendiri. Rahimah mengatakan Amerika adalah negara di mana perbedaan itu justru disambut dengan tangan terbuka.

"Saya rasa, Amerika dan Islam tidak sama dengan apa yang diberitakan di media massa saat ini. Karena misalnya, setelah tragedi (9/11), banyak diberitakan Amerika menjadi Islamphobia. Padahal tak seheboh yang ada di berita, saya hanya menjadi sering ditodong pertanyaan tentang agama Islam oleh para teman Amerika. Tapi, dengan sabar saya menjelaskan kepada mereka tentang apa itu Islam sebenarnya," jelas Rahimah.

Selain kedua pembicara tersebut, Hanum menjadi pembicara yang ditunggu-tunggu. Sebagai seorang penulis yang karyanya juga diangkat ke layar lebar, anak dari mantan Ketua MPR RI Amin Rais ini mempunyai banyak pengalaman di Amerika. Akhir tahun, Hanum juga menghadirkan novelnya di layar lebar dengan judul yang sama, yaitu "Bulan Terbelah di Langit Amerika". Film ini bercerita tentang kisah hikmah di balik tragedi (9/11) yang terjadi di Amerika Serikat.

"Saat proses syuting, sebenarnya saya sempat takut tidak mendapat izin. Tapi setelah saya dan tim menjelaskan film ini tentang apa, mereka akhirnya welcome. Bahkan, saat scene demonstrasi di Masjid Ground Zero, proses syuting dijaga ketat oleh pihak kepolisian setempat," jelas Hanum.

Seminar ini diikuti banyak peserta dari beragam kalangan. Selain masyarakat umum, ada juga para guru dan para siswa sekolah menengah yang turut hadir. Pada akhir acara, panitia juga memberi kesempatan kepada para peserta yang hadir untuk mengajukan pertanyaan.

Selain acara seminar seperti ini, @america juga rutin mengadakan acara setiap hari, mulai dari pentas musik sampai kelas belajar bersama untuk persiapan ujian TOEFL. Informasi tentang update acara, bisa anda lihat di twitter @atamerica. (fau)


Komentar

  • jhonmuslim

    15 Maret 2016

    menarik

    itu pengalaman yg layak diangkat ke dalam layarlebar ato sinetron drpd cerita ganteng2 srigala, tidak ada ide dan gagasan yang akan disampaikan kepada masyarakat...setujaaa


    Reply






















Tulis Komentar


Back to Top