Kandas, Tambahan 10 Ribu Kuota Haji Batal

Janji penambahan kuota haji mulai tahun 2016 ini sebanyak 10 ribu jemaah tidak dapat dipenuhi. Usaha yang dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin selama berada di Arab Saudi tidak membuahkan hasil sebagaimana diharapkan.

"Sama saja seperti tahun lalu, 168 ribu orang. Belum ada penambahan,"jelas Lukman, Rabu sore (16/3/2016) di Ruang VIP Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta (Soetta), setibanya dari Arab Saudi. Kuota haji dipangkas 20% sejak tahun 2013 dari yang seharusnya berjumlah 211 ribu.

Sejak Ahad (13/03) Menag Lukman menemui Menteri Haji Saudi Arabia Pangeran Bandar Hajjar di Jeddah, antara lain meneken nota kesepakatan pelaksanaan haji 2016. Dalam kesempatan tersebut, Menag Lukman menagih janji yang pernah disampaikan saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Saudi pada musim haji 2015.

"Mereka menyampaikan, kuota permintaan Indonesia masih pertimbangan. Mengenai waktunya kapan, nanti biar mereka yang menyampaikan langsung," kata Lukman. Alasan Saudi tidak dapat memenuhi permintaan yang pernah diumumkan itu karena tahun ini proses renovasi Masjidil Haram masih berlangsung sehingga tidak dapat menambah lebih banyak jemaah lagi.

Perkembangan kurang baik ini tentu menambah kecewa calon jemaah haji yang berharap tambahan kuota tersebut dapat menguras jumlah daftar dan waktu tunggu berhaji yang sudah mencapai 38 tahun. Meski sudah diusahakan Menteri Agama selama di Saudi namun tetap tidak dapat ditambah. Sebelumnya,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga minta realisasi penambahan kuota saat menerima Kunjungan Kehormatan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Kerajaan Arab Saudi Adel Bin Ahmed Al Jubeir, di tengah-tengah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa (LB) ke-5 Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di JCC Senayan, Jakarta, Senin (07/03/2016).

“Ide tersebut disambut baik oleh Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi. Dalam waktu dekat Menteri Agama akan diutus oleh Presiden ke Arab Saudi untuk merealisasikan rencana ini,” demikian penjelasan Tim Komunikasi Kepresidenan melaui rilisnya.

Kabar penambahan kuota haji pertama kali disampaikan secara resmi usai pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi)  dan raja Salman Ibnu Abdul Aziz di tengah musim haji 2015 lalu. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan Kerajaan Arab Saudi mengabulkan penambahan kuota haji kepada Indonesia. "Alhamdulilah untuk tahun depan mendapatkan tambahan sebanyak 10.000," kata Pramono kepada wartawan di Istana Raja Faisal, Jeddah, Sabtu (12/9/2015) malam waktu setempat atau Minggu (13/9/2015) dini hari WIB, yang juga dirilis di situs setkab.go.id.

Saat itu, Kementerian Haji Arab Saudi mengumumkan bahwa kuota haji untuk setiap negara akan meningkat pada musim haji tahun berikutnya, dan menyatakan bahwa tahun 2015 akan menjadi pemotongan terakhir dari kuota jamaah haji. “Mulai dari musim haji berikutnya, jumlah jamaah haji akan ditingkatkan 5 juta,” kata Menteri Haji Saudi, Bandar Hajjar, demikian Onislam.net.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Saudi berjuang untuk mengembangkan dan memperluas Mekkah guna menampung lebih banyak jamaah yang akan melakukan haji maupun umrah dengan mudah.

“Upaya tersebut meliputi pembentukan dan pengoperasian sistem elektronik terpadu untuk jamaah haji yang datang dari luar Saudi, semua tugas dan fungsi terkait dengan prosedur kedatangan mereka, seperti kontrak dan paket layanan yang ditawarkan, transportasi dan akomodasi. Selain nama-nama jamaah haji,” kata Hajjar.

Pernyataan Hajjar yang dikeluarkan pada Senin (14/9/2015) lalu itu menambahkan bahwa visa haji akan diberikan hanya melalui sistem elektronik terpadu setelah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Kini, meski tanpa tambahan kuota, Kementerian Agama harus sudah kembali menyiapkan palaksanaan haji 2016 dan menghadapi teror daftar tunggu yang sudah sampai di tahun 2054 (selengkapnya baca: http://www.gomuslim.co.id/read/oase/2016/03/14/44/ancaman-teror-dan-hantu-daftar-tunggu-haji.html). (mm)


Back to Top