Bus-Bus Jadoel Pensiun, 3000 Armada Baru Sambut Musim Haji 2016

Di antara hal penting selama perjalanan tim haji Kementerian Agama RI ke Saudi Arabia pekan lalu adalah mengengai pembahasan transportasi darat perhajian. Hal ini karena selama musim haji 2015 lalu ransportasi haji tergolong buruk, banyak bus mogok dan fasilitas di bawah standar kenyamanan dan keamanan karena  rata-rata bus berusia renta.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin dan Menteri Haji Saudi Pangeran Bandar Hajjar telah meneku MoU Haji pada Ahad lalu (13/03/2016), dan transportasi darat antar kota perhajian menjadi bagian yang dievaluasi. Saat kembali ke tanah air pada Rabu (16/03), selain menyampaikan bahwa kuota haji tidak jadi ditambah 10 ribu, juga menyampaikan akan ada perbaikan pelayanan transportasi haji yang banyak dikeluhkan.

Pada musim haji tahun lalu, berdasarkan laporan yang dihimpun Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), tercatat 27 armada mengalami gangguan. “Ada yang di mogok di tengah padang pasir yang panas sehingga jemaah menjadi kurang sehat sesampai tempat tujuan, banyak bus dengan penyejuk udara (AC) yang tidak berfungsi, pengemudi bus yang kurang bersahabat dan lainnya. Keluhan itu direspon pemerintah dan disampaikan kepada pihak penyedia jasa transportasi di Saudi,”jelas  Ketua KPHI H Sam Nasir, MM kepada gomuslim, Jumat pagi ini (18/03/2016).

Sementara itu, terkait hal tersebut, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri dan Staf Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) telah melakukan konsolidasi teknis dengan pihak Naqabah untuk menjamin musim haji 2016.

“Kami upayakan ada peningkatan pelayan transportasi darat jemaah haji indonesia," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis (16/03/2016).

Sebelumnya, dalam pembahasan teknis urusan haji di Saudi lalu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dan Ketua Naqabah Brigjen Ahmad Abdullah Sumbawa sepakat menilai penting untuk melakukan peningkatan pelayanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia.

Permintaan peningkatan untuk perbaikan layanan transportasi diantaranya peremajaan bus yang tua dilengkapi penyejuk udara (AC), peningkatan layanan bagasi dan pendukung lainnya seperti tersedianya alat pengaman. Berikut hal terkait peningkatan pelayanan transportasi darat di Arab Saudi yang menjadi komitmen pihak Naqabah:

  1. Pengadaan bus baru sebanyak 3000 unit tahun ini.
  2. Pelayanan bagasi yang lebih baik dibanding tahun lalu.
  3. Membuka rute upgrade baru yaitu bandara kaia - mekkah yang selama ini tidak dapat diupgrade.
  4. Menambah bus yang melayani rute Makkah - Masyair pulang pergi. Bus bertipe city bus yang lebih bagus dibanding dengan bus lama.

Buruknya layanan transportasi haji tahun 2015 lalu memang mendapat sorotan banyak kalangan. Inspektur Jenderal Kementerian Agama Mochammad Jasin mengatakan, sejak awal perencanaan operasional penyelenggaraan haji, tim Inspektorat Jenderal Kemenag telah bekerja dengan melakukan kunjungan langsung ke seluruh stasiun (pool) bus di Arab Saudi.

Tim Itjen memantau dan memeriksa secara seksama semua perusahaan bus yang kini disewa pemerintah untuk melayani transportasi haji Tanah Air, termasuk Abu Sarhad.

“Di Abu Sarhad itu ada 100 bus baru baru tahun 2015 yang rencananya juga bisa dipakai. Jadi, kita tidak membayangkan akan memakai yang jelek, haji 2016 harus tidak terjadi lagi,” kata Jasin tentang buruknya transportasi haji tahun lalu.

Jasin mendukung kritik dari Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) yang menyatakan, pemerintah tidak melaksanakan rekomendasi tentang bus transportasi jamaah haji. Padahal, rekomendasi tersebut sudah diserahkan KPHI kepada Presiden Joko Widodo yang ditembuskan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin jauh sebelum penyelenggaraan ibadah haji dimulai.

Dengan perhatian khusus yang diberikan pada pertemuan antara menteri dan bidan teknis awal Maret 2016 ini, pelayanan haji 2016 diharapkan akan lebih baik lagi. (mm)

 


Back to Top