Haji 2016 Dibayangi Kelambatan Visa, Siskohat RI dan E-Hajj Saudi Mulai Bersinergi

Masalah keterlambatan proses visa haji adalah salah satu yang menghantui penyelenggara haji dan umrah, baik pemerintah maupun perusahaan-perusahaan haji khusus. Pada musim haji 2015 lalu, terjadi keributan nasional karena ratusan calon jemaah haji gagal terbang ke Saudi karena visa belum tuntas.

Saat itu, pada kelompok terbang (kloter) I ratusan calon haji kembali ke asrama karena pengerjaan visa baru selesai sekitar 80% dari total jamaah haji reguler sebanyak 155.200 orang. Belum termasuk visa calon jemaah haji khusus sebanyak 13.600 orang juga belum tuntas diproses.

Hingga Ahad hari ini (20/03/2016) tim dari panitia haji Indonesia masih melakukan pembincaraan dengan pihak Kementerian haji Saudi. Pembahasan teknis urusan haji ini merupakan kelanjutan dari MoU yang sudah disepakati antara Menag RI Lukam Hakim dan Menteri Haji Saudi Pangeran Bandar al-Hajjar sepekan sebelumnya.

Terkait proses visa haji, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil didampingi Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham serta staf di Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) di Jeddah sejak Kamis (17/03/2016) melakukan pemetaan dan sekaligus konsolidasi dengan penanggung jawab sistem E-Hajj Kementerian Haji Arab Saudi, Eng Basil Abduh Zulae'i di kantor Kementerian Haji Jeddah.

Pada pertemuan tersebut Abdul Djamil menyampaikan beberapa pemikiran sehubungan dengan penerapan E-Hajj yang dimulai pada operasional haji tahun 2015 lalu. “Walaupun sempat ada masalah namun penerapan sistem ini memiliki arti penting dalam penyelenggaraan haji secara keseluruhan,” kata Sri Ilham Lubis, Ahad (20/03/2016).

Meski terjadi ketelatan dalam proses visa pada tahun 2015, dalam pertemuan tersebut pihak Saudi menyampaikan apresiasinya kepada Panitia Haji Indonesia yang dianggap paling sukses dalam penerapan program E-Hajj pada operasional haji 2015.

“Untuk lebih mematangkan persiapan pelaksanaan E-Hajj pada penyelenggaraan haji tahun ini Kementerian Haji Arab Saudi menyiapkan training bagi perwakilan kantor urusan haji,” Kata Penanggung Jawab E-Hajj Arab Saudi Eng Basil Abduh Zulae'i di kantor Kementerian Haji Jeddah,  Ahad, (20/03/2016).

Ada beberapa perbaikan dalam system E-Hajj untuk musim haji tahun 2016, antara lain, Pertama, percepatan proses batal ganti visa agar tidak menghambat jadwal keberangkatan Jemaah. Pada tahun lalu proses pembatalan visa memerlukan waktu sampai 5 hari.

Kedua, meminta agar dapat dilakukan integrasi sistem Siskohat (Kemenag) dengan sistem E-Hajj (Arab Saudi).

Ketiga, perbaikan dalam pembuatan paket pelayanan dalam sistem E-Hajj mmemudahkan dalam penerbitan visa.

Keempat, Agar system E-hajj dapat dijadikan sumber data oleh seluruh instansi Arab Saudi yang memberikan pelayanan kepada Jemaah. Hal ini untuk meminimalisir adanya perbedaan data terutama data jumlah Jemaah yang tiba di Arab Saudi, apalagi kalau data tersebut berimbas pada pembayaran pelayanan. Kelima, meminta penyempurnaan sistem E-Hajj yang memungkinan untuk dapat memaksimalkan penggunaan kuota haji.

Kesepakatan tersebut diteken untuk perbaikan proses visa musim haji 2016. Kepada gomuslim, Ketua Rabithah Haji Indonesia (RHI) menyampaikan, visa termasuk yang vital dalam perjalanan haji, semua harus sudah dinyatakan beres jauh hari sebelum keberangkatan. “Jangan sampai terjadi lagi, orang sudah di asrama haji, tinggal terbang visanya tidak ada,”kritiknya. (mm)


Back to Top