Pelunasan Setoran Dipercepat, Kuota Reguler Tinggal 155.200 Calon Haji

Sejak musim haji 2015 Kementerian Agama RI menggunakan sistem pelunasan dua tahap dan dinilai lebih efektif, sehingga tahun ini juga diberlakukan sistem pelunasan setoran haji hanya dua tahap saja. " Dulu sampai enam tahap, lalu empat tahap dan tahun ini pendaftaran hanya dua tahap. Ini memangkas waktu dan biaya serta lebih mempermudah bagi calon jemaah. Ini hadir karena adanya inisiasi," jelas Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil menyampaikan kepada pejabat di lingkungan haji seluruh daerah dan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut disosialisasikan juga sistem pendaftaran, pembatalan dan pelunasan haji yang lebih cepat dan sederhana. Percepatan sistem baru ini akan memudahkan penyelenggara haji untuk mengetahui melalui Siskohat jumlah dan daerah yang calon jemaahnya melakukan pembatalan.  Namun hingga kini Kementerian Agama belum mengumumkan jadwal pelunasan karena besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) masih digodog di Panja DPR RI.

Dengan sitem ini sisa kuota akan lebih cepat terdeteksi. “Saya tidak mau kuota tersisa digunakan serampangan. Mesti harus dialokasikan sesuai dengan ketentuan yang  akuntabel dan transparan," kata mantan Rektor UIN Walisongo Semarang ini.

Pengaturan demikian sudah sangat mendesak dilaksanakan karena jumlah pendaftar dan kuota tidak berimbang. Jika dihitung rata-rata,  lama antrian sudah mencapai di atas 20 tahun, dan di beberapa daerah seperti Sulawesi ada yang masa tunggunya mencapai tahun 2055 atau 35 tahun. Adapun  jumlah jemaah calon haji yang tercatat dalam antrian sudah mencapai sekitar 3 juta orang.

Berdasarkan data dari Siskohat terkini,  kouta reguler tahun 2016 adalah sebesar 155.200 orang. Perinciannya 154.049 dialokasikan untuk jemaah haji sesuai nomor porsi antrian dan 1.151 dialokasikan untuk Tim Petugas Haji Daerah (TPHD). Dari 154.049 kuota jemaah haji, terdapat 1.359 jemaah yang sudah melunasi BPIH (lunas tunda) tahun lalu.

Adapun jumlah pelunasan tahun ini ditambah sebanyak 7.775 jemaah cadangan berdasarkan antrian berikutnya yang diberikan kesempatan untuk ikut melunasi. Jemaah status cadangan yang melunasi akan mengisi sisa kuota bilamana terdapat jemaah yang telah melunasi, namun batal/menunda berangkat tahun. Jemaah calon haji lansia juga masuk dalam prioritas ini.

Sebagai perbandingan, jumlah kuota Indonesia sebesar 168.800 sejak tahun 2013 dari sebelumnya 211 ribu, sedangkan Malaysia dengan jumlah kuotanya sebesar 27.900 dengan lama antrian sudah di atas 40 tahun. Di Malaysia sejak 10 tahun lalu diterapkan sistem ketat larangan berangkat haji dalam waktu tertentu bagi yang sudah pernah melaksanakan, sementra di Indosia baru dikeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang kebijakan serupa sejak tahun 2015 ini. (mm)


Back to Top