Inilah Empat Kesepakatan Pemerintah RI dan Kerajaan Saudi dalam Penyelenggaraan Haji 2016

Jakarta (gomuslim). Nota Kesepakatan atau MoU antara Menteri Agama RI dan Menteri Urusan Haji Saudi, Bandar Muhammad Hajjar sudah ditandatangani beberapa waktu lalu dan menghasilkan empat kesepakatan pokok, yaitu:

1. Perbaikan kualitas tenda di Arafah agar dibuat permanen dan lebih kokoh. Menag mengusulkan agar tenda Arafah dibuat sama seperti tenda di Mina. Mengingat pengalaman tahun 2015, beberapa tenda jamaah Indonesia roboh karena angin. 

2. Penyediaan pembangkit listrik permanen yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik selama jamaah di Arafah.  Mengingat jumlah jamaah haji dunia pada setiap penyelenggaraan ibadah haji berkisar 2 juta orang, dan itu tentu membutuhkan konsumsi listrik yang sangat besar.

3. Penyediaan tenda Mina dibuat bertingkat seperti Jamarat (tempat lontar jumrah), sehingga tidak ada jamaah yang ditempatkan di luar Mina. Mina adalah wilayah yang jelas batas-batasnya. Luas wilayah ini sekitar 7,8 km persegi, namun yang bisa didiami hanya 4,8 km persegi karena selebihnya adalah pegunungan batu. Sementara itu, ketika menginap di Mina, seluruh jamaah haji diharuskan berada dalam kawasan ini. Padahal, total jamaah haji setiap tahunnya  berkisar 2 juta orang, tentu sangat padat. 

4. Penyediaan fasilitas pos kesehatan darurat pada rute jamaah dari tenda di Mina menuju Jamarat. Keberadaan pos kesehatan penting, diperlukan untuk mengantisipasi jamaah yang butuh pertolongan kesehatan saat dalam perjalanan dari Mina ke Jamarat atau sebaliknya. 

Menteri Haji Saudi  mengapresiasi usulan perbaikan layanan yang disampaikan Indonesia. Bahkan, tenda Arafah mulai tahun ini akan dipasang sejak  1 Dzulhijjah atau delapan hari sebelum puncak haji. Indonesia diminta untuk mengecek langsung penyediaan fasilitas tenda ini. “Jika ada tenda yang dinilai kurang kokoh, mereka akan memperbaikinya,” kata Menag.

Untuk perbaikan pelayanan itu, setidaknya ada 30 - 35 maktab dari total 57 maktab Indonesia yang AC-nya akan diperbaharui oleh pihak kementerian urusan haji Pemerintah Saudi.(boz)


Back to Top