Lima Pasti Umrah Sulit Terpenuhi, 11 Ribu Jemaah Terancam Menumpuk

Jakarta (gomuslim). Lima pasti umrah yang ditetapkan pemerintah agaknya sulit dipenuhi karena ada pihak ketiga yang menentukan kepastian tersebut. Lima pasti umrah dimaksud adalah pasti travel umrahnya, pasti jadwal berangkatnya, pasti pesawatnya, pasti hotelnya dan terakhir yang paling krusial dan saat ini sedang menjadi masalah adalah pasti visanya.

“Soal visa umrah, perusahaan penyelenggara travel umrah dan haji tidak bisa memastikan itu pasti. Malah dalam kasus terlambatnya stiker umrah pekan ini, kami benar-benar tidak dapat berbuat lebih karena urusan visa itu domain dari pemerintan Arab Saudi sebagai pemberi visa umrah melalui kedutaannya di Jakarta. Saat terjadi kelambatan di pihak mereka, maka kepastian kelima ini menjadi gugur. Apalagi soal visa ini ditambah lagi unsur krusialnya dengan pembatasan mengurusnya hanya sehari sebelum keberangkatan. Ini menegangkan,”jelas Ketua Asosiaso Penyelenggara Haji Umrah dan in-Bound Indonesia (Asphurindo) H Hafiedz Taftanzani kepada gomuslim, Kamis pagi ini (7/4/2016).

Seperti diketahui, Sejak Senin hingga Rabu kemarin, ribuah jemaah yang siap berangkat ke tanah suci dan telah memenuhi ‘empat pasti umrah’ terpaksa gigit jari. Mereka yang sudah menungu lama untuk dapat ke tanah suci itu gagal terbang karena kepastian yang kelima, yaitu pasti visanya, tidak dapat dipenuhi. Hal ini karena soal visa adalah mutlak kewenangan Kedutaan Arab Saudi.

Atas kejadian tersebut, jika sampai Kamis hari ini belum juga dapat diterbangkan, maka penumpukan calon jemaah umrah akan mencapai lebih 11.000 jemaah yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng-Jakarta. Ini belum termasuk keberangkatan jemaah dari Juanda Surabaya. Sebelumnya, hanya kelambatan pada Senin saja setidaknya ada 6.450 jemaah menumpuk di Bandara Soetta.

Sejumlah Pengurus Pusat Asosiasi haji dan umrah seperti Asphurindo,  Kesthuri, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji & Umrah Republik Indonesia (Amphuri), serta asosiasi lainnya menemui Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI, kemudian menghadap kepada konsul Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Dari hasil pertemuan, pihak Arab Saudi memastikan stiker visa sudah dikirim ke Jakarta dari Saudi, dan Kamis hari ini diharapkan sudah ada pemberangkatan.

Sebagai bagian tanggung jawab layanan, dikabarkan maskapai penerbangan Saudi Arabian, yang dikelola oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bersedia menunggu di Jakarta, hingga masalah visa ini beres.

Dalam kejadian ketidakberesan kepastian umrah ini, Kemenag RI atas nama pemerintah Indonesia diminta menyampaikan penjelasan kepada masyarakat agar tetap tenang. Demikian juga melalui Kementerian Perhubungan untuk melindungi asosiasi maupun pengusaha travel. Di antaranya, Kemenhub mengirim surat ke maskapai penerbangan agar tidak memberikan pinalti atau penghapusan tiket penerbangan akibat penundaan selama empat hari terakhir ini.

Jika kebijakan yang diterapkan pihak Kedutaan Arab Saudi yang tanpa kajian di lapangan itu terus dijalankan, perlukah pemerintah mengurangi lima kepastian umrah menjadi empat pasti? Wallahua'lam. (mm)


Back to Top