2500 Lebih Calon Haji Lansia, Hindari Tersesat Akan Dilengkapi Gelang GPS

Jakarta, (gomuslim). Selama musim haji dari tahun ke tahun cerita tentang ‘haji tersesat’ atau tidak dapat kembali ke penginapan selalu terjadi. Ada yang masuk Masjidil Haram dari salah satu pintu tetapi ketika hendak keluar masjid tidak ingat lagi pintu yang pernah dilalui. Maklum, saat ini ada 139 pintu yang mengelilingi masjid paling tua di muka bumi itu.

Untuk mengantisipasi hal-hal demikian terjadi, Kementerian Agama RI sebagai penyelenggara haji memberikan perhatian khusus terhadap jemaah yang kerap tersesat selama menunaikan ibadah haji, terutama mereka yang lanjut usia (lansia).  Selama pelaksanaan ibadah haji 2015 sering terjadi jemaah yang tersesat, terutama mereka yang masuk dari salah pintu kemudian saat keluar Masjidil Haram dari pintu lain sehingga makin jauh berjalan  di luar masjid akan makin menjauhi tempat penginapan.

“Untuk jemaah haji yang lansia akan kita berikan gelang dengan dilengkapi global positioning system atau GPS agar bila tersesat akan dapat dimonitor keberadaannya. Selagi orang tersebut masih di bumi maka akan tetap diketahui keberadaannya,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

GPS akan sangat memudahkan penyelenggara haji karana diperkirakan jumlah jemaah yang potensial tersesat dan memerlukan pendampingan akan lebih banyak. Hal ini antara lain karena ada kebijakan mulai pelaksanaan haji tahun 2016 ini, pemerintah memprioritaskan jemaah berusia 75 tahun ke atas. Tahun lalu, jemaah yang diproritaskan adalah 83 tahun ke atas namun tahun ini pemerintah membuat kebijakan baru dimulai dari usia 75 tahun.

Jemaah berusia lanjut tersebut akan diutamakan karena makin lama musim haji tahun-tahun mendatang bertepatan dengan musim panas. (selengkapnya, klik: http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/03/23/102/hingga-10-tahun-ke-depan-haji-dilaksanakan-pada-puncak-suhu-terpanas.html).

Saat ini, secara nasional jumlah calon jemaah berusia 75 tahun ke atas mencapai sekitar 2.500, sehingga dalam setiap tahunnya akan diberangkatkan antara 700-800 calon jemaah berusia senja tersebut.

Selain itu, pada musim haji 2016 ini juga akan ada peningkatan pelayanan untuk fasilitas makan jemaah haji, pemondokan dan pelayanan katering. “Ada tiga hal yang akan ditingkatkan kualitasnya, yaitu fasilitas makan jemaah haji selama di Mekkah kita tingkatkan dari 12 kali menjadi 24 kali. Untuk pemondokan akan ditingkatkan kualitas hotelnya, juga kateringnya,” jelas Menag Lukman yang alumni Pesantren Modern Gontor itu. (mm)


Back to Top