Industri Keuangan Sayariah

Dengan Pembakuan Produk, OJK Perkuat Pasar Keuangan Syariah

Jakarta (gomuslim) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai bulan Maret kemarin merilis buku ke publik tentang pembentukan standar produk industri keuangan syariah. Sebagai salah satu badan yang memiliki otoritas di industri keuangan, langkah ini perlu diapresiasi. Bersamaan dengan itu, OJK bekerjasama dengan Industri Keuangan Syariah juga membikin kelompok kerja/working group “Sikompak Syariah” atau Sinergi Komunikasi dan Pemasaran Bersama Keuangan Syariah.

Pemantaban regulasi dan infrastruktur pasar keuangan syariah memang perlu dilakukan. Sebagai mana hal ini jauh telah dilakukan oleh Malaysia, seperti dipaparkan Lukman Hakim Handoko, Analis keuangan syariah, di dalam opininya “Potret Industri Keuangan Syariah”. Sejak tahun 1980-an negara tetangga ini sudah punya proyeksi besar industri keuangan syariah. Wajar ketika perkembangan bisnis syariah menemukan koridornya sistem dan infrastruktur keuangan syariah negeri jiran ini sudah siap. Capaian market sharenya tahun 2015 lalu lebih besar dari Indonesia.

Tetapi, Industri Keuangan Syariah tidak perlu gusar, pasarnya masih terbuka lebar dan berpotensi besar. Dukungan dari otoritas lain, Bank Indonesia dan Dewan Syariah Nasional MUI juga diperlukan, tidak hanya OJK yang memiliki otositas pada kebijakan mikroprudensial.

Pembentukan standar produk keuangan syariah yang diupayakan OJK itu terdorong oleh kebutuhan pasar syariah yang sudah mendesak. Standardisasi produk keuangan syariah ini berlaku untuk produk Mudorobah, Musyarakah, dan Musyarakah Mutanasiqah.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan, penyusunan standar produk keuangan syariah dilatarbelakangi oleh tuntutan pasar akan standar operasional produk yang mampu menunjang industri perbankan syariah dalam meningkatkan daya saing.

"Standar produk perbankan syariah disusun dengan tujuan untuk menjadi standar produk yang harmonis dengan berbagai ketentuan terkait sehingga dapat menjadi pedoman standar yang dapat membantu industri perbankan syariah dalam pengembangan dan pelaksanaan penyaluran produk serta memberikan kepastian hukum dan transparansi produk yang dapat melindungi konsumen," jelas dia.

Jadi, di lapangan pembiayaan perbankan syariah memiliki standar yang sama, sehingga beberapa aspek produk bisa sesuai fatwa, standar dan ketentuan syariah, serta hukum positif dan prakatik umum yang dapat diterima oleh masyarakat.(bu)


Komentar

  • amelia

    14 Januari 2017

    keuangan syariah

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai "Dengan Pembakuan Produk, OJK Perkuat Pasar Keuangan Syariah". Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Keuangan Syariah yang bisa anda kunjungi di disini


    Reply






















Tulis Komentar


Back to Top