Penipuan dan Penelantaran Jemaah Umrah Masih Marak, Inilah 14 Travel Terkena Sanksi

Jakarta, (gomuslim). Meski sudah ditangani secara tegas oleh penegak hukum, namun modus penipuan umrah dan penelantaran jemaah masih kerap terjadi. Hal ini karena animo umat Islam dalam menjalankan ibadah umrah ke tanah suci yang besar dan dimanfaatkan oknum sindikat penipuan di berbagai daerah di tanah air. Berdasarkan catatan Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, sejak Desember 2015 hingga April 2015 ini, lebih 10 ribu calon jemaah umrah gagal berangkat karena berbagai kasus, antara lain yang menimbulkan masalah serius adalah penipuan dengan modus ‘uang muka’ kemudian setelah terkumpul miliaran rupiah, oknum pengepulnya raib.

Terhadap para pelaku tindak pidana penipuan sudah dilakukan langkah hukum dan sebagian sudah ditahan untuk proses di peradilan. Sementara itu, terhadap institusi atau perusahaan penyelenggaranya, akan terus dilakukan pengawasan ketat hingga tindakan pencabutan izin serta proses hukum jika ditemukan tindak pidananya.

Untuk melayani ribuan calon jemaah umrah setiap bulan itu, menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Ahda Barori ada sekitar 266 perusahaan travel penyelenggara haji khusus dan umrah yang aktif dari 665 yang tercatat.

Akhir tahun 2015 lalu sebanyak 14 PPIU dibekukan dan dicabut izinnya karena menelantarkan jemaah umrah dan kasus pelanggaran lainnya. Pada awal 2016 modus penipuan masih terjadi dan tim dari Kemenag RI bekerja sama dengan Polri telah melakukan tindakan hukum terhadap oknum pelakunya. 

Berikut dalam attachment adalah daftar resmi nama travel yang telah diberi sanksi oleh pemerintah sebagai regulator urusan haji dan umrah. (mm)

20160411075745DAFTAR PPIU YANG DISANKSI.pdf

Back to Top