Islamotion 2016: Curhat Soal Hijab, Bikin Merinding

Jakarta, (gomuslim). Berbeda dengan hari sebelumnya (16/04/2016), kursi peserta pada Islamotion hari kedua (17/04/2016) dibuat setengah melingkar dengan fokus tetap ke arah stage. Sengaja dibikin begitu biar terkesan interaktif, karena sesi itu adalah sharing pengalaman selama mengenakan hijab bagi kalangan newbie. Dari semula tidak berhijab, cenderung mengumbar lekuk tubuh menjadi tertutup dan berhijab secara syar’i. Islamotion hari terakhir (17/04/2016) yang diadakan Federation of Muslim Student (FOMS) London School of Public Relation (LSPR) ditutup dengan pengumpulan dan penyerahan dana amal yang disumbangkan ke panti yatim dan pemberian hadiah kepada para pemenang dalam kompetisi yang telah diselenggarakan.

Dalam pemantauan gomuslim  talkshow bertajuk Hijabers Workshop & Sharing dihadiri narasumber publik figur muslimah hijaber muda yang yang tak asing. Dia adalah Aditya Putri seorang model gadis sampul yang terkenal dan seorang pemeran (actress) beberapa layar lebar salah satunya “Air Mata Surga”. Narasumber lainnya adalah Bella Almira pemenang ajang pencarian bakat Sunsilk Hijab Hunt 2015, yang punya bakat menyanyi dan kepiawaian memainkan okulele. Dan hadir pula ustadz Reza Muhammad, sebagai narasumber yang memberi pencerahan begitu atraktif.

Cerita perjalan hijab dua figur muslimah ini unik dan menginspirasi. Apalagi yang dialami Putri, cibiran dan cemoohan merundung (bully) setiap langkah demi langkahnya untuk berhijab. Baginya berhijab itu adalah cara mendekatkan diri kepada Allah, bukan karena ingin dipuji orang atau agar orang lain senang. Pencerahannya untuk berhijab ia alami saat menekuni profesinya sebagai aktres layar lebar, terutama di film Air Mata Surga saat memerankan sosok Weni. Perasaannya yang mudah tersentuh kelembutan budipekerti dan sisi keshalehan serta keikhlasan sosok muslimah Weni,  dara kelahiran Jakarta 27 Januari tahun 1989 dibuat mudah menangis saat membaca sinopsisnya.

“Lakukan sesuatu yang menurut Allah senang, bukan karena orang lain senang..,” pesannya saat ada salah satu peserta talkwhos bercurhat bagaimana memulai mengenakan jilbab.  

Memang pengalaman proses hijabnya, putri akui tidak langsung total menutup aurat. Awalnya copot-pasang tapi saat ia mulai merasa mantab menata batinnya, busananya sekarang sudah full syari’i.

“Jadi kalau kamu pakai sesuatu karena suruhan orang lian, dijamin kamu tidak akan tenang, kamu enggak ridlo karena kamu enggak ikhlas penuh keterpaksaan. Biarkanlah proses itu kamu masukin –“ tuturnya sambil seolah ia milihat dirinya  di masa lalu.

Salah seorang peserta bertanya setengah mengadu, bagaimana mengatasi lingkungan, padahal sesama muslim tetapi karena hijba ia dirundung (bully) bahkan tidak diajak ngomong. “Anggap saja itu proses kamu merangkak ke arah Allah. Kalau bisa berjalan, cobalah untuk berlari. Tapi kalau tidak bisa apa-apa jangan coba mundur. Yang penting adalah kamu diri kamu dan Allah,” tegasnya.

Beda lagi pesan Bella, yang mengaku hampir belum pernah mengalami perundungan (bully) saat dirinya mengenakan hijab.

“Dalam berhijab— Pertama siapkan lah niat. Karena niat itu cikal bakal segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini. Kalau kita sudah niat untuk Allah, niatkan segala sesuatu hanya karena Allah. Mau jalan-jalan pun biar untuk Allah,  saya mau belajar biar belajar itu untuk Allah.. semua untuk ibadah termasuk berhijab.”

Dua belia figur publik ini rupanya bisa luwes menjelaskan aspke mendasar dari maqasidus syariah dari diwajibkannya berjilbab. Beruntung ustadz Reza Muhammad hadir banyak memberi pencerahan sehingga, apa yang jadi pengalaman dua figur panutan muslimah muda ini menjadi ibrah perjalanan seorang hamba yang berusaha mendekat kepada Allah.

“Kadang-kadang buat kita sebagai muslimah apalagi zaman sekarang suka sekali dengan apa yang jadi tren fashion hijab, tapi jangan sampai kita melupakan arti dari hijab itu sendiri. Hijab itu bukan hiasan untuk membungkus kepala kita, tetapi hijab itu identitas kita dan niatkan berhijab itu karena Allah. Bahkan kalau kita berniat pun jangan sampai berharap dipuji sama orang, biar cakep, biar dipuji—enggak,” pesan Bella pada suatu kesempatan.


Back to Top