Di Inggris, 100 Calon Jemaah Haji Tertipu

Manchester, (gomuslim).  Tidak hanya di Indonesia, soal penipuan oleh oknum di sekitar perjalanan haji juga terjadi di Inggris. Kepolisan kota Manchester Inggris melakukan persiapan menjelang musim haji dengan melakukan kampanye nasional mengenai kesadaran umat Muslim di kota ini. Kampanye yang diselenggarakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Muslim agar tidak tertipu oleh penyelenggara haji dengan tawaran harga murah. Mengingat banyaknya kasus penipuan yang memakan korban kaum Muslim yang hendak melaksanakan ibadah Haji, di samping itu hal ini juga telah menimbulkan kerugian ekonomi dengan nilai yang fantastis.

Kepolisian Manchester  terus gencar melangsungkan sosialisasi  sebagaimana yang dilansir dari www.ajel.sa  Selasa hari ini (19/04/2016). Kepolisian menghimbau agar masyarakat muslim waspada terhadap travel haji gadungan. Menurut data kepolisisan kota,  telah terjadi penipuan terhadap 100 warganya  yang mengalami kerugian sebesar 33 ribu pound sterling akibat penipuan yang dilakukan oleh travel haji palsu.

Berdasarkan keterangan dari Kepolisian Manchester, sebagian masyarakat Muslim telah membayar sejumlah uang yang diminta oleh travel untuk berangkat haji, mereka dikenakan biaya yang sudah mencakup seluruh biaya akomodasi, namun setelah tiba di Mekah mereka harus membayar lagi uang penginapan di hotel, sedangkan pihak travel hanya membiayai beberapa hari saja. Adapula calon jemaah yang tidak diberangkatkan ke Mekkah, karena dokumen yang dimiliki oleh travel dinyatakan palsu.

Kepala Kepolisian Manchester Unit Penanggulangan Kejahatan Ekonomi, Rob King memberikan instruksi kepada anggota kepolisian agar menangani kasus penipuan ini yang kerap terjadi saat musim haji. Sehingga polisi dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan tentang terdakwa dan kemudian dapat menangkap mereka. "Kita tahu bahwa telah terjadi penipuan terhadap Jamaah Haji yang mengakibatkan korban menjadi depresi dan frustrasi, karena mereka bekerja menyimpan uang untuk pergi haji, mereka ingin salat wajib di Mekkah sekali seumur hidup,  tapi laporan dan informasi yang masuk ke polisi jumlahnya sangat kecil sehingga polisi merasa sulit untuk menangkap pelaku," ujar Rob.

Warga Muslim di Inggris merasa malu untuk melaporkan kasus penipuan travel haji yang telah menimpa mereka. Itulah salah satu faktor yang menyebabkan kepolisian di Inggris menjadi kesulitan mendapatkan informasi mengenai penipuan ini. Ini adalah kasus memalukan yang hampir setiap tahun kasus seperti ini terulang.

Pada tahun lalu kepolisian di Birmingham juga melakukan sosialisasi terhadap warga Muslim agar tidak tertipu dengan perusahaan travel gadungan yang menawarkan harga yang murah.  Sosialisai itu melibatkan masyarakat lokal agar turut berbicara kepada para pemimpin Muslim dan mendistribusikan selebaran haji di masjid dan area pemukiman Muslim. Kampanye yang diadakan tanggal 1-5 Juni tahun lalu ini didukung oleh Dewan Haji Inggris, Get Safe Online, ABTA, ATOL, dan Trading Standards.

Tiap tahun tercatat  sekitar 25 ribu warga Muslim Inggris  pergi menunaikan ibadah haji, dengan total uang yang dibelanjakan untuk perjalanan sekitar 125 juta poundsterling.

Uang sebanyak itu tidak sebanding dengan akomodasi yang mereka terima, terkadang mereka tidak diberangkatkan atau diberangkatkan namun setibanya di tanah suci mereka dibiarkan begitu saja mengurus akomodasinya masing-masing.

Dewan Haji Inggris dan Kepolisian Kota London percaya angka kriminalitas yang sebenarnya terjadi jauh lebih besar. Menurut mereka, banyak orang merasa malu untuk melaporkan apa yang telah mereka alami kepada pihak berwenang. (fh)


Back to Top