Sudah Ada 'Lounge Umrah', Tak Bakal Ada Jemaah Berserakan di Bandara

Jakarta, (gomuslim). Pemandangan kurang sedap ribuan jemaah umrah tercecer di sudut-sudut Bandara Soekarno Hatta kini sudah tidak terlihat lagi sejak PT Angkasa Pura II (AP II) mengalihfungsikan gudang bekas di terminal III menjadi ‘lounge umrah’ serba guna.


Lounge berkapasitas 1.500 orang tersebut saat ini setiap hari dipadati calon jemaah umrah yang terus mengalir tidak henti-henti. Direktur Utama API II, Budi Karya Sumadi menjelaskan gedung lounge umrah merupakan bekas gudang yang akan dirubuhkan. Karena manajemen perseroan melihat adanya kebutuhan tempat menunggu yang nyaman bagi jemaah, gudang tersebut diubah menjadi lounge umrah.

“Bisa saja nanti (lounge Umrah) ini hanya temporary, nanti pada saat Terminal III berfungsi penuh kita akan ada tempat yang lebih convenient di sana,” jelas Budi.

Menurutnya, keberadaan lounge ini dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah umrah,terutama yang berasal dari luar Jakarta. Fasilitas ini diharapkan bisa memberikan ketenangan dan kemudahan sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci karena tidak perlu menunggu selama berjam-jam di area terminal.

“Kami harus membuat lounge umrah ini karena mereka (jemaah) katakanlah yang berasal dari Ciamis atau dari Cirebon itu datang ke sini lebih awal enam jam atau lebih awal 12 jam, atau kalau mereka terbang pagi tibanya malam ke bandara sehingga fasilitas ini bisa digunakan untuk menunggu,” katanya.

Lounge khusus jemaah umrah ini terdiri dari dua lantai, di mana lantai pertama memiliki tiga ruangan peristirahatan berbayar yaitu Shafa, Marwah, dan Madinah.Kendati perseroan belum menetapkan tarif pasti untuk penggunaan ruangan khusus berbayar itu, tetapi Budi memperkirakan tarifnya berkisar  Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per jemaah.

Sementara itu, lantai kedua merupakan area publik tempat kantin berada. “Space di lantai atas (lantai II) sangat public. Di situ nanti ada makanan dan sebagainya dan di situ juga bisa menyelesaikan urusan bagi mereka yang punya pengantar. Mereka (jemaah) free di situ mau nunggu sebagai lounge bisa,” kata Budi.

Selain itu, lounge umrah juga menyediakan mushola, layanan Flight Information Data System, toilet, mushola, tempat shower, tenaga kesehatan, ATM, serta kantin.

Di samping itu, jemaah yang memanfaatkan fasilitas lounge umrah juga akan mendapatkan jalur cepat (fast track) sehingga tidak perlu mengantri lama untuk naik pesawat.

Budi berharap biro perjalanan umrah maupun rombongan jemaah umrah ke depannya bisa memanfaatkan fasilitas ini demi kenyamanan tidak hanya bagi jemaah tapi juga pengguna bandara lain.

Dalam kesempatan yang sama, Senior General Manager PT Angkasa Pura II Zulfahmi mengungkapkan sampai saat ini perseroan belum punya niatan untuk menyediakan fasilitas lounge umrah di bandara lain. Adapun kebutuhan investasi yang diperlukan untuk lounge umrah ini sekitar Rp 3,5 miliar.

Manager Lounge Umrah PT Angkasa Pura Solusi Alit Sodikin menyampaikan, bahwa fasilitas ini untuk menghormati dan melayani jemaah calon umrah yang sebelumnya tidak terlayani dengan layak.

“Dulu, sebelum adalounge umrah ini, calon jemaah umrah dan keluarga pengantar sering terlihat kurang tertata rapi alias tercecer di terminal II. Ada yang duduk-duduk bahkan tidur-tiduran di lantai,” bebernya kepada Bisnis Syariah, Kamis sore, (21/04/2016).

Sehingga, sambung dia, hal itu dapat mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. “Dan, dalam kacamata internasional juga terlihat kurang bagus. Oleh sebab itu, kami sediakan lounge umrah ini untuk mengakomodir keinginan jemaah yang memang ingin mendapatkan ruang tunggu yang tenang dan nyaman,” pungkasnya.

Lounge umrah menyediakan berbagai layanan fasilitas. “Antara lain mulai dari layanan berbayar di ruang Safa, Marwah, dan VVIP sampai yang tidak berbayar alias gratis di lantai dua yang dapat menampung ribuan calon jemaah umrah. Di sini cocok sekali untuk calon jemaah yang ingin beristirahat lebih panjang sembari menunggu penerbangan pesawat sesuai dengan jadwal yang ditentukan,” tukas Alit. (mm)


Back to Top