Kini Visa Umrah Dapat Digunakan untuk Pariwisata di Saudi

Riyad, (gomuslim). Baru-baru ini Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia membuka kran lebih besar terhadap kegiatan tourisme di negerinya untuk kunjungan di luar haji dan umrah.  Pangeran Sultan Bin Salman selaku Presiden Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (Saudi Commission for Tourism and Antiquities, SCTA) menyatakan bahwa visa umrah kini dapat digunakan untuk kunjungan singkat pariwisata.

 Program “Umrah-Plus Tourism” ini diperuntukkan bagi para haji dan umrah yang berniat melanjutkan perjalanan wisata ke sejumlah resorts yang gerncar dibangun, juga situs-situs bersejarah yang juga direvitalisasi dan sejumlah museums.

“Memungkinkan juga bagi mereka untuk mengenal budaya, layanan kesehatan, pendidikan dan pemasaran wisata, mengunjungi pameran serta menghadiri konferensi setelah menyelesaikan umrah mereka,” kata Pangeran Sultan yang mengenal semboyan baru, Umrah Plus Tourism = Growth

SCTA melaksanakan program ini bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Haji.

Pangeran Sultan mengatakan, SCTA memulai program ini beberapa tahun yang lalu dan butuh waktu lama untuk mempelajarinya. Ada prosedur yang belum siap, seperti mengkonversi visa umrah ke visa turis, serta beberapa prosedur lainnya.

“Pemegang visa bisnis dan warga GCC juga dapat menggunakan sendiri kesempatan untuk mengikuti program pasca umrah,’’ kata Pangeran Sultan seperti dikuti saudiazette.com.

Pangeran Sultan juga telah menekan nota kesepakatan dengan pengurus Masjid Haramain untuk menjaga warisan sejarah dan artefak di kedua masjid bersejarah bagi umat Islam itu. Juga akan dibangun museum sejarah perkembangan Islam untuk pencerahan umat yang mengunjungi dan meningkatkan iman umat Islam.

“Program ini akan melibatkan banyak pihak, terutama akan melibatkan tenaga-tenaga terdidik dari kampus-kampus di Saudi. Saat ini memang baru Mekkah and Madinah, tetapi jangan khawatir saat ini sudah ada destinasi baru di Madain Saleh, Madain Shuaib, Haqel, Abha and Taif. Kami berharap program ini dapat dinikmat pengunjung dari semua negara yang mengirim jemaahnya untuk berumrah,”ujar Sultan.

Dengan program ini, potensi wisata umrah plus yang biasanya ke Mesir, Turki, Yordania dan Eropa, berikutnya akan bertambah dengan destinasi di dalam negeri Saudi sendiri. “Ini  akan menjadi sumber pendapatan kedua setelah minyak,”ujar Abdul Shukoor Ali, seorang pebisnis sektor pariwisata di Saudi. (mm)


Back to Top