Rame-Rame Ambil Sertifikasi Halal, Sambut Pasar Muslim Asia

Jakarta, (gomuslim). Beberapa negara Asia terutama yang bertetangga dengan negara-negara berpenduduk muslim mayoritas sudah menangkap peluang untuk mengembangkan pariwisata halal. Mereka menyediakan kuliner halal, sajian ala restoran yang sudah bersetifikat halal. Bahkan beberapa hotel di antaranya sudah memenuhi kriteria syariah. Meski masih hilal-1, untuk mengklasifikasi kesyariahan hotel.

Termasuk negara Asia yang tengah mempersiapkan diri menyambut pasar wisata muslim antara lain Hongkong, China, Korea, dan Taiwan. Taiwan sendiri sudah terhitung satu tahun lebih menerapkan sistem halal versi MUI. Abdullah Shan, salah satu peserta Taiwan yang pernah mengikuti training audit halal LPPOM MUI mengatakan, “Sistem jaminan halal MUI (Halal Assurance System/HAS 23000) akan kami pelajari dan terapkan di negeri kami.” Kini jaminan kehalalan versi MUI itu sudah berjalan di Taiwan. Terbukti banyak resto halal mulai bertebaran menyasar para wisman (wisatawan manca) muslim.

Sementara di Hongkong, para wisman muslim akan mudah menemukan tempat kuliner, resto, yang terjamin kehalalannya. Sudah ada sekitar 50-an resto yang berlabel halal bertebaran di negeri ini. Sebut saja salah satunya restoran Wai Kee yang berlokasi di Shop-5 1st floor Bowrington Road Market, 21 Bowrington Road, Wan Chai, yang terkenal dengan sajian halalnya yang harganya terjangkau. Restoran ini penuh dipadati pengunjung, berkat menu yang disajikan banyak digemari orang, kari domba pedas yang disajikan bersama nasi putih dan kentang panggang.

Belakangan China juga mulai menerapkan sistem halal pada produk olahan makanannya. Apalagi dalam kurun waktu berjalan ini produk olahan Cina tengah melakukan penetrasi ke pasar muslim, termasuk ke Indonesia. Dalam sasi ini tidak kurang dari 234 orang ambil bagian ikut sebagai peserta ‘Internal Halal Auditor Training China’ dari tanggal 20-22 April 2016, di Hotel Yigoo Shanghai pekan lalu (20/04/2016). Peserta training auditor halal ke-9 tersebut berasal dari seluruh kota-kota yang berada di wilayah Negara China. Acara training ini terselenggara berkat prakarsa bersama Perwakilan LPPOM MUI China yang berada di Kota Shanghai dan pihak pemerintah.

Dalam kesempatan pelatihan itu Direktur LPPOM MUI, Dr. Ir. Lukmanul Hakim, M.Si mengatakan, ke depan sertifikasi halal di Indonesia akan bersifat wajib (Mandatory), tidak hanya untuk bahan pangan tapi juga bagi bahan gunaan lainnya seperti tas, pakaian, sepatu dan lainnya. 

LPPOM MUI yang menjadi partner pada kesempatan tersebut juga mengangkat Staff LPPOM MUI perwakilan China sebagai auditor halal. (boz)

 

 

 


Back to Top