Ongkos Haji Diputus Turun Drastis, Pertengahan Mei Ini Pelunasan

Jakarta, (gomuslim). Rapat Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) DPR RI dan Kemenag RI yang berlangsung ‘sengit’ dari Jumat hingga Sabtu dini hari (30/04/2016) akhirnya menyepakati biaya haji tahun ini turun sebesar USD 132 atau setara Rp 1.768.800 dibanding tahun sebelumnya. Ini termasuk signifikan berdasarkan data biaya haji sejak 10 tahun terakhir.

“Alhamdulillah akhirnya diputus pada pukul 03.01 WIB, setelah melalui diskusi panjang selama dua bulan terakhir, biaya haji tahun ini turun. Ada sejumlah penjelasan yang rasional harus turun biaya dan naik pelayanan,”jelas KH Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR RI yang aktif di Panja BPIH, kepada gomuslim, Sabtu.

Secara umum BPIH 2016 adalah  USD 2585,2 (Rp. 34.641.304) dengan asumsi dollar di posisi Rp13.400, atau turun bila dibanding tahun lalu sebesar USD 2717,4.  "Kita bersyukur PBIH dari sisi kurs dollar mengalami penurunan jadi rata-ratanya USD 2.585 dollar," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin usai rapat di komplek DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu dini hari menjelang subuh.

Rincian biaya itu antara lain untuk 'direct cost' seperti komponen penerbangan Rp 25.434.354 dan rata-rata pemondokan di Mekkah 4.366 Saudi Riyal (SAR) atau setara Rp 15.568.620 (kurs Rp 3.570).  Sementara itu 'indirect cost' yang dikeluarkan pemerintah untuk pelaksanaan haji 2016 yakni sebesar Rp 3.941.988.381.

Berdasarkan hasil riset gomuslim, biaya sesungguhnya yang dikeluarkan untuk satu orang jemaah haji adalah sebesar Rp96.887.500,00 dengan rincian biaya dari 'indirect cost' lebih tinggi, yaitu Rp62.925.000 yang dibayar melalui APBN, APBD dan dari nilai manfaat dana simpanan haji. Adapun BPIH yang harus dilunasi jemaah, seperti disebutkan di atas, hanya untuk pembayaran peberbangan dan pemondokan.

Setelah BPIH disepakati di Senayan, selanjutnya calon jemaah haji yang sudah terdaftar akan berangkat tahun ini dapat melunasi BPIH dua pekan mendatang. Kesepakatan Panja BPIH ini akan dibawa ke Presiden untuk dituangkan ke dalam Keppres BPIH 2016. "Harapan kami pertengahan Mei ini bisa diumumkan ke masyarakat khususnya calon jemaah yang akan lunasi setoran awalnya (Rp 25 juta)," imbuhnya.

Hal lain yang diputus dalam rapat adalah, DPR mendesak Kemenag meningkatkan koordinasi dengan Duta Besar RI untuk Saudi Arabia dalam penyelenggaraan ibadah haji, serta memastikan dilakukan upgrade layanan transportasi agar memenuhi aspek kelayakan.

"Mendesak Menag melakukan perbaikan penyajian laporan laporan BPIH dan perencanaan BPIH tahun selanjutnya untuk kelancaran pembahasan BPIH. Mendesak mempercepat proses penerbitan Keppres tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1437 H / 2016 M," demikian seperti disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII Ledia Hanifa.

Ledia juga merinci sejumlah kesepakatan untuk peningkatan pelayanan jemaah antara lain, pelayananan makan sebanyak 24 kali selama di Mekkah (tahun sebelumnya 15 kali), menambah bus shalawat untuk 91 persen dari jumlah jamaah yang tinggal pada jarak lebih dari 1500 meter dari Masjidil Haram, menambah frekuensi manasik haji menjadi 2 kali untuk tingkat kabupaten/kota dan 8 kali untuk tingkat KUA  (kecamatan), dan peningkatan fasilitas dan pelayanan di Arafah dan Mina. (mm)


Back to Top