Hingga Biaya Ditetapkan, Penambahan 10 Ribu Kuota Haji Belum Teralisasi

Jakarata, (gomuslim). Selama ini jemaah haji Indonesia berharap agar Pemerintah Arab Saudi dapat merealisasikan janjinya terkait penambahan 10 ribu kuota bagi jemaah haji Indonesia.  Pada Sebtember tahun lalu, Presiden Jokowi menemui Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Pertemuan kedua kepala negara ini membuahkan hasil berupa penambahan 10 ribu kuota haji bagi jemaah Indonesia. Namun hingga penetapan biaya perjalanan haji ditetapkan dan dibuka masa pelunasan, janji itu tidak dapat direalisasi meski dalam banyak pertemuan G to G kedua negara selalu disinggung soal ini.

Pertemuan bilateral kedua negara ini, seolah telah menghembuskan angin segar bagi calon jemaah haji Indonesia. Pasalnya, pembatasan kuota menjadi penyebab lamanya waktu tunggu untuk dapat berangkat menunaikan rukun Islam yang kelima. Sayangnya janji manis itu tidak terlulis dalam nota kesepakatan yang ditandatangani oleh Raja Salman dan Presiden Jokowi.

Menurut Wamenlu AM Fachir, presiden telah menyinggung perihal penambahan 10 ribu kuota haji 2016 kepada Menlu Arab Saudi, Adel Bin Ahmed Al Jubeir di sela-sela berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT LB OKI) ke-5 Senin (7/3/2016). "Presiden menekankan kesepakatan meningkatkan kuota haji," ujar Wamenlu.

Menanggapi isu ini, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa penambahan kuota haji yang pernah disampaikan Raja Salman kepada Presiden Jokowi hanya sebatas penyampaian lisan yang tidak ada dasar hukumnya, “Jadi kami bekerja atas landasan legalitas, karena MOU yang kita tandatangani adalah kuotanya sama dengan tahun lalu, artinya jumlahnya sebesar 168.800 orang,”  jelas Menag usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Sabtu, (30/4). Jumlah kuota ini dibagi dua, untuk jemaah haji reguler sebanyak 155.200 orang sedangkan untuk jemaah haji plus jumlahnya 13.600 orang.  

Menurut Menag, pemerintah telah menandatangai MOU terkait kuota haji yang jumlahnya sama dengan tahun lalu tanpa ada penambahan. Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menegaskan tentang kegagalan pemerintah dalam menagih janji Raja Salman, “Pemerintah tidak bisa menaikkan jumlah kuota haji, padahal sudah dijanjikan oleh Arab Saudi ada kenaikan 10 ribu,” ujar Saleh di ruang Komisi VIII DPR RI, Sabtu (30/4).

Ketika  membuka rapat kerja Kanwil Kemenag Kalsel di Banjarmasin, Rabu (20/4/2016), Menag menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memohon agar kuota haji untuk Indonesia ditambah 10 ribu, "Kuota haji tetap seperti tahun lalu, tapi kami terus berupaya memohon tambahan 10 ribu kepada Pemerintah Arab Saudi untuk keberangkatan haji tahun ini," ujarnya.

Meskipun Menag telah menyampaikan upaya pemerintah dalam melakukan lobi diplomatik terkait penambahan kuota haji, namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Arab Saudi terkait penambahan kuota haji. Dengan demikian bagi calon jemaah haji yang baru mendaftar di tahun ini, harus bersabar menerima gilirangan keberangkatan meskipun menunggu hingga satu dasawarsa lebih. (fh)


Back to Top