Indonesia Hijab Fest Bandung 2016

Dua Designer Muslimah Ini Dobrak Dunia Fashion

Bandung, (gomuslim).  Dua  designer muslimah Indonesia hadir dalam talkshow Indonesia Hijab Festival di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung (30/04/2016). Mereka adalah Ria Miranda dan Restu Anggraini. Dalam sharing session tersebut, kedua designer yang karya mereka sudah mendunia ini bercerita tentang pengalaman mereka dari awal membangun bisnis hijab sampai bisa menggelar fashion show di beberapa negara di dunia.

Menurut Ria Miranda, saat ini banyak designer yang memilki ide-ide yang bagus dan beragam, sehingga para muslimah Indonesia juga mempunyai banyak pilihan dalam berbusana.

“Aku senang sekali sekarang muslimah Indonesia semkain peduli dengan penampilan mereka. Terkadang aku suka lihat mereka di mall atau tempat umum lain, pakaian-pakaian mereka terlihat pas dan mereka jadi semakin cantik dalam menutup aurat,” ungkap Fashion Blogger www.riamiranda.com ini.

Begitu juga dengan Restu Anggraini, owner brand ETU juga merasa senang dengan perkembangan fashion muslim di Indonesia. Katanya, sekarang para konsumen fashion sudah semakin cerdas dalam memilih style baju yang cocok dengan mereka dari  masing-masing koleksi para designer Indonesia. Karena itu, kata Restu, mereka bisa tampil percaya diri dalam menutup aurat.

“Apalagi, saat koleksi kami tampil di luar negeri, para konsumen di sana merasa senang dengan pilihan juga keunikan fashion karya Indonesia. Karena itu, aku semakin yakin Indonesia segera bisa menjadi kiblat muslim fashion dunia  ke depannya,” kata owner brand ETU yang baru pulang dari Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016 ini untuk menampilkan koleksi-koleksi fashion ala Restu Anggraini.

Ketika ditanya soal kriteria berpakaian yang baik bagi para muslimah, dua designer ini mempunyai jawaban yang berbeda-beda. Kata Ria Miranda, memakai pakaian itu harus cocok dan sesuai dengan momentnya.

“Kalau aku sendiri tidak mau dibilang brand Ria Miranda adalah brand syar’i. Karena menurutku kriteria dalam berbusana sesuai ajaran Islam itu sangat luas. Karena itu, selama ini aku selalu berusaha mendesain baju muslim yang longgar, tidak ketat dan biasanya baju terusan juga rok saja ditambah warna-warna pastel yang catik,” jelas Ria.

Sedangka Restu mempunyai jawaban berbeda. Katanya, dengan mengambil pasar para perempuan pekerja kantoran, brand ETU memang lebih sering menggunakkan atasan blouse dan bawahan celana, bukan rok. Tapi, kata Etu, dia juga memilik cutting all size, sehingga lekuk tubuh tidak terlihat.

“Menurut aku pribadi, tentang style berpakaian setiap orang itu berbeda-beda sesuai dengan selera mereka. Karena itu, ketika aku mengambil pasar baju kantoran, aku berusaha memberikan pilihan baju kerja yang nyaman tapi juga modis bagi mereka yang menutup aurat,” tambah Restu.

Terakhir, Restu juga berpesan bagi anak muda Indonesia, khususnya bagi mereka yang ingin memulai menjadi seorang designer di bisnis fashion ini. Kata Restu ada empat poin yang harus dimiliki mereka dalam memulai bisnis, yaitu desaign dan develop tenaga kerja yang baik, produksi dan distribusi produk, public relation yang umpuni untuk promosi produk, dan terus berinovasi dalam kreativitas. (fau) 

 

 

 


Back to Top