Penetrasi Pasar Perbankan Syariah Makin Kuat

Bekasi, (gomuslim). Pelaku industri perbankan syariah saat ini terus berusaha mensosialisasikan produk dan sistem keuangan syariah. Pekan lalu Kota Bekasi memfasilitasi sebuah event penting “iB Vaganza 2016” ke-2 dalam meningkatkan peluang pasar kuangan syariah  bersama industri perbankan syariah dan OJK. Selain sebagai edukasi sosialisasi ke masyarakat, ajang tersebut merupakan penetrasi perbankan syariah ke pasar demi terciptanya keuangan syariah yang ideal. Di depan 16 pelaku industri perbankan syariah, Kota penyangga Ibukota ini dilaporkan oleh Ahmad Dzarkasih, Staf Ahli Bidang Penataan Perkotaan, sedang hangat-hangatnya mengalami penataan dan pembangunan menuju kota niaga dan jasa. Dengan populasi penduduk yang relatif besar, sekitar 2,6 juta jiwa, produk perbankan syariah akan menjadi alternatif finacial provider untuk transaksi dan pembiayaan ritel maupun mikro.

“Bank syariah ini menjanjikan dengan pelayanan dan produk yang ditawarkan berbeda dari bank konvensional. Karena Indonesia merupakan negeri muslim terbesar di dunia, produk syariah akan lebih diminati terutama di Kota Bekasi ini,” ujarnya dengan mantab di depan para awak media dan industri perbankan syariah pekan lalu (28/04/2016) saat mengadakan Expo iB Vaganza di Kota Bekasi.

Ia berharap industri perbankan syariah terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan perekonomian, terutama di kota ini. Dzarkasih mengajak para pelaku industri memanfaatkan bonus demografi  dan pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Bekasi. Melihat geliat sektor riil baik jasa dan ritel di kota ini, Dzarkasih mengatakan, “Perbankan syariah harus tampil terdepan dalam mewujudkan financial inclusion.” 

Peluang tumbuhnya keuangan syariah di Kota Bekasi itu otomatis akan membuka persaingan internal di kalangan industri perbankan syariah, namun dengan hadirnya OJK sebagai regulator pada aspek mikroprudensialnya dapat menjadi wasit yang akan mengawasi dan mengontrol sehatnya persaingan. Direktur Penelitian Pengembangan Pengaturan dan Perijinan Perbankan Syariah OJK, Deden Firman Hendarsyah, mengatakan persaiangan dalam industri ini tak ubahnya semacam kerja sama dalam persaingan. Ia mengistilahkannya sebagai “Co-ompetion co-operation, bersaing dalam kebersamaan.”

Ia merasa perlu menekankan kebersamaan sebab tantangan yang mengiringi peluang pertumbuhan keuangan syariah sama besarnya di tanah air. Memacu pertumbuhan keuangan syariah dan industri perbankan syariah adalah agenda bersama. Apalagi dalam kurun satu dekade ini market share keuangan syariah Indonesia masih rendah. Posisi keuangan syariah Indonesia tahun 2014 berada di urutan 9 dari Top 10 Islamic Financial Assets sedunia.  

Sementara tantangan lainnya, datang dari dibukanya MEA. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat ASEAN telah ikut berkomitmen membangun pasar terbuka regional yang diinisiatif bersama. Akan ada bank-bank konvensional maupun syariah internasional atau manajer investasi global akan masuk ke Indonesia.

“Kita akan juga bersaing secara sehat dengan bank konvensional nasional maupun asing. Untuk hal tersebut kita harus memiliki nilai tambah, baik di inovasi produk serta di peningkatan pelayanan perbankan syariah,” katanya menegaskan.

Pekan lalu OJK bersama bank umum syariah telah usai menyelenggarakan pameran produk perbankan syariah “iB Vaganza Bekasi 2016” sejak 18 April hingga 1 Mei, di Mall Sumarecon Bekasi. (boz)


Back to Top