IDB Annual Meeting 41st

IDB Komitmen Bangun Infrastruktur Nasional dan Inklusi Keuangan Syariah

 Jakarta, (gomuslim). Sidang Tahunan IDB kembali mengundang peserta Dewan Gubernur dan para direktur untuk datang bersidang di Indonesia. Dulu tahun 1995 IDB pernah memilih Indonesia untuk pelaksanaan Sidang Tahunannya. Sidang Tahunan ke-41 kali ini kembali dihelat di Jakarta, pertengahan bulan ini, dari tanggal 15-19 Mei 2016.   

Annual Meeting kali ini IDB mengajak seluruh pemangku kepentingan (stake holder) untuk menjelajahi cara-cara baru dalam meningkatkan kehidupan—“Explore new ways of Improving lives”, dengan berfokus pada Peningkatan pertumbuhan dan pengentasan kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dan iklusi keuangan Syariah (Islamic finance inclusion). Pertemuan tahunan ini juga mengetengahkan  pameran besar , dengan menampilkan inovasi dan solusi mutakhir menghadapi tantangan masa kini melalui perspektif dan arsitektur keuangan Islam (Islamic fund). Ditambah dengan lebih dari 30 lokakarya membahas isu-isu aktual dalam dunia Islam terkait persoalan ekonomi dan sosial. Selain itu ada pertemuan informatif dari para pelaku usaha dari berbagai belahan dunia.

Indonesia melalui Menteri Keuangan, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur dan inklusi keuangan syariah diambil sebagai tema sentral dalam pertemuan ini. Belakangan ini, IDB berkomitmen mengucurkan dana segar kepada Indonesia berkisar antara US$ 3-5 miliar. Dana ini akan digunakan sebagai pembiayaan pembangunan infrastruktur Indonesia selama lima tahun kedepan.

“Kita sedang berbicara seberapa besar komitmen IDB di dalam membantu pemerintah Indonesia kedepan. Indikasi awal (kucuran dana) antara 3 – 5 miliar dolar dan tentunya akan kita arahkan lebih banyak ke infrastruktur,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegero di sela-sela menyambut presiden IDB di Jakarta awal April lalu.

Sementara itu presiden IDB Ahmad Muhammad Ali mengatakan pihaknya terus berkomitmen membantu pemerintah Indonesia dalam membangun infrastruktur. Ahmad menegaskan dengan mendorong penyediaan infrastruktur maka akan terdorong pula industri bank syariah di Indonesia.

“Komitmen ini untuk mendukung program presiden Indonesia dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur. Bukan hanya itu tapi juga mendorong industri perbankan syariah untuk mengembangkan instrumen industri perbankan dan membangun likuiditasnya ,” kata Ahmad Muhammad Ali dalam konfrensi pers di Istana Merdeka Jakarta.

Untuk tahap awal, akan IDB fokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Seperti pembangunan jalan raya, jalan tol, jembatan, pembangkit listrik dan bandara serta proyek lain yang tidak memungkinkan didanai oleh swasta. (boz)

 


Back to Top